CEO Duda and Secretary

CEO Duda and Secretary
CDAS#89


__ADS_3

Tok tok tok.


"Mommy, papi," teriak Briel dari luar kamar Stefan dan Rebecca sambil menggedor-gedor pintu kamar mereka.


Seketika Rebecca langsung bangun dari atas tubuh Stefan dan langsung berlari ke kamar mandi.


"****," umpat Stefan yang merasa sudah di permainkan.


Tok tok tok.


"Mommy, papi, ini Bliel, bukain pintunya," teriak Briel lagi.


Stefan pun mencari baju yang lebih pantas lagi untuk dia kenakan, baru setelah itu dia berjalan untuk membukakan pintu kamar buat anaknya.


Ceklek.


"Papi, mommy mana?" tanya Briel setelah pintu terbuka, dia langsung nyelonong masuk ke dalam kamar Stefan.


"Maaf stef, Briel gak bisa tidur dari tadi, dia terus merengek minta di antar ke kamar kalian mama gak bisa mencegahnya jadi mama antar ke sini," ucap mama Brigitta merasa bersalah.


Mama Brigitta yakin pasti tadi anak dan menantunya itu tengah melakukan adegan yang iya iya, karena terlihat dari wajah Stefan yang kusut.


"Iya ma gak papa kok, Stefan sama Rebecca juga belum tidur," balas Stefan.


"Ya sudah mama balik ke kamar dulu," pamit mama Brigitta.

__ADS_1


"Iya ma," balas Stefan.


Mama Brigitta pun kembali ke kamarnya, dan Stefan pun kembali menutup pintu kamarnya.


"Papi, mommy kemana?" tanya Briel pada Stefan, karena dia tidak mendapati adanya Rebecca di dalam kamar.


"Mommy masih di kamar mandi," jawab Stefan berjalan menuju ranjang dan duduk di sana.


"Bliel mau tidur sama papi mommy aja, Bliel mau jagain mommy karena papi jahat pasti nanti mommy di apa apain sama papi," ucap Briel mengatakan kenapa dirinya ingin tidur bersama Rebecca dan Stefan.


"Kok Briel bilang gitu, papi gak bakal apa apain mommy lah, meskipun papi sering jahat sama mommy, tapi papi gak pernah main tangan ke mommy," balas Stefan.


"Tetap saja, selama inikan papi sama mommy gak pelnah tidur belsama, jadi Bliel halus waspada," balas Briel.


"Papi bantuin naik," pinta Briel yang merasa kesusahan saat hendak menaiki ranjang.


Stefan masih berharap kalau Briel mau kembali tidur bersama mama Brigitta agar dia bisa enak enak lagi sama istrinya.


"Gak mau, Bliel mau di sini aja jagain mommy," balas Briel.


"Nanti papi kasih jajan yang banyak deh kalau Briel mau tidur sama Oma," rayu Stefan.


"Gak mau papi," balas Briel.


"Hufft... nasib dah," gumam Stefan.

__ADS_1


"Papi ngomong apa?" tanya Briel yang samar samar mendengar Stefan berbicara.


"Ah enggak kok, papi gak ngomong apa apa," balas Stefan berkilah.


"Oh," balas Briel ber-oh ria saja.


Ceklek.


Rebecca keluar dari kamar mandi mengunakan pakaian yang lebih sopan lagi, dia memakai kemeja Stefan yang kebesaran di tubuhnya dan memakai celana pendek Stefan.


Meskipun kebesaran dan suka mau melorot, tapi Rebecca mempunyai akal dengan mengancingkan nya dengan peniti agar tidak melorot.


"Mommy," ucap Briel senang saat melihat Rebecca.


"Sayangnya mommy kok ada di sini?" balas Rebecca pura pura tidak tahu, padahal dia mendengar perkataan Stefan dan Briel tadi.


"Iya mommy Bliel mau tidul di sini sama mommy, buat jagain mommy dari papi," balas Briel.


"Anak yang baik," batin Rebecca yang merasa tertolong dengan kehadiran Briel.


"Udah sana kalau masih mau ngobrol, papi mau tidur dulu," ucap Stefan kesal.


Dia langsung tidur membelakangi Briel yang posisinya berada di tengah.


"Ayo Briel juga tidur, biar besok gak kesiangan," ajak Rebecca dan Briel langsung menurut.

__ADS_1


Briel pun tidur di tengah, dan Rebecca segera mengambil posisi tidur di samping Briel.


...***...


__ADS_2