
Plak.
Satu tamparan mulus mendarat di pipi sebelah kanan Stefan.
Ya, Rebecca menampar Stefan karena dia tidak terima dengan tuduhan yang Stefan berikan kepadanya.
"Berani sekali kamu menampar saya," ucap Stefan dengan senyuman yang mengerikan.
"Ma-maaf sa...." takut Rebecca.
Tadi tangan Rebecca reflek begitu saja menampar pipi Stefan tanpa bisa dia kendalikan, mungkin saking kecewanya dia dengan Stefan.
"Terakhir kali kamu menampar saya di perusahaan dan berakhir saya memecat kamu, dan sekarang kamu mengulanginya lagi, jangan harap saya akan diam saja," potong Stefan sebelum Rebecca selesai mengucapkan kalimat maaf nya.
"Tidak semudah itu sayang," balas Stefan dengan ekspresi yang sangat mengerikan buat Rebecca.
Stefan menarik tangan Rebecca menuju kamarnya yang berada di lantai dua, Rebecca terus meronta ronta meminta untuk di lepaskan, tapi jangan harap Stefan akan melepaskannya begitu saja setelah apa yang Rebecca berikan kepada Stefan.
"Tuan tolong lepaskan saya, saya minta maaf karena sudah menampar anda, tapi saya mohon jangan hukum saya," ucap Rebecca meminta maaf sambil berusaha melepaskan tangannya dari cekalan Stefan.
"Semakin kamu memberontak, maka saya akan semakin kasar sama kamu," balas Stefan yang semakin mengeratkan cekalan nya pada tangan Rebecca sehingga membuat Rebecca kesakitan.
"Sakit tuan, tolong lepaskan tanganku," memohon Rebecca.
Stefan tak menghiraukan itu, dia menyeret Rebecca menaiki anak tangga hingga akhirnya sampai di depan pintu kamarnya.
__ADS_1
"Tuan anda mau apa?" takut Rebecca karena Stefan membawanya memasuki kamar.
"Laki lain dengan mudahnya meniduri kamu, saya sebagai suami mu juga ingin merasakannya, sudah jangan banyak berontak kalau tidak mau saya kasari," balas Stefan sambil melempar tubuh Rebecca ke atas ranjang miliknya.
"Tuan saya mohon jangan lakukan itu, saya minta maaf tuan," mohon Rebecca dengan takut.
Jujur Rebecca lebih baik di siksa saja dari pada harus di hukum seperti ini, Stefan memang suaminya dan sudah kewajiban Stefan untuk meminta hak nya pada Rebecca, tapi tidak dengan cara seperti ini yang Rebecca inginkan.
"Diam kamu, jangan banyak bicara," bentak Stefan sambil mendekatkan tubuhnya ke arah Rebecca.
Rebecca meringsut mundur untuk menghindari Stefan, tapi itu tidak bisa karena Stefan dengan pintar mengunci tubuh Rebecca hingga berakhir Rebecca berada di bawah kukungan Stefan.
"Tuan saya mohon, tolong lepaskan sa... hmtt...." ucapan Rebecca terhenti berganti dengan erangan karena Stefan langsung menci um bibi rnya dengan brun tal.
Tidak hanya itu, bahkan tangan Stefan pun sudah menjalar kemana mana hingga membuat tubuh Rebecca meremang.
Setelah mengatakan itu Stefan langsung menci um bibi rRebecca lagi, sehingga membuat Rebecca tidak bisa membalas ucapan Stefan.
Merasa Rebecca tak ingin membalas ciu mannya, Stefan pun akhirnya mengigit bibir Rebecca yang membuat Rebecca membuka mulutnya dan itu di jadikan kesempatan Stefan untuk memasukkan lidahnya ke dalam mulut Rebecca.
Lama Stefan menci um Rebecca hingga membuat Rebecca hampir kehilangan nafasnya barulah Stefan melepaskan ciu mannya.
Stefan bangkit dan melepaskan seluruh pakaiannya hingga dia telan jang, Rebecca yang melihat itupun sontak memejamkan matanya.
"Buka matamu baby, bukankah kau sudah biasa melihat yang seperti ini," ucap Stefan sambil tangannya mulai membuka pakaian Rebecca.
__ADS_1
"Saya mohon jangan tuan, tolong lepaskan saya," mohon Rebecca berusaha menghentikan tangan Stefan yang tengah mencoba untuk membuka pakaiannya.
Srek.
Tidak, Stefan tidak sesabar itu untuk melakukan kegiatan membuka pakaian dengan baik, dia langsung merobek pakaian Rebecca dan membuangnya asal.
"Hiks hiks hiks," tangis Rebecca melihat dirinya yang sudah telan jang.
"Gak usah lebay, sama suami sendiri bakal dapat pahala, biasanya juga jadi jal**g," ucap Stefan yang mulai menuntun miliknya untuk memasuki Rebecca tanpa pemanasan dahulu.
Rebecca yang merasa ada sesuatu yang tengah mencoba untuk memasuki nya pun menahan Stefan dengan kedua tangannya, tapi Stefan langsung mengangkat kedua tangan Rebecca ke atas kepalanya.
"Tuan jangan, saya mohon jangan," mohon Rebecca.
"Terlambat sayang, saya sudah tidak bisa menahannya, bersiaplah baby," balas Stefan dengan senyuman yang sangat mengerikan.
Stefan pikir punya Rebecca sudah biasa di masuki, jadi dia dengan kasar mencoba memasuki Rebecca.
"**** kenapa begitu sulit," umpat Stefan yang kesusahan.
Dengan mengerahkan segala kekuatan nya, Stefan pun akhirnya berhasil.
Bles.
"Aahh... sa... kit...."
__ADS_1
...***...
Tidur woy tidur 😂😂😂