CEO Duda and Secretary

CEO Duda and Secretary
CDAS#36


__ADS_3

Pernikahan yang sangat di ingin inginkan oleh mama Brigitta pun sudah terjadi, sekarang Stefan dan Rebecca sudah sah menjadi suami istri.


Pernikahan yang di lakukan di dalam sebuah ruang rawat inap rumah sakit dan hanya di hadiri oleh beberapa saksi di antaranya ada dokter dan suster pun telah selesai, sekarang mereka berdua sudah sah menjadi suami istri.


"Selamat ya sayang, sekarang kalian berdua sudah sah menjadi suaminya istri. Stefan mama minta sama kamu jaga Rebecca baik baik ya, jangan mengulangi kesalahan yang sama lagi, ingat pasti akan ada penyesalan setelah apa yang kamu lakukan nanti, dan mama yakin kamu pasti sudah belajar dari pengalaman yang pernah kamu alami." ucap mama Brigitta memberikan pesan agar Stefan tidak mengulangi kesalahan yang sama lagi.


Yaitu tidak mencintai istrinya dengan baik dan berakhir penyesalan setelah di tinggal pergi oleh istrinya.


"Iya ma, Stefan akan mencoba untuk menjadi suami yang baik serta kepala keluarga yang baik untuk Rebecca dan keluarga Stefan." balas Stefan.


"Sayang maafkan aku karena sudah menghianati kamu, kamu tidak perlu khawatir kamu akan tetap ada di dalam hati ini, di sebuah ruangan yang khusus aku persembahkan untuk kamu." batin Stefan.


Stefan merasa bersalah karena sudah tidak setia lagi kepada almarhum istrinya, dulu dia berfikir tidak akan menikah lagi, tapi nyatanya berbeda, sekarang dia malah sudah menikah dengan sekertarisnya sendiri.

__ADS_1


"Rebecca, mama gak mau berpesan banyak banyak sama kamu, cukup sayangi dan cintai anak mama dan cucu mama itu sudah cukup buat mama, mama yakin kamu pasti bisa merawat rumah tangga kamu dengan baik, mama percaya sama kamu." kini giliran Rebecca yang mendapatkan pesan pesan dari mama Brigitta.


"Iya ma, Rebecca akan mencoba untuk menjadi istri serta ibu sambung yang baik buat Stefan dan Briel. Rebecca minta doanya sama mama supaya rumah tangga Rebecca selalu di berikan kebahagiaan dan ketentraman." balas Rebecca.


"Tanpa kamu minta mama setiap hari sudah pasti mendoakan anak anak mama agar di berikan yang terbaik untuk hidupnya." balas mama Brigitta.


"Kak selamat ya, Ica senang karena sekarang kak Stef sudah menemukan pengganti kak Bella. Ica minta sama kakak tolong perlakukan Rebecca, ehh maksud Ica kak Rebecca dengan baik." ucap Ica memberikan ucapan dan pesan kepada Stefan.


"Iya terimakasih, kamu masih kecil gak usah sok begitu." balas Stefan.


"Hmm." balas Stefan malas.


"Kak Rebecca, sekarang sudah menjadi kakaknya Ica. Ica boleh gak mengganggap kak Rebecca seperti kakak kandung Ica, soalnya Ica kangen banget sama kak Bella, Ica pengen banget bisa punya temen curhat seperti teman teman Ica yang pada curhat sama kakaknya." ucap Ica kepada Rebecca.

__ADS_1


"Boleh kok, aku malah senang kalau kamu mau menerima aku, aku sempat takut waktu pertama ketemu sama kamu kalau kamu akan menolak aku." balas Rebecca.


"Yeee... Ica punya saudara lagi." senang Ica seperti anak kecil, padahal dia sudah berumah tangga.


"Gak usah kayak anak kecil gitu deh, lagian kamu kan sudah punya Nino buat jadi teman curhat kamu, emang masih kurang?" tanya Stefan.


"Itu kan beda kak, curhat sama sesama perempuan itu lebih enak, apalagi kalau masalah tentang wanita." balas Ica.


"Iya deh terserah kamu saja." ngalah Stefan.


Mama Brigitta yang melihat keakraban anak dan menantunya itupun merasa bahagia, dia merasa tugasnya sudah selesai di sini.


Dia kembali mengingat masa masa di mana putrinya yang telah tiada, sebelum pergi Bella sempat berpesan agar mama Brigitta bisa membantu Stefan untuk mencari pengganti dirinya dan mengganti ibu sambung buat Briel.

__ADS_1


Bella juga menceritakan semuanya masa masa hidup berumah tangga dengan Stefan, awalnya mama Brigitta marah tapi Bella berpesan agar tidak pernah marah ataupun menyalahkan Stefan, alhasil mama Brigitta pun tidak pernah marah kepada Stefan, hanya memberikan beberapa wejangan saja.


...***...


__ADS_2