CEO Duda and Secretary

CEO Duda and Secretary
CDAS#59


__ADS_3

Deg.


Entah sudah ke berapa kalinya Stefan menghina Rebecca dengan kata kata yang sangat hina itu, apa dia tidak berfikir kalau apa yang dia katakan itu dapat melukai hati kecil Rebecca.


"Stop mas, aku memang biasa diam saat kamu hina dengan kata kata yang menjijikan itu, tapi sekarang kamu menghina aku di depan anak aku, maaf mas kali ini aku gak bisa terima itu," balas Rebecca dengan berani.


"Anak kamu? Heh, Briel ini anak saya, kamu itu cuma ibu tiri, kamu ingat itu," balas Stefan sambil menunjuk wajah Rebecca.


"Ibu tiri? Ya aku memang ibu tiri Briel, terimakasih sudah mengingatkan hal itu, aku jadi tidak perlu lagi harus merawatnya dengan baik karena selama ini kamu hanya menganggap aku sebagai ibu tirinya," balas Rebecca yang sudah mulai ada keberanian melawan Stefan.


"Apa maksud kamu, semua yang saya katakan itu tidak salah, kamu memang ibu tiri buat Briel," balas Stefan menatap Rebecca tajam.


"Aku memang ibu tiri Briel mas, tapi selama ini aku selalu menyayangi Briel melebihi kasih sayang seorang ibu kandung, kalau mau kamu aku tetap jadi ibu tiri ya baiklah, aku akan dengan senang hati melakukan itu," jelas Briel.

__ADS_1


"STOP." Briel berteriak menghentikan pertengkaran antara papi dan mommy nya.


"Papi kenapa malahin mommy, mommy gak salah di sini Bliel yang salah kalena Bliel sendili yang sudah ajak mommy membelsihkan kandang sama mandiin singa," marah Briel pada papi nya karena sudah memarahi Rebecca.


"Sayang, sudah ya kamu jangan belain mommy kamu, dia salah jadi harus di hukum," balas Stefan agar anaknya itu tidak membela Rebecca.


"Bliel bilang mommy gak salah itu ya gak salah papi, Bliel yang paksa mommy buat mandiin singa, Bliel yang paksa mommy papi bukan mommy yang ajak Bliel," tegas Briel dengan suara cadelnya yang tidak bisa mengatakan huruf R.


"Tuh dengerin anak mu," balas Rebecca yang sudah tidak ada takut takutnya lagi dengan Stefan.


"Sayang, kamu masuk dulu ya, biar ini jadi urusan papi sama mommy," ucap Stefan dengan lembut pada anaknya agar masuk ke dalam mansion dan tidak ikutan dalam masalah dirinya dengan Stefan.


"Gak mau, pasti papi mau malahin mommy kan? Pokoknya Bliel akan jagain mommy, Bliel gak mau mommy kenapa kenapa," balas Briel mendekati Rebecca.

__ADS_1


Bukannya mendekat pada Briel, Rebecca malah menghindari Briel.


"Saya capek, saya masuk dulu," ucap Rebecca dingin dan pergi meninggalkan anak dan bapak itu.


"Mommy, mommy kenapa pergi, mommy mau kemana?" teriak Briel memanggil Rebecca tapi tak Rebecca hiraukan sehingga membuat Briel bersedih.


"Ini semua gala gala papi mommy jadi malah sama Bliel, Bliel benci sama papi, papi jahat," marah Briel pada Stefan dan dia langsung berlari mengejar Rebecca.


"AAGRRRR...." teriak Stefan frustasi.


"Kenapa jadi seperti ini sih, ini semua gara gara wanita itu," kesal Stefan.


Stefan beranggapan kalau anaknya marah itu terjadi karena Rebecca, padahal kalau di pikir pikir itu salah Stefan sendiri, kenapa dia marahin Rebecca padahal Rebecca gak salah, sekarang Rebecca jadi mendiami anaknya, hingga berujung Briel marah kepada dirinya.

__ADS_1


...***...


__ADS_2