
Sesuai permintaan Briel, saat ini Stefan, Rebecca dan juga Briel tengah dalam perjalanan menuju Oma Brigitta, mama dari mendiang istri pertama Stefan.
"Apa kita gak mampir dulu buat beli buah tangan buat mama sama yang lain?" ucap Rebecca pada Stefan menyampingkan rasa gengsi nya.
"Oh iya aku sampai lupa, mau di beliin apa?" balas Stefan bertanya.
"Eemmm...."
"Beli kue aja Pi, yang di ujung itu, Oma kan suka sama kue lapis, tapi nanti Bliel beliin blownis juga ya Pi," sahut Briel yang duduk di kursi belakang sendirian.
"Yeee itu mah maunya anak papi," balas Stefan menggoda anaknya hingga membuat Briel cemberut.
"Ya udah kita beli kue lapis aja, nanti sekalian beli kue kue yang lainnya juga biar warna warni," ucap Rebecca menyetujui usulan dari Briel.
"Iya nanti kita berhenti di depan," balas Stefan.
Setelah itu kembali hening, hingga sampai mobil Stefan berhenti di depan sebuah toko kue yang lumayan rame.
"Mom Bliel ikut tulun ya," ucap Briel saat Rebecca hendak keluar dari mobil.
"Briel tunggu di sini sama papi aja ya, mommy cuma sebentar kok, nanti mommy beliin brownies nya," balas Rebecca melarang Briel ikutan masuk ke dalam toko karena keadaan toko kue itu lumayan rame pengunjung.
"Ya udah deh, tapi benel ya mom beliin Bliel blownies," balas Briel.
"Iya sayangnya mommy, mana mungkin sih mommy bohong hmm," balas Rebecca sambil mengelus rambut anaknya yang ada di belakang.
__ADS_1
"Ya udah mommy turun dulu ya, kamu baik baik di sini sama papi," lanjut Rebecca pamit.
"Oke mom," balas Briel.
"Tunggu," ucap Stefan menahan Rebecca yang hendak keluar dari dalam mobil.
"Apa?" tanya Rebecca menatap Stefan datar.
"Pakai ini," Stefan mengulurkan tangannya yang tengah memegang black card miliknya.
"Gak usah aku bawa uang kok," tolak Rebecca.
"Ini keperluan keluarga ku, jadi pakai ini," balas Stefan.
"Keluarga ku, ya memang aku bukan siapa siapa buat dia meskipun setelah apa yang terjadi aku bahkan belum dia anggap kelurga," batin Rebecca sakit mendengar ucapan Stefan.
"Pin nya tanggal lahir kamu," ucap Stefan setelah Rebecca mengambil black card itu.
"Hah?" cengoh Rebecca memastikan apakah dia gak salah dengar.
"Iya pin nya tanggal lahir kamu, nanti sekalian kamu simpan saja kartu itu buat kebutuhan kamu, aku buat khusus untuk kamu," ulang Stefan dengan lebih jelas.
"Kamu yakin, gak lagi mabok kan?" tanya Rebecca memastikan.
"Enggak aku sadar kok, udah sana buruan beli nanti keburu semakin sore," balas Stefan menyuruh Rebecca untuk segera membeli kue agar Rebecca tidak banyak bertanya lagi, karena Stefan masih bingung dengan perasaan nya dan juga bingung bagiamana harus berbicara dengan Rebecca untuk lebih jelasnya.
__ADS_1
Mendengar itu Rebecca pun segera turun dari mobil dan masuk ke dalam toko.
"Papi, papi kok gak temani mommy beli kue sih, emang papi gak takut kalau mommy di ambil olang?" ucap Briel menatap papinya yang ada di depannya.
"Maksud kamu?" tanya Stefan yang tidak mengerti dengan apa yang anaknya katakan.
"Itu coba papi liat, banyak cowok ganteng di dalam toko, mommy itu cantik telus sexy juga, nanti kalau mommy kepincut sama cowok di dalam bagiamana, emang papi gak takut kalau mommy di ambil olang?" jelas Briel panjang lebar sambil menunjuk beberapa laki laki yang memang berada di sana.
Stefan mengikuti arah telunjuk anaknya, dan benar saja di sana banyak laki laki tampan yang tengah menatap Rebecca, apalagi pakaian Rebecca malam ini yang lumayan terbuka.
"****, berani sekali mereka menatap istriku," umpat Stefan tak terima mereka menatap Rebecca penuh puja.
"Udah sana papi susulin mommy, Bliel gak papa kok du sini sendili, tapi Bliel pinjem handphone papi ya biar ada teman," ucap Briel.
"Kamu yakin gak papa sendirian di sini?" tanya Stefan memastikan.
"Iya papi, Bliel belani kok," balas Briel.
"Ya sudah, ini handphone papi, papi keluar dulu, nanti kalau ada apa apa Briel langsung telfon mommy ya pakai handphone papi," balas Stefan menyerahkan handphone nya pada Briel.
"Oke papi siap," balas Briel dan Stefan pun keluar dari dalam mobil menyusul Rebecca setelah memastikan Briel aman berada di dalam mobil sendirian.
"Yee saatnya kasih tahu Oma," ucap Briel seperti orang dewasa, Briel langsung mencari nomor kontak Oma Brigitta dan segera menelfon nya.
...***...
__ADS_1