
"Mommy," teriak Briel saat keluar dari kelasnya.
"Hai sayang, gimana sekolahnya hari ini hmm?" tanya Rebecca sambil menggendong Briel menuju mobil yang sudah menjemput mereka.
"Seru dong mom, masak tadi ada yang ngasih aku coklat tauk," cerita Briel.
"Oh ya, siapa tuh yang ngasih kamu coklat?" balas Rebecca bertanya.
"Dia cowok mom, kakak kelas Bliel, Bliel juga tidak tahu namanya," jawab Briel.
"Emmm sepertinya ada yang suka nih sama putri mommy yang cantik ini," goda Rebecca.
"Pasti dong mom, kan Bliel cantik, kata papi Bliel itu cantik kayak mami," balas Briel pede.
"Iya Briel emang cantik banget, yuk kita masuk," ajak Rebecca mendudukkan Briel di mobil.
"Langsung pulang saja ya pak," perintah Rebecca pada sopir yang menjemput mereka.
"Baik nyah," balas pak sopir dan langsung melajukan mobilnya menuju mansion Stefan.
"Mom, nanti mommy mau kan temani Bliel membersihkan kandang singa, kasian kandang singa nya kotor gak ada yang mau bersihin," pinta Briel.
__ADS_1
"Iya, nanti setelah ganti baju dan makan kita langsung membersihkan kandang singa Briel sambil kita mandiin juga singanya biar wangi," balas Rebecca.
"Yeee... terimakasih mommy," senang Briel.
"Sama sama cantiknya mommy," balas Rebecca.
Setelah menempuh perjalanan dengan di iringi cerita cerita Briel akhirnya mereka pun sampai di mansion Stefan.
Rebecca langsung mengajak Briel bersih bersih dan setelah itu dia menyuapi Briel makan.
"Bi tolong habis ini saya minta siapkan alat alat buat bersihin kandang singa Briel ya bi," pinta Rebecca pada pembantu yang kebetulan ada di sana.
"Baik nyah, emang siapa yang mau membersihkan nya, saya dengar dengar gak ada yang berani buat membersihkan kandang singa nona Briel nyah?" balas pembantu itu bertanya.
"Hah nyonya serius, itu singa loh?" kaget pembantu itu tidak pergi.
"Iya saya serius bi, lagian emang kenapa sih?" balas Rebecca.
"Itu singa nyah, meskipun itu kecil tapi tetap saja itu berbahaya,"
"Saya sudah biasa bi, jadi bibi jangan khawatir ya, udah sekarang bibi siapkan alat alatnya aja habis makan ini kita langsung bersih bersih soalnya," balas Rebecca menyuruh agar bibi segera menyiapkan peralatan untuk membersihkan kandang singa itu.
__ADS_1
"Ba-baik nyah," balas pembantu itu dan segera menjalankan perintah Rebecca.
"Udah kenyang mom, ayo kita ke belakang," ajak Briel yang sudah tidak sabar ingin bertemu dengan singa kesayangannya.
"Iya sayang sebentar ya, mommy taruh piringnya di belakang dulu," balas Rebecca yang hendak meletakkan piring kotor di dapur agar di cuci oleh pembantu.
"Iya mom," balas Briel menunggu Rebecca yang tengah pergi ke dapur.
Selesai itu, Rebecca dan Briel pun langsung pergi menghampiri kandang singa milik Briel, terlihat di sana anak singa itu sangat antusias melihat kedatangan mereka.
Saat pintu di buka oleh Rebecca, singa itu langsung lari dan loncat ke arah Briel, dan dengan sigap Rebecca menangkap singa itu agar tidak menimpuk tubuh Briel yang masih kecil.
"Singa, no no no ya, tidak boleh seperti itu, Briel masih kecil, kalau sama saya tidak apa apa ya," ucap Rebecca lembut seperti tengah ngobrol dengan anak manusia.
"Aumm...." auman singa kecil itu seperti mengerti apa yang Rebecca katakan kepadanya.
"Mom, dia sangat nurut sama mommy," kagum Briel yang melihat singa miliknya patuh pada Rebecca.
Rebecca yang mendengar itupun tersenyum, dia menciumi bulu bulu singa itu dengan gemas.
Tanpa Rebecca tahu, ternyata ada pekerja yang lapor kepada Stefan akan kelakuannya di rumah yang mengajak Briel main di kandang singa, tanpa pengawasan anak buah Stefan.
__ADS_1
...***...