CEO Tampan Dan Istri Rahasia

CEO Tampan Dan Istri Rahasia
Part2 - 096


__ADS_3

Follow my Ig. : khalidiakayum


Butuh pasukan CTIR untuk menaikkan level novel aku yang lain :


CINTA ELEANA DAN PANGLIMA PERANG 🙏


Yuk kepoin.. 🤗


.


.


.


Rei tidak menolak saat suster berniat membawanya kekamar sebelah.


Hanya dengan membujuknya dengan sebuah robot berukuran kecil dan sebuah sippy cup yang berisi susu, Rei langsung mau menyambut uluran tangan suster yang selama ini menjaganya dengan baik.


Susternya Rei memang sengaja mengajak Rei dengan tujuan untuk membuat bocah itu tidur siang.


"Mommy ikut?" tanya Rei dengan mata yang berbinar, ketika melihat Meta ikut beranjak dari atas ranjang.


Meta mengangguk cepat. "Tentu saja. Mommy ikut Rei." Meta bergegas bangkit secepat kilat, tanpa kata, tanpa menengok kemana-mana.


Saat Rico menahan tangan Meta yang hendak berlalu, tangan Rico malah telah ditepisnya dengan acuh.


Meta melenggang keluar mengekori langkah kecil Rei dan suster, meninggakan Rico yang terduduk pasrah ditepi ranjang kamar yang maha luas itu sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Tidak bisa dipungkiri lagi, Meta pasti sangat marah padanya.


"Akh.. Rei.. Rei.. kenapa mengatakan hal seperti itu sih.." gumam Rico kalut sambil kembali melemparkan tubuhnya keatas ranjang. Pasrah menerima kesialan akibat ulahnya sendiri.


Rico memutuskan untuk tidak menyusul Meta, sengaja memberi ruang dan waktu kepada wanita itu untuk tinggal bersama kemarahannya sejenak, karena yang Rico takutkan kalau saat ini dirinya memaksa, bisa-bisa Meta akan semakin kesal.


"Ini semua salahku.." desis Rico lagi seolah bermonolog pada dirinya sendiri, dengan mata menerawang ke langit-langit kamar presiden suite yang terukir elegan.


Tentu saja. Kalau bukan salahnya, lalu salah siapa lagi?


Haihh! siall..!!


Rico mengacak-acak rambutnya sendiri saking kesalnya. Tidak menyangka jika beberapa kali kenakalannya akibat tergoda akan keseksian Shela di waktu yang lalu berujung petaka pada hari ini.


Rico memang mengakuinya, bahwa dia sempat beberapa kali kehilangan kendali sehingga membalas pelu kan dan ciu man Shela yang selalu menggoda disetiap kesempatan. Tapi Rico berani bersumpah bahwa kenakalannya hanya sampai disitu saja. Tidak pernah out of line.


Yah.. begitulah. Siapa pun boleh mengatakan dirinya lelaki yang brengsek. Karena sejatinya.. kenyataannya.. seorang Rico Chandra Wijaya memang seperti itu.


Lelaki brengsek?


Iya.. iya.. dirinya memang sebrengsek itu. Fine.


Tapi percaya atau tidak, sungguh, detik ini Rico merasa.. saat ia mengingat semua rekam jejak kebrengsekannya sendiri, Rico benar-benar menyesalinya.

__ADS_1


Rico bahkan tidak pernah menyangka jika hubungannya dengan Meta akan mengalami kemajuan secepat ini, dan perasaannya kepada wanita itu juga ikut berkembang cepat tanpa ia sadari.


Seandainya Rico tau bahwa hari ini akan tiba, pasti sudah sejak awal dirinya akan menjaga jarak dan tidak akan pernah memberi Shela harapan.


XXXXX


Sebenarnya Rudi masih ingin merebahkan tubuhnya lebih lama. Bisa bersantai di siang hari seperti ini adalah hal yang sangat langka untuknya.


Tentu saja. Selama ini seluruh harinya habis tercurah pada pekerjaan, tidak ada waktu bersantai dan berleha-leha.


Dua hari di pulau Dewi seharusnya bisa terlewati dengan menyenangkan bukan? hhmm.. itu pemikiran Rudi sesaat sebelum menyadari bahwa ia tidak bisa seenaknya mengingat dengan siapa ia bersama sekarang.


Terlepas dari Sebastian Putra Djenar yang over idealis dalam bekerja, kini ia malah terperangkap dengan Larasati Djenar yang manja dan keras kepala.


Laras yang melihat Rudi yang rebahan malas diatas ranjang sesaat sebelum mereka tiba dikamar presiden suite tersebut tidak bisa menunggu lebih lama.


"Kak, ayo kita kesana.." ucap Laras seraya menunjuk keluar kaca yang ternyata kamar mereka yang berada dilantai akhir sebelum rooftop hotel tersebut mengarah langsung kearah pantai berpasir putih dibawah sana.


"Nanti.." ucap Rudi sambil berbalik menelungkup.


Laras yang melihatnya langsung mencibir, namun detik berikutnya ia pun naik keatas ranjang yang sama, tepat disebelah Rudi.


"Waktu dua hari kalau tidak dipergunakan rugi banget.." rayunya lagi dengan jari telunjuk yang menusuk-nusuk usil punggung Rudi, seolah sengaja memaksa Rudi untuk fokus padanya namun yang ada Rudi tetap diam.


"Kak.. ayo.."


"Beri aku satu jam." pungkas Rudi dari balik bantal tanpa menoleh.


"Tidur sebentar."


XXXXX


"Sus, nanti biar aku yang menidurkan Rei ya.."


"Baik, bu.." suster pun mengangguk, seraya menyerahkan sippy cup milik Rei ketangan Meta yang bergegas menyambutnya.


Kemudian susternya Rei nampak terlihat menuju ke kamar mandi, dan terlihat menghilang dibalik pintu.


"Rei, bobo siang dulu ya.." Meta tersenyum saat mendekati bocah mungil yang terduduk diatas ranjang sambil memainkan robot ditangan. Namun saat Meta mengacungkan sippy cup kearah Rei, bocah itu malah mengacuhkannya dan terus fokus mengutak-atik robot di tangan.


Meta yang memilih tidak memaksa Rei untuk sementara waktu dan memberikan waktu untuk Rei bermain terlebih dahulu akhirnya memilih untuk duduk ditepi ranjang, mengawasi duplikat Rico Chandra Wijaya berukuran mini tersebut dengan seksama.


Menatap Rei lebih lama, entah kenapa tiba-tiba saja membuat bathin Meta tergelitik untuk mencoba mengorek sesuatu yang telah membuatnya kesal beberapa saat yang lalu.


"Rei sayang.. apa benar daddy main peluk-pelukan dengan aunty Shela?" tanya Meta tidak bisa menahan diri lebih lama.


Dan nafas Meta sontak tercekat begitu kepala Rei mengangguk cepat seolah tanpa beban, meskipun fokus Rei tetap pada robot ditangannya, membuat jiwa kepo Meta meronta-ronta, semakin ingin mengorek keterangan lebih banyak dari mulut bocah polos itu.


"Mmm.. Rei sayang.. apa Rei lihat sendiri waktu daddy main peluk-pelukannya..?"


Kepala Rei kembali mengangguk. Kemudian tanpa dosa sorot mata polosnya menatap Meta.

__ADS_1


"Iya mommy, daddy nakal.. main peluk-peluk aunty Shela, kalena aunty Shela suka main peluk-peluk daddy lebih dulu.."


'Dasar ganjen! playboy mesum!'


Umpat Meta dalam hati, tanpa sadar kepalan tangannya ikut terkepal. Saat ini rasanya Meta ingin sekali mendatangi Rico dan menonjok wajah tampan yang saat ini berada tepat disebelah kamar Rei itu.


Meta merasa geram bukan main, saat mengetahui jika selama Shela berada dirumah Rico, Rico telah memperlihatkan tontonan yang tidak baik untuk Rei.


"Mommy.. aku tidak suka aunty Shela, aunty Shela nakal.. aunty Shela suka ciyumm daddy juga.."


"Whatt?!!" Meta langsung menutup mulutnya serentak yang tanpa sengaja telah terpekik dihadapan Rei.


"Tapi aku sudah malahin daddy.."


"Oh ya? memangnya Rei bilang apa ke daddy?"


Rei nampak berpikir sejenak. "Kalau daddy masih nakal.. aku akan lapol mommy.."


Meta terhenyak. Diam-diam rasa haru menyelinap didalam lubuk hatinya, mengetahui betapa Rei sangat menyayanginya, sehingga tidak ingin membagi Rico dengan wanita lain.


Jemari Meta terangkat, membelai pipi Rei yang halus dan montok dengan penuh kasih sayang. Sementara Rei balas menatap Meta, seolah ia juga memahami kesedihan Meta.


Rei menaruh robot yang ada ditangannya begitu saja, kemudian bangkit mendekati Meta. Jemari kecilnya balas mengelus pipi Meta dengan lembut, membuat Meta tersenyum mendapati kasih sayang tulus Rei untuknya.


"Mommy jangan sedih.. aunty shela sudah pelgi.. gak bisa ganggu daddy.." bisik Rei seolah takut terdengar oleh dinding.


Mendengar itu alis Meta sontak mengerinyit. "Yang benar?" tanya Meta nyaris tidak percaya dengan apa yang ia dengar dari Rei.


Kepala Rei mengangguk yakin.


"M-memangnya aunty Shela pergi kemana?" tanya Meta lagi, ksemakin ketagihan menginterogasi Rei, namun tetap dengan nada yang lembut.


"Kata daddy.. ke laut.."


"Hah?!"


"Dimakan ikan hiu!!"


"Hahhh..???!!!"


.


.


.


Bersambung..


Rei.. Rei.. 😅


Like, Comment, Vote, Subscribe, Tip, silahkan.. author terima dengan senang hati pokoknya..🤭

__ADS_1


Lophyuuu all.. 😘


__ADS_2