
Yang tidak suka Narasi, boleh skip bab ini.. 😊🙏
.
.
.
Adakah yang mengenal siapa Arini Ramdhan ?
Tentu saja ada yang mengenalnya, meskipun wanita itu sama sekali bukan wanita yang popular diantara ratusan karyawan kantor pusat Indotama Group.
Kira-kira sembilan bulan yang lalu Arini pertama kali menginjakkan kaki dikantor pusat Indotama Group dan ia langsung ditempatkan sebagai staf administrasi bagian keuangan.
Meja kerjanya terletak didalam salah satu kubikel di lantai lima belas dengan beberapa orang karyawan staf administrasi bagian keuangan lainnya, yang kebetulan, bagian keuangan adalah satu-satunya bagian yang berada satu lantai dengan meeting room, dan ruang kerja Ceo Indotama Group.
Kira-kira empat bulan yang lalu, Arini mendadak ditunjuk sebagai sekretaris pribadi sang Ceo, menggantikan Vera, sekretaris sebelumnya yang dimutasikan dalam rangka promosi jabatan sebagai manager SDM disalah satu kantor cabang Indotama Group yang ada diluar kota.
Bahkan saat menjadi sekretaris Ceo, tidak ada yang membicarakan Arini. Semua orang hanya terfokus pada Vera, yang diisukan mendapatkan jabatan manager SDM yang katanya dikarenakan oleh kedekatan pribadi dengan pak Tian.
Wajar saja kan ?
Vera termasuk kategori wanita yang menarik, dengan penampilan yang selalu aduhai, dan Vera sudah menjadi sekretaris pak Tian dalam beberapa tahun terakhir.
Lalu siapakah Arini Ramdhan sebenarnya ?
Orang pertama yang mengenalnya dengan sedikit dekat tentu saja Meta. Dekat dalam artian karena mereka pernah bersebelahan kubikel. Tapi mereka hanya bertegur sapa dan bercerita sebagai mana layaknya teman sekantor.. sementara diluar kantor, mereka bahkan tidak pernah behubungan kecuali lewat telpon dan message, itupun sesekali.
Sempat beberapa kali Meta berniat mengajak Arini jalan-jalan dan nonton.. tapi sejauh ini tak pernah sekalipun Arini mengiyakan ajakan Meta. Jadi kedekatan mereka benar-benar hanya sebatas itu, karena Arini adalah tipe orang yang tidak terlalu mudah dekat dengan orang lain, sementara sebaliknya Meta adalah sosok ceria yang bisa dekat dengan siapa saja termasuk dengan tipe yang lempeng seperti Arini.
Selain Meta dengan kadar kedekatan yang sangat rendah, selebihnya tidak ada lagi karyawan yang benar-benar mengenal siapa Arini Ramdhan. Kalau pun mengenalnya, hanya sebatas bertegur sapa seala kadarnya, tanpa benar-benar peduli dengan kehadirannya meskipun mereka tau bahwa Arini adalah sekretaris pak Tian.
Arini bukan pribadi yang mencolok seperti Vera yang sexy dan fashionable.. atau seperti karyawan kantor pusat Indotama Group lainnya. Ia hanya datang kekantor seperti biasa, berpenampilan standar, bertegur sapa seadanya, bekerja sesuai tupoksinya.. selain dari itu ? apalagi yang bisa dibahas tentang Arini Ramdhan ?
Tidak ada lagi.. Tidak ada sama sekali..! Big zero.. alias nol besar..!
__ADS_1
Arini Ramdhan adalah definisi sempurna dari istilah nolep.
Nolep is No life. Lebih suka menghabiskan waktunya sendiri, dan membatasi interaksi berlebihan dengan dunia luar.
Tapi itu dulu..
Terhitung sejak kemarin sore.. atmosfer seluruh karyawan pusat Indotama Group mendadak berbalik seratus delapan puluh derajat, berpusat pada wanita nolep tersebut.
Saat seluruh berita baik online maupun offline ramai-ramai memberitahkan kehadiran Ceo mereka, menjemput seorang wanita yang disinyalir kuat merupakan karyawannya, sekretarisnya, dan sekaligus.. istri sah-nya, tiba-tiba saja semua orang berbondong-bondong ingin mengetahui dengan lebih jelas lagi siapa sebenarnya ‘Arini Ramdhan’..?
Seistimewa apa wanita itu, sampai-sampai pak Tian rela menghadapi wartawan demi menjemputnya di mall xx kemarin sore, begitu erat memegang tangannya menembus kerumunan wartawan yang seolah menggila, dan memeluk dengan gerakan melindungi yang begitu posesif dari desakan para kuli berita saat menaiki sebuah sports car jaguar warna hitam keluaran terbaru tipe Range Rover Velar yang sudah menunggu di lobby mall xx.
Pagi ini Arini tiba dikantor pusat Indotama Group seperti hari-hari kemarin. Dengan diantar mang Asep, melewati lobby dan tetap memilih turun di area basement. Bedanya jika kemarin-kemarin ia harus memeriksa dulu kesana-kemari saat hendak turun dari mobil.. sekarang Arini merasa tak perlu lagi melakukannya.
Untuk apa ?
Siapa dirinya sekarang, mustahil semua orang dikantor ini tidak tau. Bahkan digerbang depan kantor pusat, seperti kendaraan lainnya yang sedikit tersendat.. mobil Arini pun tidak lepas dari drama sekumpulan wartawan yang sudah bergerombol disana entah sejak kapan. Untung saja kaca mobil yang gelap, ditambah tirai mobil membuat Arini tetap bisa duduk tenang, dan berusaha tidak terpengaruh lagi dengan euphoria diluar sana.
Saat ini hanya kalimat Tian yang menjadi semua pegangannya. Dan Tian sudah mewanti-wanti sejak semalam bahkan sampai ia berangkat ke kantor tadi pagi untuk menanggalkan semua perasaan takut, khawatir, canggung, baper.. dan semua perasaan yang sekiranya bisa membuat dirinya tidak nyaman saat ia memutuskan untuk tetap datang bekerja seperti biasa, berusaha menghadapi dunia nyata dengan penuh keberanian.
Tanpa sadar Arini kerap menyemangati dirinya sendiri sejak tadi.
Suasana kasak-kusuk yang terjadi mendadak hening begitu saja saat Arini tiba didepan lift. Beberapa orang karyawan kantor pusat Indotama Group bahkan nampak terlihat menepi begitu saja saat melihatnya, refleks mereka menunduk takjim, tapi Arini berlaku seolah-olah tidak ada yang terjadi.
Awalnya Arini ingin memilih berdiri dipinggir seperti biasanya, namun matanya sontak berbinar saat melihat seorang wanita dengan postur tubuh nyaris sama seperti dirinya, berdiri disudut sambil menunduk dalam diam, membuat Arini sontak mengambil tempat tepat disebelahnya meskipun wanita itu terlihat sedikit gugup.
“Hi, Met.. baru datang juga ?” sapa Arini berbisik seperti kebiasaannya, seolah tidak merasa ada yang spesial.
“Egh.. i-iya..” menjawab dengan gugup, tepat disaat pintu lift terbuka.
“Ayo, Met.” ajak Arini melangkahkan kaki kedalam, yang diikuti langkah Meta yang ragu-ragu. Tapi saat mereka berdua masuk kedalam bilik lift, beberapa karyawan bukannya masuk malah menunduk takjim sampai pintu lift tertutup.
Arini yang sejak awal sudah menguatkan hati untuk menghadapi keadaan yang pasti bakal serba canggung seperti ini mau tidak mau merasa sedikit ciut, namun ia tetap berusaha mengendalikan diri.
Saat pintu lift tertutup sempurna dan lift bergerak naik, Arini langsung menghembuskan nafas berat sambil menatap Meta. “Apa-apaan sih mereka ?” desisnya perlahan.
__ADS_1
Meta yang ditatap lekat sontak tergeragap. “Eh.. a-anu.. Rin, eh.. bu..”
Arini melotot kecil melihat kegugupan Meta. “Astaga, Meta, kenapa kamu jadi seperti ini ? tolong panggil aku Arini seperti biasa, dan berlakulah seperti biasa. Aku bisa memahami jika yang lain bersikap seperti itu.. tapi aku tidak mau kamu berubah..”
‘Bagaimana mungkin aku tidak berubah jika sekarang aku tau bahwa kamu bukanlah hanya Arini Ramdhan temanku yang aku kenal sebelumnya.. melainkan istri sah Ceo Indotama Group..?’
Meta menelan ludahnya.
“Tetaplah jadi temanku yang ceria seperti biasa, Meta.. jangan berubah seperti mereka, karena aku tidak punya teman lagi selain dirimu di kantor ini..” rajuk Arini dengan wajah murung.
Melihat wajah sendu itu Meta pun luluh. “Baiklah.. t-tapi.. ini sungguh sulit.”
Mendengar itu Arini langsung tersenyum manis. “Sebentar jam makan siang, kita makan siang bareng yah.. sekalian agar kita bisa bicara juga karena aku ingin mengatakan banyak hal..” ucap Arini tiba-tiba, yang awalnya membuat Meta menatap wanita itu ragu-ragu.. tapi kemudiam akhirnya menganguk setelah mendapati senyum tulus istri Ceo Indotama Group itu.
.
.
.
.
.
NARASI. 1 kata yang ibarat boomerang, menjadi faktor readers menyerah meneruskan membaca novel ‘CTIR’ karena cara menulis aq yang memang seperti ini (terlebih diawal chapter).
Aq yakin.. kalian yg membaca ‘CTIR’ sampai di bab ini pasti merupakan readers pemikir dan penyabar 😅, yang memiliki Passion penikmat novel yang menyukai hal detail dalam menceritakan ruang, waktu dan kejadian.. (bukan berbalas dialog melulu.. karena itu bukan aq banget !).
I'm so sorry.. jika narasi membuat kalian bosan dan tidak nyaman. Author newbie ini berusaha belajar agar bisa menyajikan novel ini dengan sebaik-baiknya, dan menamatkannya sesuai dengan gaya menulis yang tidak semua orang menyukainya..🙏
Jangan Lupa LIKE, COMMENT, VOTE, FOLLOW, SUBSRCIBE.. apapun itu untuk menunjukkan dukungan kalian untuk ‘CTIR’. 😊
Author lagi mood, ingin memberikan 1 bab lagi malam ini. Sekalian permintaan maaf untuk yang tidak terlalu suka chapter yang nyaris full narasi..🙏 Okeh gaiss..? 😊 mari kita ketemuan lagi
di next Chapter.. Sering-sering di cek aja yah.. lophyuu.. 😘
__ADS_1
Bersambung..