
Stefan sudah sampai di perusahaan miliknya dan langsung di sambut oleh asistennya yaitu Julian.
"Selamat pagi tuan," sapa Julian.
"Hmm," balas Stefan memasuki ruangannya.
"Apa kegiatan saya hari ini?" tanya Stefan pada Julian.
"Setelah ini anda ada meeting dengan beberapa staf kantor, dan setelah itu ada akan meeting bersama klien asal jepang di restoran yang sudah di tentukan oleh pihak sana," jelas Julian mengatakan jadwal Stefan hari ini.
"Setelah itu apakah ada lagi?" tanya Stefan.
"Tidak ada tuan, mungkin hanya menandatangani beberapa berkas di kantor," jawab Julian.
"Kosongkan jadwal saya sore nanti, saya akan pergi ke markas untuk melihat keadaan di sana, sudah lama saya tidak kesana," perintah Stefan.
"Baik tuan, nanti saya akan mengabari Alex bahwa anda akan pergi ke sana," balas Julian dan di angguki Stefan.
"Kalau begitu saya permisi dulu tuan, saya akan mempersiapkan berkas berkas buat meeting dulu," lanjut Julian, pamit pergi kembali ke ruangannya untuk menyiapkan berkas berkas buat rapat.
"Hmm, pangil saya kalau sudah siap," balas Stefan.
__ADS_1
"Baik tuan." Julian pun pergi meninggalkan ruangan Stefan.
Setelah Rebecca di pecat, sekarang pekerjaan Julian jadi bertambah double, dia jadi menghandle pekerjaan Rebecca juga, sebenarnya Julian sudah menyarankan Stefan untuk mencari sekertaris baru, tapi Stefan menolaknya.
...**...
Sementara itu, setelah pulang dari cafe Rebecca memilih pergi menuju padepokan, dia begitu rindu dengan si cantik, singa betina yang menjadi tempat bercerita di kala Rebecca ada masalah seperti sekarang ini.
"Assalamualaikum Abah," sapa Rebecca pada Abah Ramli yang kebetulan berada di depan padepokan.
"Waalaikum salam, Becca bagaimana keadaan kamu nak, sudah lama kamu tidak main ke sini," sambut Abah Ramli yang melihat kedatangan Rebecca.
"Abah juga baik, ayo masuk yang lain ada di dalam," ajak Abah Ramli dan di angguki Rebecca.
Mereka berdua pun masuk ke dalam padepokan, di halaman sana terlihat ada beberapa orang yang tengah melatih anak anak bela diri seperti Rebecca sewaktu belum bekerja dulu.
"Bah Becca pergi liat si cantik dulu ya, nanti Becca samperin Abah lagi," pamit Rebecca saat mereka melewati jalan menuju kandang si cantik, singa kesayangan Rebecca.
"Kamu ini dari dulu gak pernah berubah, selalu saja singa itu yang kamu samperin saat datang ke sini." Abah Ramli menggelengkan kepalanya.
"Ya sudah sana, Abah masuk ke dalam dulu," lanjut Abah mengizinkan Rebecca untuk pergi melihat singa peliharaan nya.
__ADS_1
"Oke bah," balas Rebecca dan langsung pergi menuju kandang singa milik Abah.
AARWWW...
Auman singa dapat Rebecca dengan saat dirinya mendekati kandang itu, sepertinya si cantik tahu akan kedatangan Rebecca.
"Hai cantik, apa kabar kamu, aku kangen banget sama kamu," ucap Rebecca saat sudah sampai di depan kandang si cantik.
Melihat kedatangan Rebecca, singa itupun langsung berdiri dari posisi duduknya dan menghampiri Rebecca.
AARWWW...
Singa itu menggeliat saat tangan Rebecca membelai kepalanya.
"Kamu pasti belum makan ya, kebetulan tadi aku sempat beli makanan untuk kamu, bentar ya aku ambil dulu." Rebecca mencari daging yang sudah dia beli tadi sebelum dia pergi ke padepokan.
Rebecca memberikan beberapa potong daging itu pada si cantik, dan langsung di sambut dengan lahap oleh si cantik.
"Makan yang kenyang ya, nanti aku akan banyak cerita sama kamu, biar kamu gak lapar," ucap Rebecca sambil mengelus kepala singa itu.
...***...
__ADS_1