
Hari sudah larut malam, Stefan baru saja keluar dari perusahaan setelah seharian bekerja.
Tubuhnya sangat lelah, dia berjalan dengan lesu menuju mobilnya, dan langsung melakukannya menuju mansion miliknya.
"Hari yang sangat melelahkan," gumam Stefan sambil mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang.
Stefan fokus menatap jalanan yang ada di depannya, hingga sorot matanya menangkap sosok wanita yang sangat dia kenali.
"Rebecca, sedangkan apa dia di hotel?" tanya Stefan yang melihat keberadaan Rebecca yang baru saja keluar dari dalam hotel.
Stefan menepikan mobilnya, dan hendak turun menghampiri Rebecca tapi niatnya dia urungkan karena ada sosok yang baru saja datang menghampiri Rebecca.
"Apa yang Mereka lakukan di sini?" tanya tanya Stefan.
Pikiran Stefan semakin negatif tingking setelah apa yang dia lihat.
"Ternyata selama ini aku gak salah menilai dia, dia memang wanita murahan yang suka tidur dengan banyak pria." Stefan menatap ke arah Rebecca yang tengah berbincang dengan lelaki yang tak lain adalah Gilang, hingga berakhir Rebecca masuk ke dalam mobil Gilang dan di ikuti Gilang.
Tak lupa Stefan memotret mereka berdua sebagai bukti nanti kalau Rebecca mengelak apa yang Stefan katakan.
__ADS_1
"Aku harus mengikuti mereka," ucap Stefan meletakkan handphonenya kembali dan mulai menyalakan mobilnya untuk mengikuti kemana arah mobil Gilang pergi.
"Saya yang suami sah nya saja belum pernah menyentuh dia seujung kuku pun, tapi pria lain dengan mudahnya meniduri dia," gumam Stefan sambil menatap tajam mobil Gilang yang ada di depannya.
"Oh ternyata mereka mau pulang," lanjut Stefan saat menyadari kalau jalan yang dia lewati menuju ke arah mansionnya.
Stefan pun menancap gas mobilnya dan menyalip mobil Gilang agar dia yang sampai duluan di mansion.
Rebecca dan Gilang tidak menyadari kalau sedari tadi ada yang mengawasi mereka berdua, mereka berdua asik bercengkrama di dalam mobil membicarakan pekerjaan yang mereka kerjakan hari ini.
"Hahaha iya bapak benar, pesta ulang tahunnya tadi konsepnya sungguh aneh," balas Rebecca sambil tertawa mengingat konsep pesta ulang tahu klien mereka tadi.
Ya, tadi cafe tempat Rebecca bekerja tengah mendapatkan catering di acara pesta ulang tahun seseorang dan tepatnya berada di hotel.
Tapi setelah acara selesai teman teman Rebecca yang lain pulang dengan kendaraan mereka sendiri sendiri, sedangkan Rebecca yang memang tidak membawa kendaraan pribadi pun di tawarin tumpangan oleh Gilang selaku manager cafe.
Rebecca menerima saja karena memang dirinya juga sudah sangat lelah kalau harus mencari kendaraan untuk dia pulang.
"Terimakasih atas tumpangannya pak," ucap Rebecca saat Gilang menurunkannya di depan mansion Stefan.
__ADS_1
"Iya sama sama, ya sudah saya pergi dulu," balas Gilang.
"Iya pak hati hati," balas Rebecca.
Rebecca menatap kepergian mobil Gilang, dan setelah tidak terlihat barulah dia mulai melangkahkan kakinya memasuki mansion Stefan.
Ceklek.
Prok prok prok....
Saat baru membuka pintu, Rebecca sudah di sambut tepukan tangan oleh Stefan, dan tak lupa wajah Stefan menatap Rebecca dengan tatapan yang seolah merendahkan Rebecca.
"Bagus ya, anak di telantarkan malah asik main di hotel sama laki laki, du bayar berapa emang kamu hmm?" ucap Stefan dengan senyuman mengejeknya pada Rebecca.
"Apa maksud kamu?" balas Rebecca yang tidak mengerti dengan apa yang Stefan katakan.
"Cih, gak usah berlagak sok polos ya, saya sudah melihat dengan mata kepala saya sendiri kalau kamu main dengan laki laki yang katanya manajer kamu itu di hotel, emang kamu di kasih apa sama dia?"
"Dasar murahan," lanjut Stefan menghina Rebecca.
__ADS_1
Plak.
...***...