CEO Duda and Secretary

CEO Duda and Secretary
CDAS#70


__ADS_3

Rebecca pergi mengantarkan Briel ke sekolah menaiki mobil yang biasanya khusus untuk mengantar jemput Briel di sekolah.


Briel terlihat sangat senang karena Rebecca yang mengantarkan dirinya pergi ke sekolah.


"Mommy, mommy jangan tinggalkan Bliel lagi ya, Bliel sayang sama mommy, Bliel mau ikut mommy saja," ucap Briel saat mereka berdua dalam perjalanan menuju ke sekolah Briel.


"Emang mommy mau kemana hmm, mommy gak kemana mana kok," balas Rebecca.


"Mommy tinggal di belakang lumah, papi usil mommy dali lumah, papi jahat Bliel gak suka sama papi," balas Briel.


"Ssttt... Briel gak boleh bicara seperti itu ya, Briel harus sayang sama papi ya, papi itu kan orang tua Briel, jadi Briel gak boleh benci sama papi," balas Rebecca agar anaknya itu tidak membenci papi nya.


"Gak mau, Briel benci sama papi, papi jahat sudah usil mommy dari lumah," balas Briel yang tetap kekeuh membenci Stefan.


"Papi itu tidak mengusir mommy, tapi memang seharusnya tempat tinggal mommy itu di sana sayang," balas Rebecca.


"Enggak, mommy gak boleh tinggal di sana, mommy itu mommy nya Bliel jadi halus tinggal di lumah," balas Briel.

__ADS_1


Rebecca tak menanggapi nya lagi karena mobil sudah berhenti tepat di depan pintu gerbang masuk sekolah Briel.


Rebecca turun dari mobil dan langsung menggandeng tangan Briel memasuki sekolah Briel.


"Briel sekolah yang rajin ya, biar jadi anak yang pintar dan bisa membanggakan papi," ucap Rebecca sebelum Briel masuk ke dalam kelas.


"Siap mommy, Bliel akan menjadi anak yang pintal, bial mommy bangga," balas Briel.


Rebecca tersenyum dan mengecup kening serta kedua pipi Briel sebelum dia menyuruh Briel untuk memasuki kelasnya.


"Dah sana masuk, mommy mau pergi kerja dulu ya, nanti mommy gak bisa jemput Briel, jadi Briel harus mau ya di jemput sopir," ucap Rebecca memberitahu Briel kalau dirinya tidak bisa menjemput Briel dari sekolah karena harus kerja.


"Siap sayang, nanti kalau mommy pulang mommy akan langsung cari Briel di kamar," balas Rebecca.


"Ya udah sana gih masuk, semangat belajarnya anak mommy yang cantik," suruh Rebecca agar Briel masuk ke dalam kelas.


"Semangat kerja juga mommy Bliel yang cantik," balas Briel.

__ADS_1


Rebecca tersenyum mendengar itu, dia jadi semakin sayang sama Briel, mungkin kalau dia tidak sedang buru buru bekerja dia akan memeluk Briel dengan waktu yang lama, tapi sayangnya dia ada pekerjaan yang tidak bisa di tinggal sehingga membuat dia harus cepat cepat pergi dari sana.


"Daaa sayang," pamit Rebecca.


"Daaa mommy," balas Briel yang sudah berjalan memasuki kelasnya.


Mereka berdua pun berpisah, Rebecca yang pergi kembali ke mobil sedangkan Briel pergi memasuki kelasnya untuk belajar.


"Pak tolong antar saya ke cafe di alamat ini ya pak," pinta Briel pada sopir yang mengantarkan dia dan Briel.


"Baik nyah," balas pak sopir.


"Oh iya nanti tolong jemput Briel sendiri ya, soalnya saya tidak bisa menjemput Briel hari ini karena ada pekerjaan yang tidak bisa di tinggal," perintah Rebecca.


"Baik nyah, akan saya jemput nona Briel tepat waktu," balas pak satpam.


Tak berapa lama mobil pun sampai di cafe tempat Rebecca bekerja sekarang, Rebecca segera turun dari mobil dan masuk ke dalam cafe.

__ADS_1


...***...


__ADS_2