
Ditunggu kunjungannya di :
‘Cinta Eleana dan Panglima Perang’.
Bantu like, comment, dan favoritekan, biar bisa ajukan kontrak juga kayak CTIR. 🙏
.
.
.
Tian sedang membuka beberapa surel yang baru masuk. Salah satu diantaranya adalah email tentang laporan produksi dengan logo SWD Fashion dibagian kiri atas yang dikirimkan Laras.
Tian mengamatinya dengan seksama laporan Laras tersebut yang disertai dengan beberapa dokumentasi yang menggambarkan proses produksi yang sudah mulai berjalan.
Belum sampai dua minggu Laras menghandle langsung SWD Fashion tapi pencapaiannya sudah begitu signifikan. Sangat luar biasa.
‘Benar-benar bertangan dingin.. dan memang pantas menjadi titisan Saraswati Djenar..’
Tian tersenyum setelah bermonolog dalam hati, melihat betapa giat dan seriusnya Laras dalam menyelesaikan semua pekerjaannya.
Tian mengambil ponsel yang ada diatas meja, menekan nomor Laras untuk melakukan panggilan.
“Halo kak ? bagaimana ? email yang aku kirim sudah diterima ?”
Suara Laras langsung menyapa gendang telinga Tian dengan berondongan pertanyaan ringan begitu panggilan tersebut tersambung.
“Sudah..”
“Lalu bagaimana..? apa ada lagi yang harus di benahi..?”
“Tidak.. sejauh ini aku terkesan. Oh yah.. sepertinya aku belum menyerahkan semua dokumen kepemilikan SWD Fashion kepadamu kan..” ujar Tian sambil bersandar di sandaran kursi.
“Tidak apa-apa kak. Kak Tian bisa menyimpannya..”
“Wah.. tidak bisa seperti itu, Laras. SWD Fashion seutuhnya akan menjadi milikmu saat kamu bersedia untuk mengambil alih.”
“Tapi, kak..”
“Aku akan menyuruh suamimu untuk membawanya langsung.”
“S-suamiku..?”
“Kenapa ? lupa kalau sudah punya suami ?” pungkas Tian santai.
‘Iya, memang aku lupa kalau aku sudah punya suami. Lagian suami apaan ?’
Laras membisu, namun dalam hati ngedumel sendiri. Nyaris dua minggu sudah ia berada di kota B Rudi bahkan tidak peduli dengan keberadaan dirinya. Lelaki itu tidak pernah sekalipun menghubunginya meskipun hanya untuk menanyakan kabar. Benar-benar suami tidak bertanggung jawab !
“Besok aku akan memerintahkan Rudi pergi ke kota B. Ada pekerjaan urgent di kantor cabang yang perlu di tangani langsung. Jadi sekalian saja dokumen SWD Fashion akan aku titipkan padanya.”
Laras masih membisu.
“Kemungkinan besar dia akan berada disana selama dua hari.. mungkin bisa tiga hari kalau semua urusannya belum selesai..”
‘Memangnya apa hubungannya denganku..?’
__ADS_1
Bathin Laras ngedumel lagi saat mendengar penjelasan panjang lebar Tian diseberang sana.
“Laras..” panggil Tian setelah sekian lama tidak mendengar tanggapan Laras.
“Iya kak ?”
“Berhenti berfikir kalau semua yang menyangkut Rudi tidak ada hubungannya denganmu.”
Laras terbelalak ditempatnya mendengar kalimat Tian yang sepertinya bisa menebak dengan jitu apa yang sedang berseliweran dibenaknya saat ini.
“Bagaimanapun dia sudah menjadi suamimu. Sudah menjadi kewajibanmu untuk..”
“Iya, kak.. iya.. aku mengerti, kak..”
Pungkas Laras secepat peluru, sebelum Tian akan membeberkan apa-apa saja kewajiban seorang istri yang akan membuat dirinya merasa malu.
“Syukurlah kalau kamu mengerti.” ujar Tian. “Dan jangan lupa persiapkan semuanya dengan sebaik-baiknya.. karena bulan depan akan ada lagi utusan dari Milan Fashion yang akan mengawasi langsung sejauh mana kemampuan produksi butik dalam mengantisipasi permintaan pasar pasca launching produk perdana..”
“Baik kak.. saya jamin semuanya bisa mencapai target sebelum deadline-nya.”
“Bagus itu.. aku juga meyakini bahwa kamu pasti mampu memenuhi target..” ungkap Tian lagi sebelum akhirnya memutuskan untuk mengakhiri pembicaraan dengan Laras di siang itu.
XXXXX
Belum lama Tian menaruh ponselnya usai pembicaraan dengan Laras berakhir manakala dari arah pintu terdengar ketukan sebentar diikuti wajah Rudi yang muncul disana, langsung mendekati meja Tian.
“Ada apa, Rud..?” Tian mendongak mendapati Rudi yang sudah berada tepat dihadapannya.
“Pak Tian, saya sudah menyerahkan semua dokumen yang akan diperlukan dalam menangani urusan di kantor cabang kota B kepada pak Tomi. Beliau mengatakan akan membutuhkan waktu paling lambat tiga hari untuk menyesuaikan kontrol produksi sekaligus menyeimbangkan laporan kuantitas produk hingga selesai. Tapi kalau tidak terjadi kendala berarti.. dua hari juga bisa rampung, pak.” Rudi melaporkan keseluruhan hasil pembahasan yang telah ia lakukan barusan dengan pak Tomi selaku manager produksi kantor pusat yang besok telah ditugaskan untuk menghandle pekerjaan di kota B.
Tian mengangguk-kan kepalanya, namun kemudian ia menatap Rudi dengan serius. “Aku sedang berfikir.. bahwa sebaiknya besok kamu juga pergi dengan Tomi ke kantor cabang.”
“Yah.. tentu saja agar pekerjaan Tomi bisa menjadi sedikit lebih ringan..” kilah Tian sengaja beralasan untuk menyamarkan maksud hatinya yang sesungguhnya saat ingin mengirimkan Rudi ke kota B.
Iya kan ? memangnya untuk apa lagi ? Tian sengaja ingin mempertemukan Rudi dan Laras, karena berharap moment tersebut bisa mereka pergunakan untuk membicarakan masa depan rumah tangga mereka. Siapa tau dengan bertemu bisa mendekatkan juga hati mereka sedikit demi sedikit.
“Tapi pak.. saya..”
“Kamu memang harus pergi dengan Tomi kesana agar urusannya cepat selesai, sekalian bawakan dokumen kepemilikan SWD Fashion kepada istrimu. Kamu pasti akan menginap di apartemennya kan ? masa iya kamu mau menginap di hotel ?”
Rudi menelan ludahnya, membisu. Rudi memang sudah curiga sejak awal, bahwa pak Tian memang melakukan hal ini dengan sengaja.
“Rudi.. kamu mendengarkan saya atau tidak ?”
“Egh iya, pak.. baiklah, saya akan pergi besok dengan pak Tomi..”
Rudi hanya bisa mengangguk pasrah, dihadapan Ceo Indotama Group yang tidak terbantahkan itu.
XXXXX
Rudi harus membaca ulang ketikannya sendiri di layar ponselnya, menghapusnya lagi.. memikirkan kalimat yang tepat.. mengetiknya lagi.. kembali meralatnya.. terus berulang seperti itu hingga nyaris dua puluh kali ia melakukan hal yang sama sebelum akhirnya memberanikan diri saat memutuskan untuk menekan icon bertuliskan kata ‘Send’.
‘Aku sedang dalam perjalanan ke kota B. Pak Tian menitipkan dokumen SWD Fashion untukmu.’
Laras meraih ponsel yang tergolek diatas mejanya dengan sambil lalu begitu mendengar bunyi notifikasi message.
Seketika ia tertegun sejenak didepan layar ponselnya saat melihat siapa gerangan orang yang mengirimkan message.
__ADS_1
‘Asisten Rudi’
Begitu nama pengirimnya yang tersimpan didalam kontaknya.
Laras merasa kesal setengah mati saat menyadari kenapa jantungnya harus berdebar hanya dengan membaca nama si pengirim pesan itu, padahal isi pesannya saja belum juga ia buka.
Saat membaca sepenggal kalimat message dari Rudi, detik berikutnya Laras kembali dilanda kebingungan entah harus menjawab seperti apa.
Sejak pembicaraan di telpon dengan Tian kemarin, benak Laras memang telah terganggu dengan kenyataan tentang Rudi yang akan datang menemuinya. Terhitung sejak kemarin pula, Laras bahkan secara rutin terus mengecek ponselnya, kalau-kalau ia akan menemukan panggilan atau sekedar pesan pemberitahuan dari lelaki yang telah resmi menjadi suaminya itu namun yang ada tidak ada satu pun panggilan maupun pesan Rudi yang muncul disana.
Laras tertegun seraya menatap layar ponselnya yang menyala. Masih dilanda kebingungan yang sama saat harus memikirkan jawaban seperti apa yang harus ia ketik sebagai balasan message Rudi.
Alhasil setiap kali Laras mengetik.. Laras menghapusnya lagi.. mengetik lagi.. dan menghapusnya lagi.. terus seperti itu hingga berkali-kali.
XXXXX
'Larasati sedang mengetik..'
Sejak tadi Rudi membaca kalimat itu, namun tak kunjung menerima hasil dari ketikan Laras.
‘Memangnya dia sedang mengetik apa ? novel ? sudah sejak tadi mengetik tapi belum juga selesai..’
Alis Rudi lagi-lagi bertaut, mulai tidak sabar menunggu balasan message-nya oleh Laras.
“Pak Rudi.. sedang menunggu balasan chat dari pacar yah..” suara pak Tomi, manager produksi kantor pusat Indotama Group itu nampak berucap dengan intonasi menggoda Rudi sambil tertawa, saat melihat asisten kepercayaan pak Tian itu yang sejak tadi serius sekali memelototi layar ponselnya tanpa bergeming.
“Akhh.. tidak.. tidak.. bukan pacar..” Rudi yang tersadar menjawab godaan pak Tomi dengan kikuk sambil mengusap tengkuknya.
“Meta ternyata kalau ngambek seperti itu, pak..? chat-nya di read, tapi tidak mau dibalas..? wah itu rasanya pasti sesuatu banget yah, pak..” seloroh pak Tomi lagi malah kelihatan semakin ketagihan menggoda Rudi yang memang selama ini hanya terlihat dekat dengan Meta, yang merupakan mantan sekretaris pak Tian yang saat ini sedang ditugaskan khusus dalam proyek indotama times square.
Rudi yang mendengar godaan itu hanya mesem-mesem pasrah. Toh dia juga tidak bisa mengatakan bahwa saat ini Meta bahkan telah menjadi istri pak Rico, sedangkan orang yang telah membuatnya menunggu balasan chat dengan bodohnya ini adalah tak lain istrinya sendiri, yang bahkan kelakuannya benar-benar jauh dari kelakuan istri soleha.
Bagaimana tidak ?
Setelah menikah, malam itu Laras bahkan tidak sudi pulang dengannya ke apartemen. Tidak hanya sampai disitu, besoknya Laras malah telah berangkat ke kota B tanpa pamit padanya terlebih dahulu.. menghilang tanpa kabar, dan tidak pernah menghubunginya sama sekali selama hampir dua minggu ini.
Mengingat semua kelakuan Laras yang seenaknya itu mau tak mau membuat Rudi dongkol luar biasa. Ternyata se-sakit itu rasanya menjadi seorang suami yang tidak dihargai ? cihh !!
‘Ting.’
Baru saja Rudi memutuskan untuk kembali mengantongi ponselnya kembali manakala bunyi notifikasi dari ponselnya langsung membuat dirinya menaruh kembali sidik jarinya untuk mengaktifkan kembali layar ponselnya yang telah terkunci.
‘Antarkan saja ke butik.'
Mata Rudi melotot membaca kalimat super duper singkat itu.
Nyaris sepuluh menit memelototi kalimat ’Larasati sedang mengetik..’ ternyata cuma pesan singkat ini yang ia terima ?
Rudi menghembuskan nafasnya yang entah kenapa terasa kesal itu dengan kasar. Kali ini ia telah benar-benar mengantongi ponselnya tanpa berniat membalas jawaban pesan dari Laras.
Sedangkan disampingnya.. pak Tomi yang sedang berada dibelakang setir malah tertawa tanpa suara, menyaksikan kegalauan sang asisten kepercayaan pak Tian yang biasanya terlihat cool itu.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung..
Please give me your Like, Comment, and Vote. Thx and Lophyuu all.. 🥰