
Selesai makan bersama, mereka langsung menemani Briel bermain, meskipun Briel tidak membawa mainan dari rumahnya, Briel tetap bisa bermain dengan banyak mainan, karena di rumah mama Brigitta sudah di sediakan mainan yang banyak untuk Briel.
"Gimana sayang, apa kamu sudah isi?" tanya mama Brigitta pada Rebecca yang tengah duduk di sampingnya.
"Uhuk uhuk," Stefan yang tadi tengah menyeruput teh hangat pun seketika tersedak mendengar pertanyaan mama Brigitta pada Rebecca.
"Pelan pelan dong stef kalau minum, kamu ini kayak Briel saja kalau minum, padahal udah dewasa," ucap mama Brigitta pada Stefan.
"Hehehe iya ma, ini tadi Stefan lupa tiup teh nya, jadi Stefan kepanasan," balas Stefan bohong.
"Gimana sayang, udah isi belum?" ulang mama Brigitta mengulang pertanyaan lagi pada Rebecca.
"Minta doanya saja ma," balas Rebecca dengan senyuman yang sangat manis untuk menutupi keadaan rumah tangganya.
"Pasti sayang, mama selalu mendoakan rumah tangga kalian," balas mama Brigitta.
__ADS_1
"Bagiamana mau punya anak, kita berhubungan aja baru semalam," batin Rebecca dengan wajah yang senan tiasa tersenyum.
"Jebol aja baru semalam, gimana mau isi," batin Stefan juga.
"****, kenapa dia tersenyum begitu manis sih, bisa gak tahan aku nanti," lanjut Stefan dalam hatinya saat melihat senyuman Rebecca yang sangat manis saat berbicara dengan mama Brigitta.
"Mbak Becca jangan masukkan pertanyaan mama ke hati ya mbak, mama gak bermaksud menyinggung mbak Becca kok, aku juga udah lama menikah tapi masih belum punya anak," ucap Ica yang takut kalau Rebecca akan tersinggung dengan pertanyaan yang mama Brigitta berikan.
"Enggak kok, mama gak salah tanya seperti itu, karena mama juga kan pasti penasaran dan ingin segera punya cucu lagi," balas Rebecca yang tidak tersinggung dengan pertanyaan mama Brigitta sama sekali.
"Iya kak, menikah bukan ajang untuk buat anak, aku sama suami gak mempermasalahkan soal momongan, kalau mau punya anak kan kita bisa mengadopsi anak di luar sana," balas Ica.
"Iya kamu benar,"balas Rebecca.
"Mama bangga punya anak anak seperti kalian yang sangat dewasa, mama sebagai orang tua hanya bisa mendoakan agar rumah tangga kalian selalu di berikan kebahagiaan dan keharmonisan," ucap mama Brigitta yang merasa bangga mempunyai anak yang pemikirannya sangat dewasa.
__ADS_1
"Kan mama yang ngajarin kita untuk tidak mengeluh, karena banyak di luar sana yang lebih menderita dari kita," balas Ica.
"Uuuh anak anak mama memang hebat." mama Brigitta memeluk Ica dan juga Rebecca yang berada di samping kanan kirinya.
"Kok Bliel gak di ajak pelukan sih," cemberut Briel yang melihat Oma, mommy beserta aunty nya berpelukan.
"Aduh Oma lupa, sini cucu Oma kita pelukan," pangil mama Brigitta dan Briel pun langsung berlari bergabung ke pelukan ketiga wanita itu.
"Dahlah lagi lagi aku terasingkan di sini," cemberut Stefan yang tidak ada teman lelakinya.
"Hahaha... tungguin aja mas, nanti kalau suami aku udah pulang mas Stefan pasti ada temannya," balas Ica.
"Kalian nginap di sini ya, nanti biar Briel tidur sama mama, mama masih kangen sama kalian," pinta mama Brigitta.
Deg.
__ADS_1
...***...