
Tengah malam Stefan terbangun, dia melihat ke arah samping dimana ada putri nya yang tengah memeluk Rebecca.
Dengan senyuman liciknya, Stefan langsung menggeser posisi tidur anaknya dan Rebecca agar sedikit lebih ke tengah, baru setelah itu dia tidur di belakang Rebecca.
"Ah ganggu aja nih baju." Stefan melepaskan bajunya dan hanya menyisakan celana boxer ketat miliknya.
Stefan langsung memeluk Rebecca dari belakang dan semakin mengikis jarak di antara mereka.
"Ternyata enak juga tidur peluk istri kayak gini," batin Stefan senang karena menemukan posisi yang baru buat tidur.
Tangan nakal Stefan pun langsung mencari sesuatu yang mulai mencuri perhatiannya sedari tadi, yaitu bulat bulat yang ada di dada Rebecca.
Rebecca tidak terganggu sama sekali dengan apa yang Stefan lakukan pada tubuhnya, mungkin karena saking lelahnya dia jadi tidurnya semakin pulas.
...**...
"PAPIII...." teriak Briel memenuhi seluruh penjuru kamar.
"Astaga," kaget Stefan dan Rebecca.
"Papi jahat, papi pindahin Bliel tidulnya," marah Briel pada Stefan.
Briel bangun, dia melihat posisi tidurnya yang berpindah, yang tadinya posisinya berada di tengah antara Stefan dan Rebecca, menjadi dia di pinggir dengan Rebecca yang berada di tengah antara Briel dan Stefan.
"Kenapa sayang kok teriak teriak?" tanya Rebecca dengan lembut.
Rebecca belum menyadari posisinya yang saat ini tengah berada di tengah.
__ADS_1
"Papi jahat mommy, papi pindahin Bliel ke pinggil" jelas Briel.
"Pinggir?" cengoh Rebecca memastikan, dan benar saja Rebecca yang berada di tengah bukan Briel.
"Mas?" Rebecca menatap Stefan.
"Gak tahu, aku gak sadar," balas Stefan bohong.
Rebecca menatap Stefan sengit, dan setelah itu dia memastikan pakaiannya yang masih utuh.
Tapi saat dia melihat penampilan Stefan, Rebecca di buat melotot karena Stefan tengah bertelanjang dada.
"Tutupin tubuh kamu." Rebecca menarik selimut untuk menutupi tubuh bagian atas Stefan yang telanjang.
"Ayo kita bangun, pasti Oma sudah nungguin Briel di bawah." Rebecca mengajak Briel bangun agar Briel nanti tidak banyak bertanya.
"Ayo kita mandi dulu ya, nanti baru kita turun," ajak Rebecca dan di angguki Briel.
"Sayang, aku ikut," ucap Stefan dan langsung mendapatkan tatapan tajam dari Rebecca.
"Hufft...." hela nafas Stefan dan langsung menarik selimut menutupi seluruh tubuhnya dan memejamkan matanya kembali untuk tidur.
"Nasib nasib, pagi pagi dah on," gumam Stefan yang merasa adiknya yang di bawah ikutan bangun.
Stefan pun memejamkan matanya, berusaha untuk meredam hasratnya yang tidak tersalurkan.
...**...
__ADS_1
"Pagi Oma," sapa Briel yang datang menghampiri mama Brigitta bersama Rebecca.
"Pagi ma," tambh Rebecca.
"Pagi juga sayangnya Oma," balas mama Brigitta menyapa keduanya.
"Ada yang bisa becca bantu ma?" tanya Rebecca.
"Semua udah selesai kok, kamu pangil suami kamu aja ayo kita sarapan bersama," balas mama Brigitta.
"Ya udah becca ke kamar dulu ma, sayang mommy pangil papi dulu ya," pamit Rebecca pada Briel.
"Iya mom," balas Briel.
Rebecca pun pergi menuju kamarnya untuk membangunkan Stefan yang memang tadi saat dia keluar dari kamar Stefan masih tidur.
"Aduh gimana ini cara bangunin mas Stefan nya," gumam Rebecca bingung.
"Tar kalau aku di terkam lagi gimana," lanjutnya takut.
"Mana ganteng banget lagi kalau tidur." Rebecca menatap wajah tampan Stefan yang tengah tertidur dengan pulas nya.
"Mas," pangil Rebecca membangunkan Stefan tapi tak di balas oleh Stefan, karena mungkin dia tidak dengar.
"Mass," kali ini Rebecca sambil menggoyangkan tubuh Stefan.
"Aaa...."
__ADS_1
...***...