CEO Duda and Secretary

CEO Duda and Secretary
CDAS#35


__ADS_3

"Ya udah ma, aku cari penghulu dulu ya, kalian nikah secara agama saja dulu, nanti baru di sahkan di kantor KUA." ucap Ica dan berlalu pergi begitu saja tanpa menunggu persetujuan dari Stefan dan juga Rebecca.


"Ehh Ica." panggil Stefan tapi Ica tak menghiraukannya.


"Udahlah ini juga demi kebaikan kalian juga, mama juga senang kalau bisa melihat kamu menikah lagi di sisa umur mama ini." ucap mama Brigitta dengan raut wajah yang bahagia karena sebentar lagi Stefan akan menikah.


"Tapi ma, apakah ini tidak terlalu terburu buru, menikah kan juga butuh persiapan dulu." balas Stefan berusaha merayu mama Brigitta agar tidak jadi menikahkan dirinya dengan Rebecca.


"Sudahlah Stef ini demi kebaikan kalian juga, Briel juga mama yakin pasti dia akan bahagia kalau tahu Rebecca akan menjadi mamanya." balas mama Brigitta.


"Tapi ma...."


"Mama ingin sebelum mama meninggal melihat kalian menikah dulu." potong mama Brigitta dengan wajah yang sedu.


"Ma, mama jangan bicara seperti itu, oke baiklah Stefan akan menikahi Rebecca sekarang." kelemahan Stefan adalah mama Brigitta, apapun akan dia lakukan asal itu yang terbaik buat mama Brigitta dan juga Briel.

__ADS_1


"Terimakasih nak, Rebecca sayang kamu mau kan menikah dengan Stefan sebentar lagi?" tanya mama Brigitta kepada Rebecca yang diam membisu.


Rebecca melirik Stefan, dan dia bisa melihat dari kode yang Stefan berikan itu menyuruhnya untuk mengiyakan apa yang mama Brigitta inginkan.


"I-iya ma." balas Rebecca gagap.


"Terimakasih sayang, kamu memang calon menantu mama yang baik, mama yakin pasti setelah ini rumah tangga kalian akan selalu di berikan kebahagiaan." doa mama Brigitta.


"Aamiin, semoga saja ini memang jalan yang terbaik untukku." batin Rebecca.


"Eemm... Stefan izin mau ngomong berdua sama Rebecca boleh kan ma, mama tidak apa kan kalau Stefan tinggal sendiri di sini?" izin Stefan.


Stefan pun langsung menarik tangan Rebecca, dia membawa Rebecca keluar dari ruangan mama Brigitta.


"Yes berhasil, sebenar lagi Rebecca akan menjadi menantuku juga." senang mama Brigitta karena rencananya dengan Ica berhasil.

__ADS_1


Ya, sakit yang mama Brigitta alami itu hanya bohongan, nyatanya mama Brigitta sehat sehat saja. Ini semua adalah ide dari Ica, karena Ica sangat tahu bagaimana Stefan kalau sudah menyangkut dengan kesehatan mama Brigitta.


Dan benar saja, rencana yang mereka buat berjalan sangat lancar, tinggal menunggu akad nikahnya saja.


Sementara itu di tempat Stefan, dia membawa Rebecca ke atap rumah sakit. Di sana keadaannya sepi jadi aman kalau harus berbicara berdua di sana.


"Maaf tuan bagaimana ini, perjanjian awal kita saya hanya akan menemani anda makan malam saja, tapi kenapa harus berlanjut seperti ini. Apa tidak sebaiknya kalau anda jujur saja kepada mama Brigitta." ucap Rebecca kepada Stefan yang ada di depannya.


"Kau jangan gila, kalau sampai mama tahu kalau hubungan ini hanya pura pura nanti penyakit mama malah semakin parah." balas Stefan tak setuju dengan ide Rebecca.


"Lalu kita harus bagaimana tuan, pernikahan itu bukan ajang permainan."


"Kita jalanin aja dulu, nanti kalau kita tidak saling cocok saya kan bisa menceraikan kamu." balas Stefan santai.


Deg.

__ADS_1


Apa pernikahan ini nanti hanya sebagai ladang bisnis Stefan saja, pikir Rebecca.


...***...


__ADS_2