
Rebecca bekerja dengan baik hari ini, meskipun dia karyawan baru tapi dia cepat tanggap dalam belajar, sehingga membuat karyawan lainnya senang karena tak harus repot repot memberitahu Rebecca.
"Kamu pulang sama siapa becca?" tanya Yuri yang tengah berjalan keluar dari cafe bersama Rebecca.
"Sepertinya aku akan cari go car, soalnya hujan jadi gak mungkin kalau cari grab," jawab Rebecca memandang ke depan cafe yang tengah hujan deras.
"Ya udah aku duluan ya, itu aku udah di jemput sama pacar aku," pamit Yuri.
"Iyo hati hati ya," balas Rebecca dan Yuri pun pergi meninggalkan Rebecca seorang diri.
Kebetulan mereka karyawan terakhir yang pulang, karena mereka mendapatkan tugas untuk mengunci pintu cafe, jadi sekarang tinggal lah Rebecca seorang diri yang tengah berdiri di depan cafe sambil mengotak atik handphonenya untuk mencari ojek mobil.
"Loh becca kok masih di sini?" tanya seseorang membuat Rebecca langsung mengalihkan pandangannya ke arah samping.
"Ehh bapak, kok belum pulang?" kaget Rebecca yang melihat atasannya berada di samping belakangnya.
"Iya tadi saya ada keperluan sama orang di samping, kamu gak pulang?" balas Gilang bertanya.
"Pulang kok pak, ini saya lagi cari grab," jawab Rebecca.
__ADS_1
"Mana ada grab yang mau menerima pesanan kamu hujan deras seperti ini, ayo bareng sama saya aja nanti saya anterin sampai depan rumah kamu," tawar Gilang mengajak Rebecca untuk bareng bersama nya.
"Ehh gak usah pak, nanti saya merepotkan bapak. Lagian pasti sebentar lagi ada yang mau menerima orderan saya kok pak," tolak Rebecca secara halus, dia tidak mau merepotkan atasannya itu.
"Udah ayo bareng saya aja, uang ongkos nya bisa kamu simpan buat besok, lagian emang kamu gak takut sendirian di sini, saya denger denger sih ada beberapa karyawan yang pernah melihat itu," ucap Gilang menakut nakuti Rebecca.
"Itu apa pak?" tanya Rebecca tidak mengerti.
"Masak kamu gak tahu sih, itu lho yang suka godain manusia," balas Gilang.
"Godain manusia? Orang gila maksud bapak?" balas Rebecca menebak apa yang Gilang maksud.
"Trus apaan pak, preman?" balas Rebecca terus mencoba menebak apa yang Gilang maksud.
"Malah preman, di daerah sini itu aman tidak ada preman di sini," balas Gilang.
"Trus apaan dong pak, jangan buat saya takut," tanya Rebecca penasaran.
"Itu lho, setan, kata beberapa karyawan di sini tempatnya rada rada angker," jelas Gilang.
__ADS_1
"Hah beneran pak?" takut Rebecca.
"Iya lho, mana mungkin saya bohong sama kamu," balas Gilang meyakinkan.
"Udah ayo cepat naik ke mobil saya, percuma kamu nunggu grab pasti bakalan lama, trus nanti kamu nunggu sendok di sini di godain itu deh." Gilang menakut nakuti Rebecca agar mau pulang bersamanya.
"Aduh gimana ya pak," bingung Rebecca.
"Udah ayo naik, kelamaan kamu kalau mikir nanti keburu semakin malam," balas Gilang mengajak Rebecca.
"Ya sudah deh pak, tapi ini beneran tidak merepotkan bapak kan?" tanya Rebecca memastikan.
"Enggak, udah ayo naik," ajak Gilang agar Rebecca segera masuk ke dalam mobil miliknya.
"Baik pak," balas Rebecca dan langsung naik ke dalam mobil Gilang.
"Sudah?" tanya Gilang bertanya apakah Rebecca sudah siap atau belum.
"Hmm udah," balas Rebecca dan Gilang pun mulai menjalankan mobilnya meninggalkan parkiran cafe nya.
__ADS_1
...***...