
Rebecca sudah berganti pakaian gaunnya tadi dengan kaos over size milik Stefan. Terlihat kaos yang dia pakai itu sampai menutupi setengah pahanya, ya kira kira sama lah panjangnya dengan rok span yang biasa dia pakai kerja.
Tapi ada satu hal yang membuat Rebecca takut untuk keluar dari walk in closed di kamar Stefan. Rebecca tidak memakai Br* karena tadi emang dia tidak memakainya saat memakai gaun.
"Aduh gimana ini, tadi aja tuan Stefan sudah berbicara begitu, kalau sampai aku keluar seperti ini apa kata dia nanti." bingung Rebecca.
Tok tok tok.
Di tengah rasa bingungnya, tiba tiba pintu kaca yang memisahkan ruangan walk in closed dengan kamar Stefan di ketuk. Siapa lagi pelakunya kalau bukan si pemilik kamar.
"Becca kamu sedang apa di dalam kenapa lama sekali, ayo cepat gantian aku juga mau ganti baju." teriak Stefan dari luar.
"I-iya sebentar." balas Rebecca.
"Hufft...." Rebecca menarik nafasnya dalam dan menghembusnya sebelum dia memberanikan diri untuk keluar.
Krekk.
Bunyi pintu yang Rebecca buka.
"Kamu kenapa lama banget sih ganti bajunya, udah kayak orang lagi bo...ker aja."
__ADS_1
Glek.
Stefan langsung meredamkan suaranya saat matanya tak sengaja menatap tonjolan yang sangat menarik perhatiannya. Bahkan adiknya yang ada di bawah saja langsung bereaksi melihat tonjolan itu.
"Maaf tuan, saya permisi dulu." Rebecca langsung berlari ke kamar mandi untuk menghindari Stefan.
"**1*." umpat Stefan mengacak-ngacak rambutnya frustasi karena sekarang dia kebingungan bagaimana nanti cara menidurkan adiknya yang sudah mulai trun on.
Stefan segera masuk ke dalam walk in closed untuk mengganti pakaiannya, sedangkan Rebecca di kamar mandi dia mencuci wajahnya dan juga menggosok giginya sambil bergumam tidak jelas.
"Tuh kan apa tadi, mata tuan Stefan liatin dadaku aja."
"Terus aku harus gimana ini, mana nanti harus tidur satu kamar juga lagi." lanjutnya bergumam.
Tok tok tok.
"Becca kenapa kau lama sekali sih, gak ganti baju gak di kamar mandi kenapa kau lama banget." teriak Stefan membuat Rebecca terperanjat.
"Aduh gimana ini." bingung Rebecca.
"Becca kau tidak tidur di dalam kan." teriak Stefan karena Rebecca diam tak menjawabnya.
__ADS_1
"Iya tuan sebentar." balas Rebecca berteriak.
"Huh, kenapa lama sekali sih." dengus Stefan yang juga ingin cepat cepat ke kamar mandi untuk menenangkan adiknya yang sudah sangat memberontak.
"Tenang Rebecca, bukannya kau dari dulu ingin menggoda pak Stefan, lalu kenapa sekarang harus takut." ucap Rebecca menyemangati dirinya.
"Huh." akhirnya Rebecca pun keluar dari dalam kamar mandi.
Saat dia baru keluar, Stefan langsung menyerobot masuk je dalam kamar mandi karena dia sudah tidak tahan.
"Minggir minggir, lama banget di kamar mandi, bikin orang menunggu saja." omel Stefan masuk kedalam kamar mandi dan menguncinya.
"Huh, syukurlah." lega Rebecca karena Stefan tak menghiraukannya.
Rebecca pun berjalan menuju cermin meja rias yang ada di dalam kamar Stefan untuk melihat penampilannya.
"Sexy juga ternyata." Puji Rebecca baru menyadari ternyata dirinya memang sexy.
Rebecca berdiam diri sangat lama di sana sambil menunggu Stefan keluar dari kamar mandi, tapi entah apa yang Stefan lakukan karena dia sangatlah lama di dalam sana.
"Dia bukan wanita, tapi kenapa sangat lama sekali." gumam Rebecca yang tak melihat adanya tanda tanda Stefan keluar dari kamar mandi.
__ADS_1
...***...