CEO Duda and Secretary

CEO Duda and Secretary
CDAS#69


__ADS_3

"Gak mau, gak mau, Bliel mau sama mommy, papi jahat Bliel gak mau sama papi hiks," ucap Briel sambil menangis menolak Stefan yang tengah merayunya agar mau mandi.


"Sayang, ayo mandi sama papi ya, nanti kalau sudah mandi kita temui mommy,"rayu Stefan agar Briel mau mandi.


"Gak mau, Briel mau sama mommy, gak mau sama papi, papi jahat papi bohong sama Briel," balas Briel menolak ajakan Stefan.


"Maaf tuan kalau saya lancang, bukannya sebaiknya anda memanggil nyonya Rebecca di belakang biar memandikan nona Briel," ucap baby sister yang merasa kasian pada Briel yang sedari tadi terus menangis.


"Keluar kamu, kemasi pakaian kamu dan tinggalkan mansion saya," balas Stefan mengusir baby sitter Briel.


"Jangan pecat saya tuan, saya mohon ampuni saya, saya janji tidak akan mengulanginya lagi, tolong jangan pecat saya," mohon baby sitter itu agar Stefan tidak memecat dirinya.


"Mau keluar sendiri atau saya keluarkan secara paksa?" balas Stefan dingin.


"Ba-baik tuan, sekali lagi saya minta maaf yang sebesar besarnya," takut pelayan itu dan segera keluar dari kamar Briel.


"PAPI JAHAT," teriak Briel marah, dia langsung lari kembali naik ke atas ranjang dan menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.

__ADS_1


"Briel, papi marah sama kamu kalau kamu nakal seperti ini," bentak Stefan yang sudah frustasi dengan tingkah anaknya.


"Jangan marahin anak aku seperti itu," ucap Rebecca yang baru memasuki kamar Briel.


Stefan langsung membalikkan tubuhnya menatap ke arah Rebecca yang berjalan mendekat ke arahnya.


"Mommy," teriak Briel senang.


Briel langsung berlari menghampiri Rebecca, dia memeluk tubuh Rebecca dan Rebecca pun langsung menggendongnya.


"Kamu keterlaluan mas, aku tahu kamu marah tapi tak seharusnya Kamu marahin Briel seperti itu," ucap Rebecca menatap Stefan tanpa rasa takut.


"Mommy, papi jahat, Bliel gak mau sama papi, Bliel mau ikut mommy saja," ucap Briel mengadukan Stefan pada Rebecca.


"Ssttt... udah ya gak boleh nangis, kan mommy pernah bilang Bliel gak boleh nangis, sekarang mandi sama mommy ya, terus habis itu Briel pergi ke sekolah," ucap Rebecca mengajak Briel agar mau mandi dan pergi ke sekolah.


"Tapi nanti pergi ke sekolahnya sama mommy ya," balas Briel.

__ADS_1


"Iya nanti sama mommy berangkat ke sekolah nya," balas Rebecca mengiyakan permintaan Briel.


"Kita mandi ya," ajak Rebecca dan di balas anggukan oleh Briel.


Sebelum pergi ke kamar mandi, Rebecca melirik Stefan tajam, dan setelah itu baru dia pergi menuju kamar mandi yang ada di kamar Briel tanpa mengatakan sepatah katapun kepada Stefan.


Stefan yang melihat itupun mengepalkan tangannya, dia tidak suka di abaikan seperti itu, dan dia semakin merasa benci kepada Rebecca.


"Dasar wanita murahan," ucap Stefan dan setelah itu dia langsung pergi meninggalkan mansion tanpa sarapan terlebih dahulu.


Stefan ingin melampiaskan kemarahannya di markas, dia tidak ingin marah di hadapan anaknya, karena dia tidak ingin Briel mengetahui keburukannya yang selama ini dia tutupi.


...**...


Rebecca yang sudah selesai memandikan Briel pun segera memakaikan seragam sekolah Briel, dan senang karena Briel sudah tidak bersedih lagi, Briel sudah bisa tertawa lagi saat bersamanya.


"Ayo kita sarapan, habis itu kita langsung pergi ke sekolah Briel," ajak Rebecca mengendong Briel menuju ruang makan.

__ADS_1


...***...


__ADS_2