CEO Duda and Secretary

CEO Duda and Secretary
CDAS#16


__ADS_3

Di tengah malam, entah kenapa Rebecca bisa jalan dalam tidurnya, Rebecca berjalan keluar dari kamar Briel dan langsung masuk ke dalam kamar yang pemiliknya adalah Stefan.


Rebecca berjalan menuju ranjang Stefan yang di sana ada Stefan yang tengah tertidur dengan pulas nya.


"Kenapa kau sangat tampan sekali tuan." ucap Rebecca dalam tidurnya dan langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang samping tempat Stefan tertidur.


Stefan yang merasa ada pergerakan pun langsung memeluk sesuatu yang ada di sampingnya, dan Rebecca yang mendapatkan pelukan seperti itupun langsung membalas pelukan Stefan juga.


Mereka berdua tertidur sambil berpelukan satu sama lain, hingga pagi menjelang dan matahari sudah mulai nampak di ufuk timur pun mereka belum juga membuka matanya.


"Iih ini papi kenapa belum bangun lagi sih, Tante cantik juga kenapa pulangnya gak bilang bilang dulu sama Bliel, kan Bliel jadi nyariin." grutu Briel yang baru keluar dari kamarnya sudah dengan seragam lengkap yang melekat di tubuhnya.


"Selamat pagi nona muda." sapa kepala pelayan menyambut kedatangan Briel di lantai bawah.


"Papi kenapa lama sih bangunnya, Bliel kan mau di atar sekolah sama papi." ucap Briel.


"Mungkin tuan kelelahan non, kan papi kerja terus mungkin papi nona capek." balas kepala pelayan.


"Huh, papi emang lama." balas Briel dan naik kembali ke lantai atas di mana ada kamarnya dan kamar papinya berada.

__ADS_1


Briel mulai membuka kamar papinya yang memang tidak terkunci, saat masuk ke dalam mata Briel memicing sempurna saat melihat pandangan yang ada di atas ranjang.


"Itu papi tidur sama siapa?" tanya Briel kepada dirinya sendiri.


Dengan cepat kaki kecil Briel berlari menuju tempat tidur papinya, dan matanya langsung melotot saat melihat kalau papinya tengah tidur memeluk Rebecca.


Tak lupa tangan mungilnya juga menutup mulutnya yang sangat kecil, karena saking syoknya melihat pemandangan yang ada di hadapannya.


"PAPI, kok tidur sama Tante cantik." teriak Briel yang sangat memekikkan telinga pendengarnya.


Stefan dengan gelagapan membuka matanya dan langsung terduduk dan dia melihat anaknya yang tengah melotot menatap dirinya.


"Sayang." Stefan akan beranjak bangun, tapi dia baru menyadari kalau ada yang aneh dengan tempat tidurnya saat ini.


"Kau...." mata Stefan langsung kaget melihat keberadaan Rebecca di samping tempat dia tidur.


Stefan mencoba mengingat apa yang terjadi kepadanya semalam, dan dalam ingatannya dia hanya tidur seorang diri, tapi kenapa ini bisa ada Rebecca di sana.


"Papi tidak tahu sayang," balas Stefan jujur.

__ADS_1


Glek.


Stefan menelan ludahnya kasar, saat dia melihat pakaian Rebecca yang tersingkap naik dan memperlihatkan perut rata Rebecca.


...***...


PAPI, kok tidur sama Tante cantik." teriak Briel yang sangat memekikkan telinga pendengarnya.


Stefan dengan gelagapan membuka matanya dan langsung terduduk dan dia melihat anaknya yang tengah melotot menatap dirinya.


"Sayang." Stefan akan beranjak bangun, tapi dia baru menyadari kalau ada yang aneh dengan tempat tidurnya saat ini.


"Kau...." mata Stefan langsung kaget melihat keberadaan Rebecca di samping tempat dia tidur.


Stefan mencoba mengingat apa yang terjadi kepadanya semalam, dan dalam ingatannya dia hanya tidur seorang diri, tapi kenapa ini bisa ada Rebecca di sana.


"Papi tidak tahu sayang," balas Stefan jujur.


Glek.

__ADS_1


Stefan menelan ludahnya kasar, saat dia melihat pakaian Rebecca yang tersingkap naik dan memperlihatkan perut rata Rebecca.


***


__ADS_2