
"Mas mau makan sama apa?" tanya Rebecca hendak mengambilkan lauk untuk menu sarapan Stefan.
"Aku pengen cobain semuanya, tapi dikit dikit aja sayang," jawab Stefan yang berhasil membuat pipi Rebecca merah akibat panggilan sayang dari Stefan.
"Segini cukup?" tanya Rebecca setelah mengambilkan menu untuk Stefan.
"Sudah, makasih sayang," balas Stefan dan di balas senyuman dari Rebecca.
"Mama bahagia deh kalau lihat kalian romantis seperti ini, mama doain semoga kalian cepat di berikan momongan ya, biar Briel ada teman mainnya," doa mama Brigitta.
"Aamiin, terimakasih doanya ma," balas Stefan sedangkan Rebecca hanya menunduk saja, dia terlalu malu sekarang karena Stefan terang terangan perhatian dan mengucapkan kata sayang kepadanya.
"Mama selalu mendoakan yang terbaik buat kalian," balas mama Brigitta.
Mereka makan hanya berempat, Rebecca, Briel, Stefan dan juga mama Brigitta, sedangkan Ica dan suaminya sudah pergi pagi pagi menuju rumah mertuanya karena tadi mereka mendapatkan kabar kalau ibu mertua Ica tengah gak enak badan dan tidak ada yang menemani di rumahnya.
"Kalian hari ini menginap di sini lagi kan?" tanya mama Brigitta berharap kalau Stefan dan keluarga kecilnya akan menginap lagi di rumahnya.
__ADS_1
"Maaf ma, Stefan harus bawa Briel sama Rebecca pulang karena Briel juga harus sekolah dan Stefan juga harus bekerja, hari ini aja kita udah bolos, jadi kita gak bisa menginap di sini lagi," balas Stefan.
Sebenarnya Stefan sangat tidak enak berbicara seperti itu, cuma mau bagaimana lagi kenyataannya memang ada banyak pekerjaan yang menunggu dirinya, di tambah lagi Julian belum juga pulang dari luar kota.
"Yahhh, mama jadi sendirian deh di sini," sedih mama Brigitta.
"Bagaimana kalau Oma ikut Bliel aja, nanti Oma tidul di kamal Bliel, kita main boneka sama sama," ucap Briel mengajak mama Brigitta untuk ikut bersama dengannya.
"Bolehkah mama ikut kalian stef?" tanya mama Brigitta.
"Tentu boleh dong ma, Stefan malah senang kalau mama mau main main ke rumah Stefan," balas Stefan.
"Iya ma, Stefan juga mau siap siap," balas Stefan.
"Yeee Oma ikut, Bliel ada teman main boneka selain mommy," senang Briel karena mama Brigitta ikut dirinya pulang.
Mereka semua pun tersenyum melihat reaksi Briel yang sangat bahagia, mereka senang kalau Briel juga senang.
__ADS_1
...**...
"Kamu gak papa kan kalau mama ikut kita pulang?" tanya Stefan pada Rebecca setelah mereka kembali ke kamar untuk bersiap-siap pulang ke mansion Stefan.
"Enggak lah, aku malah senang kalau mama ikut ke rumah kamu, itu tandanya rumah jadi semakin rame, dan Briel ada teman bermain juga saat aku tinggal kerja," jawab Rebecca yang memang tidak masalah kalau mama Brigitta ikut mereka.
"Kamu masih mau kerja?" tanya Stefan lagi yang baru teringat kalau sekarang Rebecca sudah bekerja dengan orang lain, tidak dengan dirinya lagi.
"Iya lah, kan aku juga butuh uang untuk biaya hidup aku," jawab Rebecca.
"Kalau aku suruh kamu berhenti bekerja apa kamu mau?" tanya Stefan lagi.
"Berhenti kerja? Terus aku dapat uang dari mana untuk membiayai kehidupan ku sehari hari?" balas Rebecca.
"Aku suami kamu, semua kebutuhan kamu aku yang tanggung," jawab Stefan.
"Hah!"
__ADS_1
...***...