
"Oma," teriak Briel setelah turun dari mobil dan langsung berlari menghampiri Oma Brigitta yang sudah berada di depan rumahnya menyambut kedatangan cucu kesayangannya.
"Sayangnya Oma," balas mama Brigitta menyambut cucunya dan langsung menggendongnya.
"Apa kabar sayang," tanya Oma Brigitta pada Rebecca yang sudah berada di hadapannya.
"Baik ma, maaf Becca baru bisa datang ke sini lagi," balas Rebecca menyalimi mama Brigitta.
"Maaf mengerti kalian sibuk sayang, ayo masuk," balas mama Brigitta mengajak Rebecca masuk ke dalam rumahnya.
Sedangkan Stefan yang merasa tidak di anggap kehadirannya pun cemberut, dulu dia kalah dengan anaknya, dan sekarang dia menambah lagi saingan yaitu istrinya sendiri.
"Ma, apa mama gak merindukan Stefan?" ucap Stefan membuat mama Brigitta yang sudah berjalan akan memasuki rumah menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Stefan.
"Astaga mama lupa kalau ada kamu juga," ucap mama Brigitta sambil tersenyum mengejek.
"Itu mah alasan mama aja, bilang aja mama gak sayang lagi sama stef," balas Stefan.
"Hahaha anak laki mama cemburu, sini ayo masuk ke rumah, adekmu sepertinya sudah menyiapkan makanan untuk kalian," balas mama Brigitta mengajak Stefan masuk.
"Kok kalian bisa tahu kalau kita mau datang ke sini, perasaan Stefan gak ada ngasih tahu kalian deh?" heran Stefan sambil berjalan di samping kiri mama Brigitta, sedangkan Rebecca dia berada di samping kanan mama Brigitta dan Briel yang berada di gendongan mama Brigitta.
__ADS_1
"Bliel yang kasih tahu Oma papi," bukan mama Brigitta yang menjawab, melainkan Briel anak Stefan sendiri.
"Dasar anak Stefan," batin Stefan.
"Cucu Oma emang pinter," ucap Oma Brigitta memuji Briel sambil mencium pipinya gemas.
"Iya dong, kan anak mommy," balas Briel.
"Kok anak mommy sih, Briel itu anak papi," balas Stefan tak setuju dengan apa yang anaknya katakan.
"Gak mau, papi jahat Briel gak suka sama papi, Briel lebih suka sama mommy," balas Briel.
"Iya dong, iya kan mom," balas Briel menatap mommy nya.
"Iya sayang," balas Rebecca.
"Aunty," ucap Briel yang melihat ada Ica di meja makan tengah menyajikan makanan.
"Sayangnya aunty." Ica datang menghampiri Briel dan langsung mengambil Briel dari gendongan mama Brigitta dan langsung menggendongnya.
Ica menciumi seluruh wajah Briel karena saking kangennya dia dengan keponakannya itu.
__ADS_1
"Iiih aunty gelii." Briel kegelian karena Ica terus menciumi wajahnya.
"Hahahaha mommy tolong Bliel, hahahaha...." Briel meminta tolong Rebecca.
"Papi tolong Bliel, hahaha stop aunty ini gelii,"Briel begitu kegelian, hingga dia tertawa dengan kerasnya.
"Ica sudah kasian cucu mama," ucap mama Brigitta menghentikan kegiatan anak perempuannya yang tengah menggoda cucunya.
"Habisnya aku kangen banget sama Briel ma, mas Stefan sih gak pernah ajak Briel sama mbak Rebecca ke sini," balas Ica yang malah menyalahkan mantan kakak iparnya itu.
"Lah kok aku yang salah, dah lah emang aku gak pernah bener di sini," cemberut Stefan karena sedari tadi dia seperti serba salah dan tak di anggap di sana.
"Hahaha maafkan aku mas," balas Ica sambil menertawakan Stefan.
"Sudah sudah, kalian pasti lapar kan, ayo kita makan sekarang nanti keburu dingin," ajak mama Brigitta agar anak dan menantunya itu tidak ribut lagi dan segera makan.
"Baik ma," balas mereka kompak.
Mereka semua pun makan bersama sambil mendengarkan celotehan Briel yang ada saja apa yang dia tanyakan.
...***...
__ADS_1