
Rebecca selesai bekerja langsung pulang ke mansion Stefan, saat baru memasuki mansion dia sudah di sambut oleh Briel dan Stefan yang berada di ruang tamu.
"Mommy." Briel berlari menghampiri Rebecca dan langsung memeluknya.
"Sayangnya mommy," balas Rebecca membawa Briel ke dalam gendongannya.
"Bersihkan diri kamu, jangan membawa virus untuk anak saya," ucap Stefan tanpa menatap Rebecca.
Rebecca tersenyum mendengar itu, dia langsung menurunkan Briel dari gendongannya.
"Sayang mommy mau mandi dulu ya, nanti habis itu kita makan malam, Briel belum makan malam kan?" ucap Rebecca bertanya.
"Belum mommy, Bliel menunggu mommy pulang buat makan malam bersama," jawab Briel.
"Ya sudah mommy mandi dulu ya, Briel di sini sama papi," pamit Rebecca sambil mengelus rambut Briel, tak lupa dengan senyuman yang manis yang selalu menghiasi wajahnya.
"Iya mom," balas Briel.
__ADS_1
Rebecca pun langsung beranjak hendak menuju kamarnya yang ada di belakang mansion, tapi saat dia baru melangkah beberapa langkah, suara Stefan menghentikan langkahnya.
"Mandi di kamar tamu, semua barang barang kamu sudah di pindahkan ke sana, mulai sekarang kamu tidur di sana," ucap Stefan dan lagi lagi tanpa menatap Rebecca.
Rebecca menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Stefan dengan penuh tanya.
"Maksud kamu apa ya?" tanya Rebecca tidak mengerti.
Stefan meletakkan handphone nya dan dia mendongakkan kepalanya menatap Rebecca.
"Briel merengek minta tinggal sama kamu di kamar belakang, saya tidak rela kalau anak saya tidur di kamar pembantu, jadi saya suruh pelayan untuk memindahkan barang barang kamu ke kamar tamu," jelas Stefan.
"Baik mas, terimakasih sudah mengizinkan saya tidur di kamar tamu," balas Rebecca tanpa membantah sedikitpun, toh gak ada juga yang perlu dia bantah.
"Kalau begitu saya pamit ke kamar dulu," pamit Rebecca.
"Hmm," balas Stefan.
__ADS_1
Rebecca pun pergi meninggalkan ayah dan anak itu yang tengah sama sama sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing.
"Mau tidur dimana pun juga sama aja, aku gak pernah di hargai," gumam Rebecca saat baru memasuki kamar barunya, yang tak lain adalah kamar tamu.
"Sampai kapan ya seperti ini, apa aku memang tidak pantas untuk di cintai?" lanjutnya yang mulai overtingking.
Rebecca meletakkan tas selempang miliknya, dan mulai merebahkan dirinya sebentar untuk istirahat sebelum dia akan membersihkan tubuhnya.
Rebecca menatap langit langit kamarnya, sekelebat bayangan waktu awal awal dia kenal dengan Stefan muncul di ingatannya.
Dulu Stefan baik kepada dirinya hingga dirinya bertekad untuk menggoda Stefan, tapi sekarang setelah dia sudah bisa menyandang status nyonya Stefan semuanya malah berubah total.
Entah kesalahan apa yang dia lakukan sampai sampai Stefan sangat membenci dirinya, bahkan dia sampai harus di pecat dari pekerjaan yang sangat dia impikan, menjadi sekertaris di perusahaan ternama dan mendapatkan gaji yang besar adalah impiannya selama ini.
"Mungkin gak sih kalau cerita ku nanti akan happy ending?" ucap Rebecca yang tidak yakin kalau dirinya akan bisa hidup bahagia di dalam pernikahan ini.
Lama dia memikirkan nasib hidupnya, hingga akhirnya dia tersadar kalau dirinya harus segera mandi karena Briel sudah menunggu dirinya untuk melakukan makan malam.
__ADS_1
Rebecca langsung berlari ke kamar mandi, dan mulai membersihkan tubuhnya yang sudah kotor karena selesai bekerja seharian ini.
...***...