CEO Duda and Secretary

CEO Duda and Secretary
CDAS#49


__ADS_3

Deg.


Apakah pernikahannya akan berakhir sebentar lagi, apakah dirinya harus benar benar menyerah untuk memperjuangkan pernikahan ini? pikir Rebecca.


"Kenapa kamu diam, kamu dengarkan apa yang saya katakan, sekarang bereskan barang barang kamu dan pindah dari kamar saya sekarang juga," ucap Stefan mempertegas ucapannya lagi.


"Ba-baik mas," balas Rebecca.


Dengan perasaan sedih Rebecca keluar dari ruang kerja Stefan dan langsung menuju kamarnya yang sebentar lagi bukan lagi menjadi kamarnya.


"Apa aku di sini hanya bekerja sebagai baby sitter?" pikir Rebecca yang merasa dirinya sekarang bukan lagi menjadi seorang istri, melainkan baby sitter untuk mengurus Briel.


"Ayo semangat Rebecca, jangan lemah. Lu harus berusaha mengembalikan kepercayaan suami lu lagi, agar lu bisa mengambil hatinya."


"Ingat, sejak dulu lu emang terpesona dengan suami lu, jadi ketika sekarang sudah menjadi istrinya maka lu harus pertahankan itu, jangan menyerah Rebecca," lanjut Rebecca menyemangati dirinya sendiri.


Rebecca pikir dirinya tidak boleh lemah, karena itu bukan sifatnya. Rebecca harus kuat dan bisa melewati semuanya, kalau bisa dia akan kembali seperti awal mula dirinya pertama kali bertemu dengan Stefan, yaitu dengan mengunakan pakaian pakaian yang ****.


"Ayo Rebecca semangat," ucap Rebecca lagi dan dia langsung membereskan barang barangnya dan pergi menuju kamar pembantu yang ada di belakang mansion.

__ADS_1


...**...


Sementara itu, di tempat Briel dia terbangun dari tidurnya.


"Mom, mommy udah pulang kan?" pangil Briel yang mencari keberadaan Rebecca.


Briel pergi menuju kamar papinya dan dia langsung masuk ke dalam sana tapi tidak mendapati ada siapapun di dalam sana.


"Mommy sama papi kemana?" gumam Briel bertanya.


Briel pun segera keluar dan mencari ke ruangan kerja papinya.


Ceklek.


"Sayang, kamu sudah bangun hmm," Stefan bangkit dari kursi kerjanya dan langsung mengendong Briel.


"Papi mommy mana, apa mommy belum pulang?" tanya Briel pada papinya karena dia belum tahu kalau mommy nya sudah pulang.


"Sudah dong, mommy lagi ada di bawah bantu bibi masak, Briel di sini aja ya temani papi kerja nanti pasti kalau sudah matang masakannya mommy pasti ke sini samperin Briel," jawab Stefan bohong.

__ADS_1


Stefan tahu pasti sekarang Rebecca tengah beres beres di kamar pembantu, jadi dia tidak ingin Briel tahu kalau Rebecca pindah dari kamarnya, makanya dia membohongi Briel.


"Benal sepelti itu papi, papi gak bohongi Bliel kan?" balas Briel yang tak percaya dengan papinya.


"Tidak dong, mana pernah papi bohongi Briel," balas Stefan meyakinkan anaknya.


"Udah sekarang Briel duduk di sini dulu ya, biar papi lanjutkan pekerjaan papi yang tinggal sedikit," lanjut Stefan mendudukkan Briel di sofa yang ada di ruangannya.


"Iya papi," balas Briel manurut.


Stefan pun kembali ke ruang kerjanya dan mengirimkan pesan kepada Rebecca kalau Briel mencarinya dan Stefan membohongi Briel kalau tengah memasak di dapur.


Rebecca yang baru selesai beres beres dan mendengar ada suara notifikasi di handphonenya pun segera membuka handphone dan membaca pesan yang Stefan kirimkan kepadanya.


"Ayo semangat Rebecca, lu pasti bisa lewati ini semua, ada Briel yang membutuhkan kasih sayang lu," ucap Rebecca yang lagi lagi memberikan semangat kepada dirinya setelah membaca pesan dari Stefan.


Rebecca segera keluar dari kamar barunya dan langsung pergi menuju dapur mansion untuk membantu bibi memasak agar nanti saat di tanya Briel dirinya tidak banyak berbohong.


Sebenarnya para pembantu pada heran lantaran Rebecca tinggal di kamar yang setara dengan mereka, tapi mereka enggan menanyakannya lantaran takut.

__ADS_1


...***...


...Maaf ya aku up nya sedikit beberapa hari ini, soalnya aku lagi di serang flu🙏...


__ADS_2