
Stefan dan Rebecca sudah sampai di rumah sakit yang Ica katakan, mereka saat ini berjalan menuju ruangan tempat mama Brigitta di rawat.
"Mama Brigitta sakit apa tuan?" tanya Rebecca penasaran.
"Jantung mama kambuh lagi, dan ingat nanti saat di dalam jangan memanggilku tuan, bisa bisa nanti malah bikin mama semakin parah sakitnya kalau sampai kamu panggil saya tuan." ucap Stefan mengingatkan.
"Baik tuan." balas Rebecca.
Ceklek.
Stefan membuka pintu ruangan mama Brigitta, terlihat di sana ada mama Brigitta yang tengah di suapi Ica makan.
"Selamat siang ma, maaf Stefan lama datangnya, keadaan mama gimana, gak ada yang parah kan?" cerocos Stefan yang khawatir dengan keadaan mama Brigitta.
Mama Brigitta adalah orang tua satu satunya yang Stefan miliki, meskipun bukan orang tua kandung tapi Stefan sangat menyayangi mama Brigitta karena mama Brigitta sangat baik kepada Stefan saat semasa pernikahan Stefan dengan Bella dulu.
__ADS_1
"Kata dokter tadi kejadian seperti ini tidak boleh terulang kembali, atau nanti bisa berakibat fatal terhadap penyakit mama." jelas Ica.
"Emang tadi gimana sih, kok bisa sembuh gitu, perasaan semalam mama sehat sehat aja?" tanya Stefan.
"Aku juga tidak tahu, tadi tahu tahu mama sudah pingsan di ruang tamu." jawab Ica.
Mama Brigitta yang memang sadar hanya diam saja mendengarkan pembicaraan anaknya.
"Ma, bilang sama Stefan apa yang tadi membuat sakit mama sampai kambuh seperti ini, biar Stefan kasih pelajaran?" tanya Stefan kepada mama Brigitta.
"Mama tadi membaca pesan dari teman mama, katanya kamu sama Rebecca itu hanya pura pura saja, kalian hanya membohongi mama dalam hubungan kalian ini." jawab mama Brigitta membuat Stefan dan Rebecca langsung saling pandang satu sama lain.
"Iya ma, mama gak perlu pikirin apa kata mereka, karena kita memang punya hubungan asli kok gak bohongin mama." balas Rebecca mengelus tangan mama Brigitta.
"Maafkan Rebecca ma, karena sudah membohongi orang sebaik mama." batin Rebecca merasa bersalah karena sudah berbohong.
__ADS_1
"Kalau kalian ada bukti mungkin mama tidak akan kepikiran, ini kalian gak ada bukti yang bisa meyakinkan mama Stef." balas mama Brigitta.
"Iya kak, lagian kalau di pikir pikir bisa saja kalian bohong, secarakan selama ini kakak adem ayem saja gak ada temen cewek, ehh taunya tiba tiba bawa wanita tepat di saat mama ingin memperkenalkan anak teman mama, siapa coba yang gak curiga, aku aja curiga kok." setuju Ica.
"Terus Stef harus melakukan apa biar kalian percaya sama hubungan Stefan sama Rebecca, apakah Stefan harus menikahi Rebecca dulu?" balas Stefan.
Mata Rebecca melotot mendengar apa yang Stefan ucapkan. Stefan ini kalau ngomong kenapa gak bisa di tahan dikit sih, bagiamana nanti kalau malah kebohongan ini semakin jauh, pikir Rebecca.
"Boleh, mama langsung memberikan restu kalau kalian menikah, apalagi menikahnya sekarang. Mama juga sudah tidak sabar ingin menjadikan Rebecca bagian dari keluarga kita." balas mama Brigitta membuat Stefan kaget.
"Aduh, nih mulut kenapa gak bisa di kontrol sih." batin Stefan.
"Iya benar, aku juga setuju kalau kakak menikah dengan Rebecca, apalagi acara pernikahannya di lakukan sekarang." setuju Ica.
"HAH." kaget Stefan dan Rebecca.
__ADS_1
Menikah sih menikah, tapi kenapa harus hari ini juga, emang di kira menikah itu gak butuh persiapan apa.
...***...