
Selesai meeting, Stefan langsung pergi menuju markas miliknya, dan langsung di sambut oleh Alex tangan kanan sekaligus orang kepercayaan Stefan di dalam bisnis gelapnya.
"Selamat datang king," sapa Alex membungkukkan badannya dan di ikuti beberapa anggota mafia yang lain yang ikut menyambut kedatangan Stefan.
"Hmm, bagaimana keadaan markas selama saya tidak ke sini?" balas Stefan langsung bertanya bagiamana keadaan markas miliknya.
"Sejauh ini aman king, tapi saya baru baru ini melihat seperti ada pergerakan dari Black Horse mendekati kita king," jawab Alex sambil mereka berjalan menuju ruangan pribadi milik Stefan.
"Black Horse?" tanya Stefan setelah mendudukkan tubuhnya di kursi kebesaran miliknya.
"Benar king, mafia yang dua tahun lalu menyerang kita dan tepat kejadian dimana nona Briel di tolong oleh seseorang yang selama ini masih anda cari," jelas Alex.
Stefan terdiam, dia mengingat kembali kejadian 2 tahun yang lalu, dimana nyawa Briel dalam bahaya tapi ada orang yang sangat baik yang mau menolong dirinya, bahkan sampai membahayakan nyawa orang tersebut.
"Apakah belum ada titik terang dimana keberadaan orang itu?" tanya Stefan.
__ADS_1
"Kami masih menyelidikinya king, beberapa anak buah yang saya tugaskan mengabarkan kalau dia tinggal di panti asuhan, tapi setelah kami cari panti asuhan itu sudah tidak ada, sepertinya pernah di gusur oleh pihak atas," jelas Alex lagi.
"Tolong lebih di kerahkan lagi dalam pencarian ini, sudah 2 tahun lebih dan saya belum sempat mengucapkan terimakasih dan memberikan apapun untuk dia, saya merasa sangat berhutang budi kepadanya," pinta Stefan agar pencarian seseorang yang sudah menolong Briel itu semakin di perdalam pencariannya agar segera ketemu.
"Baik king, akan saya usahakan semaksimal mungkin agar dia bisa cepat bertemu dengan anda," balas Alex.
"Dan tolong para anggota agar latihan lebih giat lagi, karena mungkin gak lama lagi kita akan ada pertarungan yang sangat besar seperti waktu itu," perintah Stefan lagi.
"Baik king, akan segera saya kerahkan mereka untuk lebih giat lagi dalam berlatih," balas Alex.
"Baik king," balas Alex.
"Ya sudah, saya mau minta waktunya sebentar tolong tinggalkan saya di sini sendiri," pinta Stefan agar di berikan waktu untuk sendiri.
"Baik king, kalau begitu saya permisi pergi dulu, kalau ada perlu apapun anda bisa langsung memanggil saya," ucap Alex sebelum dia pamit undur diri.
__ADS_1
"Hmm, " balas Stefan dan setelah itu Alex pamit dan pergi dari sana meninggal Stefan seorang diri.
Stefan melamun, dan entah bagaimana bisa bayangan Rebecca menangis akibat dia hina tiba tiba terlintas di otaknya, sehingga membuat Stefan kesal sendiri.
"AAGRRRR... aku kenapa jadi memikirkan dia sih," kesal Stefan mengacak acak rambutnya.
"Coba saja dia bukan jal*ng, mungkin aku akan mencintai dia dengan sepenuh hati, seperti waktu pertama kali aku melihat dia dan terpesona," gumam Stefan.
Ya, Stefan memang sempat mengagumi Rebecca sewaktu mereka belum menikah dulu, tapi setelah dia melihat dengan kepala nya sendiri bagaimana murahannya Rebecca Stefan jadi membencinya.
"AAGRRRR... kenapa gak hilang hilang sih bayangannya," kesal Stefan karena bayang bayang Rebecca terus menghantui otaknya.
Karena kesal, Stefan pun langsung keluar dari ruangannya menuju tempat latihan, dia akan menyalurkan rasa kesalnya di sana, entah nanti apa yang akan menjadi santapan tangan Stefan.
...***...
__ADS_1