CEO Tampan Dan Istri Rahasia

CEO Tampan Dan Istri Rahasia
Part2 - 085


__ADS_3

Jika sekiranya masih ada bab yang terlewat sehingga belum di support, mohon pengertiannya untuk bisa memberi dukungan minimal like untuk setiap bab-nya 🙂🙏


.


.


.


"Pernah tidak kamu berfikir tentang alasan.. mengapa Rei tidak pernah ragu menganggapmu sebagai mommy-nya..?" Rico bergumam perlahan, dengan jemari yang menyentuh lembut beberapa anak rambut yang meriap diwajah Meta.


Saat itu Meta hanya menggeleng perlahan. Rasa kantuk yang bercampur kelelahan yang teramat sangat serta sedikit sakit dan ngilu dibeberapa bagian tubuhnya membuat Meta merasa enggan menanggapi Rico yang duduk disamping tubuhnya yang tengah berbaring miring, dengan tatapan yang mengarah penuh pada Rei yang mendengkur halus.


Meta tadi bahkan hanya pasrah saat Rico nekad membopong tubuhnya untuk mengembalikannya ke kamar ini, tepat disisi Rei yang bahkan posisi tidurnya nyaris tidak berpindah sejak Meta meninggalkan bocah itu tadi, yang berujung pada peristiwa dikamar sebelah, dimana Rico telah berhasil merenggut apa yang disebut lelaki itu sebagai hak-nya.


"Mungkin.. aku menemukan sesuatu.."


Lirih suara Rico namun cukup membuat Meta berpaling menatap wajah lelaki yang juga tengah menatapnya lekat dengan tatapannya yang teduh.


Sejenak ingatan Meta mengarah pada beberapa bulan yang lalu.


Hari itu, di tempat peristirahatan Lila yang terakhir.. dibawah sebuah pohon akasia, awal mula Rei memeluk Meta dengan erat, membenamkan wajahnya di ceruk leher Meta, dan kemudian memanggilnya 'mommy' dengan penuh keyakinan.


Sejak saat itu, menyembunyikan wajah diceruk leher Meta, seolah menjadi tempat ternyaman untuk Rei berlama-lama. Meskipun Meta harus mengakui.. bahwa hingga detik ini Meta pun belum menemukan alasan yang tepat, mengapa Rei begitu nyaman berada begitu dengannya seperti itu, seperti halnya dirinya yang juga entah kenapa tiba-tiba telah merasa hal yang sama setiap kali berada didekat Rei.


"Apa..?" Meta memutuskan untuk bertanya dengan pertanyaan yang cukup singkat.


Rico mengulum senyum saat menyadari dirinya berhasil mendapatkan perhatian Meta lewat pancaran mata yang dihiasi rasa penasaran yang kentara.


"Sepertinya.. karena ini.." tanpa ragu jemari Rico yang sedari tadi membelai lembut setiap helai rambut Meta berganti menelusup tanpa canggung pada kulit diantara leher dan pundak Meta.


Meta mendadak terkesiap karena jemari besar Rico telah mengusap posesif disana.


"Disini terdapat tanda lahirmu kan..?" bisik Rico lagi. "Berbentuk oval dengan warna coklat yang memudar.."


Meta terdiam, namun semburat diwajahnya tidak bisa tercegah saat menyadari bahwa memory otak Rico bahkan bisa mengingat dengan jelas tanda tersembunyi dibagian tubuhnya itu dengan begitu detail.


Namun pemikiran melankolis itu berubah menjadi rasa yang sendu disudut hati, begitu kalimat Rico terdengar lagi..


"Lila memiliki tanda lahir yang sama persis denganmu. Berbentuk oval, berwarna coklat pudar, besarnya hampir sama.. dan letaknya pun sama.. disini.." ujar Rico sambil mengelus kembali letak yang ia maksudkan tersebut.. ditempat yang begitu tepat..


XXXXX


"Bye mommy.."

__ADS_1


Wajah ceria Rei yang melambaikan tangannya masih lekat dalam benak Meta.


Pagi itu Rico memang telah memutuskan bahwa dirinya dan Rei akan mengantarkan Meta terlebih dahulu kekantor pusat indotama group yang jaraknya tidak seberapa jauh dari apartemen Rico yang ditempati Meta, sebelum mereka berdua kembali kerumah.


Dan Meta terus tersenyum hingga mobil berwarna hitam itu hilang dari pandangannya.


Meta menyusuri basement tersebut dengan langkah bergegas. Ini hari terakhir persiapan segala sesuatu untuk launching perdana produk SWD Fashion untuk Fashion Milan. Puncak dari segala puncak kesibukan setelah kemarin peresmian indotama times square yang berjalan sukses dan lancar.


Wajah Meta merona begitu wajah Rico dan Rei silih berganti memenuhi benaknya.


Tadi pagi Meta terbangun dengan perasaan yang sulit dilukiskan, saat menyadari ia telah melewati malam yang luar biasa, tertidur lelap diantara dua lelaki yang telah menyentuh sanubarinya yang terdalam, merampok semua perasaan cinta dan kasih sayang yang ia punya.


Mendapati pemandangan itu membuat Meta dalam sekejap telah lupa, bahwa hatinya telah begitu sering disakiti. Ia terlalu senang menerima semua perlakuan lembut Rico usai keinginannya terpenuhi. Rico bahkan terus memeluknya hingga pagi.. membuat Meta merasa semua yang telah ia lalui itu seperti sebuah mimpi.


Meta menekan angka lima belas yang ada di panel lift, kemudian menyandarkan tubuhnya sambil menunggu pintu lift itu mengatup. Ia merasa sudah seperti orang gila karena terus-menerus tersenyum bahagia disaat yang bersamaan, dimana rasa letih dan nyeri yang tersisa malah membuat dirinya merona dalam diam.


Namun perasaan hatinya yang berbunga-bunga itu sirna begitu saja begitu menyadari sebuah tangan besar telah menahan pintu lift tersebut dengan sigap, membuat Meta tersentak kembali ke alam nyata.


Sosok Rudi muncul dihadapan Meta, membuat Meta refleks melemparkan senyum, sebelum akhirnya senyum Meta memudar begitu menyadari jika ternyata Rudi tidak seorang diri.


Dibelakang Rudi ada seorang wanita cantik dengan tubuh yang ramping sempurna. Rambut panjang wanita itu tergerai indah, membingkai wajah judesnya yang khas.


Larasati Djenar.


XXXXX


"Dan.. urusan buana permai bagaimana..? sudah oke semuanya kan ?" tanya Rico memastikan, begitu ia menghempaskan tubuhnya dikursi kebesarannya.


"Beres pak, sesuai jadwal, proses peralihan nama di notaris siang ini seharusnya sudah kelar."


"Ya sudah.. kalau begitu sebentar coba kemu cek lagi."


"Baik, pak."


"Kalau proses renovasinya bagaimana..?" tanya Rico lagi sambil meraih sebuah tumpukan dokumen paling atas, yang menumpuk disisi kiri meja besarnya.


"Sudah jalan juga, pak.. sepertinya minggu depan rampung."


Rico mengangguk-anggukkan kepalanya, kali ini tanpa menoleh. Sibuk memperhatikan dokumen yang telah berada dihadapannya sebelum Dani kembali menyela karena teringat sesuatu yang tak kalah penting.


"Oh iya Pak Rico ada satu lagi.."


"Apa itu..?"

__ADS_1


"Kemarin pihak travel telah memberikan informasi via telpon, bahwa pemberitahuan promo paket tour lima orang ke pulau Dewi untuk Shela dan teman-temannya sudah mereka terima kemarin sore.."


Rico mengangkat wajahnya serta merta begitu mendengar laporan Dani tersebut. "Good !" ucapnya bersemangat. "Lalu apa tanggapan mereka..?"


"Kelihatannya sangat antusias, pak.." ujar Dani lagi.


"Tapi kenapa Shela belum memberi kabar ya..?" gumam Rico lagi seolah pada dirinya sendiri, karena saat tadi pagi dia pulang kerumah usai mengantar Meta, Shela bahkan belum juga kembali dari villa temannya. "Dan.. lalu kapan rencananya mereka berangkat ?"


"Penerbangannya besok pagi jam sembilan.."


Tepat saat ucapan Dani selesai ponsel Rico yang ada diatas meja telah berdering membuat Rico bergegas meraih benda pipih tersebut


'Shela Memanggil..'


Senyum Rico terkembang sempurna seraya mengacungkan jempol kearah Dani yang berdiri bangga dihadapan Rico karena telah berhasil menyenangkan hati sang bos dipagi ini hingga berkali-kali.


"Here we go.."


Ujar Rico sumringah sebelum menggeser icon hijau dilayar ponselnya.


"Iya .. Shela..?"


Lewat isyarat tubuhnya Dani memohon pamit untuk keluar dari ruangan Rico yang mengangguk tanpa kata, sembari berkonsentrasi penuh pada apa yang sedang dibicarakan Shela di seberang sana.


Dan sebelum menarik daun pintu untuk menutupnya, Dani tersenyum lega saat sayup-sayup kalimat pak Rico yang sedang berbicara dengan Shela tertangkap telinganya.


"Wah.. pulau Dewi ya..? ah.. tidak.. tidak.. tentu saja kamu boleh pergi, Shela.. tidak apa-apa, kamu boleh pergi kemana pun yang kamu mau, apalagi jika bersama teman-temanmu.."


.


.


.


Bersambung..


Semalam gak up karena ketiduran 🤭


Mohon berkenan untuk di support terus yah..🤗


"Selamat merayakan Hari Raya Idul Adha 1442 H, Mohon Maaf Lahir & Bathin.. 🙏"


Thx and Lophyuuu all.. 😘

__ADS_1


__ADS_2