
"Papi mommy kemana kok gak ikut jemput Bliel?" tanya Briel saat sudah berada di dalam mobil bersama Stefan.
"Mommy lagi ada banyak kerjaan sayang, jadi mommy gak bisa ikut jemput Briel." bohong Stefan.
"Yah padahal kan tadi mommy bilang mommy yang mau jemput Bliel, telus habis itu mau ajak Bliel ke kantol papi." sedu Briel.
"Lain kali saja ya sayang, hari ini Briel pulang dulu ke rumah, nanti kalau kerjaan papi sama mommy udah gak padat Briel bakalan papi ajak main ke kantor papi." balas Stefan memberitahukan kalau sekarang Briel harus pulang ke rumah dulu.
"Yah kok gitu Pi, padahal Bliel pengen main ke kantol papi, kan Briel udah lama gak mian ke sana."
"Iya sayang papi tahu, tapi sekarang memang kerjaan papi lagi banyak banget, jadi Briel harus ngerti ya, nanti kalau kerjaannya sudah banyak yang selesai Briel boleh kok main ke kantor papi." Stefan berusaha untuk membuat anaknya agar tidak ingin ikut dirinya pergi ke perusahaan.
"Ya sudah deh, nanti Briel mau main sama singa aja." balas Briel yang akhirnya membuat Stefan lega.
"Nah gitu dong, nanti papi akan menyuruh orang untuk mengawasi kamu ya." Stefan mengelus rambut anaknya.
"Iya Pi." balas Briel.
Meskipun sangat ingin pergi ke perusahaan papinya, tapi Briel juga sudah mengerti kalau papinya bilang sibuk itu berarti sibuk beneran, bukan main main.
"Maafkan papi ya sayang harus berbohong sama kamu, nanti papi akan cari Rebecca dulu." batin Stefan merasa bersalah karena sudah membohongi anaknya.
Sampai di rumah, Stefan langsung membawa Briel masuk ke dalam rumah dan langsung menyerahkan kepada baby sitter yang akan selalu melayani Briel.
Setelah itu dia langsung pergi kembali, tapi tidak ke perusahaan melainkan tujuan utamanya adalah kontrakan Rebecca.
__ADS_1
Stefan yakin pasti Rebecca ada di sana, kemana lagi coba kalau tidak pulang ke sana, secarakan hanya itu tempat tinggal Rebecca.
...**...
"Becca lu mau kemana?" tanya Pricillia yang melihat Rebecca keluar dari kontrakannya.
"Gue mau pergi ke panti Pric, titip kontrakan dulu ya nanti kalau ada yang cari bilang aja gue pergi." jawab Rebecca.
"Oke siap." balas Pricillia.
Rebecca pun akhirnya pergi, sudah lama dia tidak pergi ke panti dan dia sangat merindukan ibu panti dan juga adik adiknya di sana.
Sebelum ke sana, tak lupa Rebecca menyempatkan diri untuk mampir ke supermarket untuk membelikan makanan ringan buat adik adiknya di sana.
"Hai adik adik kakak, kalian apa kabar hmm?" Rebecca berjongkok dan anak anak panti itupun langsung memeluk Rebecca.
"Kita baik kak, kalau kakak gimana?" balas mereka.
"Kakak juga baik kok, coba tebak kakak bawa apa?"
"Apa itu kak?" tanya mereka melihat ke arah kantong kresek yang Rebecca bawa.
"Taraa...." Rebecca menunjukkan isi dari kantong kresek yang dia bawa.
"Wah kak becca bawa banyak snack, ijul mau dong kak." balas salah satu adik panti Rebecca yang bernama ijul.
__ADS_1
"Aku juga mau kak."
"Aku juga."
"Aku juga." timpal yang lainnya berebut.
"Tenang tenang, kakak bakal bagikan rata kok, dan nanti kalian tidak boleh pelit ya harus saling berbagi satu sama lain." pesan Rebecca membuat mereka mengangguk.
Rebecca pun membagikan Snack yang dia bawa rata, hingga semuanya kebagian.
"Becca." panggil seseorang membuat Rebecca langsung melihat ke arah asal suara itu.
"Ibu." Rebecca pun langsung mendekat ke arah orang yang dia panggil ibu itu.
"Astaga sayang ibu kira tadi siapa kok rame rame, ehh taunya kamu yang datang. Kamu apa kabar?" ucap ibu Retno, ibu panti yang sudah merawat Rebecca sejak kecil.
"Rebecca baik Bu, Rebecca kangen ibu." balas Rebecca memeluk ibu Retno karena sangat rindu pelukan yang sudah dia anggap sebagai pelukan kedua orang tuanya.
"Ibu juga kangen sama kamu nak." balas ibu Retno.
"Kita masuk dulu yuk, kita bicara di dalam." ajak ibu Retno mengajak Rebecca masuk.
"Iya Bu," balas Rebecca dan mereka berdua pun masuk kedalam.
...***...
__ADS_1