
Stefan telah sampai di kontrakan Rebecca, dia langsung turun dari mobil dan menuju pintu kontrakan Rebecca.
Tok tok tok.
"Becca, Rebecca," pangil Stefan sambil terus mengetuk pintu kontrakan Rebecca hingga membuat beberapa orang menatap ke arahnya.
Tok tok tok.
"Buka pintunya Rebecca, saya tahu kamu ada di dalam," ucap Stefan memangil Rebecca.
"Aduh siapa sih berisik banget, ganggu orang tidur aja," kesal Priscilla karena merasa terganggu tidur siangnya.
"Oh tuan Stefan rupanya," lanjutnya saat sudah melihat adanya Stefan di depan pintu kontrakan temennya.
"Dimana Rebecca?" tanya Stefan to the poin saat mengetahui kalau yang menghampirinya itu adalah temen Rebecca.
"Sepertinya seru nih, kerjain ahh, salah siapa sudah pecat temenku," batin Pricilla.
"Loh, tuan Stefan gak salah tanya seperti itu kepada saya, seharusnya saya yang tanya kemana teman saya kok tuan datang ke sini sendiri?" balas Pricilla bohong.
Pricilla berbohong kalau dia tidak tahu dimana keberadaan Rebecca, padahal nyatanya tadi Rebecca berpamitan kepadanya.
"Kamu jangan bohongin saya ya, saya yakin pasti dia ada di sini," balas Stefan yang sangat yakin kalau Rebecca ada di dalam kontrakannya.
Karena Stefan pikir kemana lagi Rebecca pergi kalau tidak ke kontrakannya.
"Kalau tuan tidak percaya ya sudah, mana mungkin saya berbohong sama anda, emang Rebecca gak ada di sini kok, makanya jadi suami itu jangan jahat jahat sama istri, jadi minggat kan istrinya," balas Pricilla penuh dengan kata sindiran.
Mereka berdua pun menjadi bahan perhatian orang orang yang tinggal di kontrakan itu, apalagi ini jam jam orang istirahat dari jam kerja, sudah pasti banyak yang pulang ke kontrakan untuk sekedar makan atau sholat.
"Kenapa anda diam, apa yang saya bilang itu bener kan," lanjut Pricilla dengan tampang songongnya.
Tanpa mengatakan apapun Stefan langsung pergi dari sana, dia langsung masuk ke dalam mobilnya.
__ADS_1
"Huu emang enak gue kerjain," sorak Pricilla senang karena sudah membohongi Stefan.
"Pric siapa lelaki itu, kok buat gaduh di sini?" tanya salah satu tetangga kontrakan.
"Dia itu orang yang berniat jahat sama Rebecca makanya saya bohongi tadi, lain kali kalau liat dia datang lagi ke sini jangan kasih tahu keberadaan Rebecca ya, kasian Rebecca kalau harus berurusan sama orang seperti itu," jawab Pricilla.
"Kalau tahu itu tadi orang jahat kita usir saja dari tadi dari pada bikin keributan di sini," sahut yang lainnya.
"Nah iya boleh tuh, kalau bisa langsung kalian usir saja," balas Pricilla setuju.
"Rasain tuh," batin Pricilla senang.
"Ya sudah saya mau lanjut tidur dulu, masih ngantuk," pamit Pricilla dan langsung pergi kembali ke dalam kontrakannya meninggal orang orang yang masih menggosibkan Stefan.
Sementara itu, Stefan yang tadi masuk ke dalam mobilnya pun belum juga melajukan mobilnya, dia masih setia menunggu di sana karena dia yakin Rebecca ada di kontrakannya.
"Kemana sih dia, di telfon gak aktif di cari di kontrakan gak ada, maunya apa sih tuh orang, awas aja nanti kalau sudah ketemu gak akan saya beri dia ampun, menyusahkan saja," kesal Stefan karena Rebecca tidak bisa di hubungi dan juga belum ketemu.
Stefan pun langsung menghubungi beberapa anak buahnya untuk membantunya mencari Rebecca, dan dia juga mengancam mereka kalau sampai hari ini tidak ketemu mereka akan Stefan bunuh.
Stefan segera pergi meninggalkan area kontrakan Rebecca karena sudah bosan menunggu terlalu lama dan tidak mendapati adanya Rebecca di sana.
...**...
Sementara itu, di posisi Rebecca dia saat ini tengah bermain dengan anak anak panti, dia merasa sangat terhibur dengan kehadiran mereka.
Sejenak dia bisa melupakan masalah yang tengah menimpa hidupnya.
Tadi setelah berbicara dengan ibu panti, Rebecca langsung memutuskan untuk mengajak anak anak panti main, dan mereka dengan senang hati menerima ajakan Rebecca karena mereka juga sangat merindukan Rebecca.
"Kak Becca tahu gak," ucap ijul yang tiba tiba sudah duduk di samping Rebecca.
"Kenapa sayang, apa ijul ada masalah di sekolah?" tanya Rebecca.
__ADS_1
Rebecca mengerti, kalau ijul bertingkah seperti ini itu tandanya ada yang ingin ijul ceritakan kepada Rebecca, entah itu masalah di sekolah atau masalah dengan teman satu panti.
Ijul adalah anak yang paling dekat dengan Rebecca, karena sedari bayi Rebecca lah yang merawatnya sejak di temukann nya bayi ijul dulu.
"Kemaren temen ijul bawa mainan baru ke sekolah, dan mainannya itu canggih banget kak, ijul ingin sekali meminjamnya tapi sama temen ijul gak boleh, katanya nanti rusak trus ijul gak bisa ganti karena mahal," cerita ijul.
"Ijul sayang, dengerin kakak ya, apa yang di bilang teman ijul itu benar, bagaimana nanti kalau mainannya itu rusak, siapa yang mau ganti hmm," jelas Rebecca lembut sambil membelai rambut ijul.
"Tapi ijul pengen pinjam, ijul gak mainkan mainannya gak papa kok, ijul cuma pengen pegang aja," balas ijul sambil menundukkan kepalanya.
"Coba kalau ijul sama seperti mereka yang punya orang tua, pasti orang tua ijul akan membelikan mainan juga sama seperti temen teman ijul," lanjut ijul sedih.
Rebecca yang mendengar itupun hatinya teriris, dia mengerti dengan perasaan ijul, dia pernah ada di posisi ijul.
Di saat teman teman sekolahnya pada pamer boneka Barbie baru hadiah dari kedua orang tua mereka, hanya Rebecca lah yang tidak memiliki boneka itu.
"Ijul gak boleh bicara seperti itu ya, kakak janji nanti kalau kakak ada uang kakak akan membelikan mainan seperti itu buat ijul," ucap Rebecca janji.
"Beneran kak?" Ijul mendongakkan kepalanya menatap wajah Rebecca untuk memastikan.
"Iya nanti kakak belikan, ijul doain kakak ya biar rezeki kakak lancar agar bisa membelikan mainan buat ijul dan yang lainnya juga," balas Rebecca sambil tersenyum.
"Terimakasih kak, ijul pasti akan selalu berdoa buat kakak, terimakasih kakak sudah baik sama ijul," balas ijul langsung memeluk Rebecca.
"Nah, jadi untuk sementara ijul hanya boleh lihat saja ya mainan temannya, jangan di pinjam nanti takutnya rusak." Rebecca memberikan pesan dan langsung di angguki oleh ijul.
Meskipun entah itu kapan bisa Rebecca membelikannya, tapi dia janji pasti akan membelikan mainan yang ijul inginkan, Rebecca akan bekerja lebih keras lagi.
"Ya Allah, kemana lagi hamba harus cari pekerjaan, mudahkan lah hamba dalam mencari rezeki buat mereka ya Allah," batin Rebecca sambil menatap anak anak panti dan ijul yang tengah memeluknya.
Rebecca bertekad, dia akan segera mencari pekerjaan yang baru lagi agar dirinya bisa membelikan main buat adik adiknya di panti.
...***...
__ADS_1
...Halo raedersku tercinta, author kembali nih, maaf ya sudah membuat kalian menunggu kelanjutan cerita ini lama....
...Mulai hari ini author akan melanjutkan cerita ini lagi, jadi mohon dukungannya ya agar author semangat buat nulis 🥰...