CEO Tampan Dan Istri Rahasia

CEO Tampan Dan Istri Rahasia
BonChap 2


__ADS_3

Empat bulan kemudian..


Rico memasuki kamar dengan sebuah nampan ditangan.


Meta yang mengangkat wajahnya langsung mengerinyit mendapati pemandangan tersebut malah membuat senyum Rico langsung tercetak semakin lebar dibibirnya.


"Kenapa Daddy yang membawanya?"


"Untuk istriku dan buah hatiku apa sih yang tidak bisa aku lalukan..?" pungkas Rico seraya menaruh nampan itu ke meja kecil yang ada di sebelah ranjang, tempat dimana Meta duduk disana sambil berselonjor kaki, dengan perut yang telah membusung sempurna karena kehamilannya yang telah mencapai delapan bulan.


Meta tersenyum mendengar kalimat manis Rico. Seperti biasa, Rico memang pakarnya berucap semanis madu.


"Memangnya tidak boleh kalau aku melayani istriku yang cantik ini..?" tanya Rico lagi masih dengan senyumnya dan gaya bicaranya yang khas.


"Bukannya tidak boleh, tapi biasanya kan bik Sumi yang membawa semua itu.."


"Kamu pasti lupa kalau bik Sumi sedang tidak ada.." ucap Rico mengingatkan.


"Egh.. iya yah.."


Meta manggut-manggut, baru tersadar bahwa sejak tadi pagi bik Sumi memang sudah pamit untuk mengambil cuti selama empat hari karena anak bungsunya akan menikah dikampung.


"Ini minum dulu," Rico menyodorkan gelas panjang berisi susu promil rasa vanilla kesukaan Meta.


Meta pun langsung menyambutnya dengan suka cita. Meta bahkan telah menandaskan isi dari segelas penuh susu tersebut hanya dengan dua kali meneguk tanpa jeda.


Melihat itu Rico kembali tersenyum sumringah.


Lepas dari penyiksaan masa-masa ngidam Meta di trimester awal yang cukup menguji kesabarannya, memasuki trimester ketiga, Rico mulai bisa menarik nafas lega.


Meta tidak lagi terlalu merepotkan dengan menginginkan makanan-makanan aneh, terlebih karena dirinya telah diperbolehkan kembali kekamar lagi, sehingga penderitaannya yang gelisah, galau, merana melewati setiap malam didalam kamar tamu usai sudah.


Semakin hari Rico merasakan kebahagiaannya kian berlipat ganda, seiring dengan pertumbuhan Rei yang semakin besar dan janin yang berada didalam perut Meta yang sangat aktif dan sehat.


Begitu selesai mengembalikan gelas kosong keatas nampan yang ada diatas meja, Rico beranjak keatas ranjang, guna bisa melakukan kebiasaan rutinnya, mencium perut Meta yang berbentuk bulat penuh itu.

__ADS_1


"Baik-baik didalam sana yah.. anak Daddy yang cantik.." bisik Rico seraya melayangkan ciumannya berkali-kali disana, sementara Meta lebih memilih mengelus rambut Rico yang halus.


Lewat pemeriksaan USG dua bulan yang lalu dokter telah memberitahukan bahwa buah hati mereka berjenis kelamin perempuan.


Mengetahui kenyataan itu baik Rico dan Meta tentu saja sangat senang, karena itu sama artinya mereka kelak akan memiiki sepasang anak, sehingga kebahagiaan mereka berdua terasa lengkap sudah.


"Dadd.. janji yah, besok kita akan pergi melihat Seiyna.." ucap Meta dengan jemari yang tak henti bermain diantara helai rambut Rico.


Meta sedang mengingatkan Rico akan janjinya menjenguk putri kecil Arini dan Tian.


"Iya sayang.. besok kita akan pergi kesana, kerumah mereka.." anggukan Rico disambut senyum ceria oleh Meta.


Yah.. Arini memang telah berhasil melahirkan seorang bayi perempuan mungil yang diberi nama Seiyna Aryanti Djenar, di rumah sakit Indotama Medical Centre, dan ini hari pertama Arini dan bayinya diperbolehkan pulang kerumah.


Mendengar itu Meta tidak bisa lagi menunggu lebih lama untuk melihat langsung Seiyna, si bayi mungil yang cantik, setelah Rico telah dengan susah payah melarangnya menjenguk ke rumah sakit beberapa saat yang lalu.


Meta merasa tidak cukup puas hanya dengan melihat foto imut Seiyna yang dikirimkan Arini lewat ponselnya. Dan melakukan dua kali video call malah membuat Meta semakin tidak sabar untuk melihat langsung.


Rico mengangkat wajahnya, menatap Meta lekat, namun jemarinya tetap mengelus perut Meta dengan penuh kasih sayang. "Aku tidak sabar lagi menunggu putri kita lahir.. karena dia pasti secantik dirimu.."


"Saat dia tersenyum, maka senyumnya pasti semanis senyummu.. hatinya juga pasti selembut hatimu.."


"Kenapa semuanya harus seperti diriku..? memangnya Daddy tidak ingin dia seperti Daddy..?"


Mendengar itu Rico menggeleng cepat. "Aku juga bahkan tidak ingin Rei seperti diriku.." kilah Rico.


Wajah Rico seketika menjadi sendu saat mengingat betapa buruk dirinya dimasa lalu. Baik dengan Lila.. bahkan Meta..


Jika mengingat semua kelakuannya di masa lalu Rico merasa sangat malu dan menyesal.


"Didalam diriku terlalu banyak hal yang buruk. Aku tidak mau Rei dan adiknya menjadi seperti diriku.. aku lebih suka Rei menjadi seperti Lila dan dirimu.. dan si cantik yang ada dalam perutmu ini pun akan menjadi duplikatmu.."


Meta mengusap pipi lelaki itu dengan lembut. "Daddy.." panggil Meta lembut. "Kalau diriku sebaik itu.. maka biarkan Rei menjadi seperti Daddy, bisa mendapatkan wanita yang akan mencintainya dengan tulus seperti aku mencintai Daddy. Dan kalau diriku sebaik itu, maka kelak si cantik ini juga akan mendapatkan lelaki yang bisa memberikan seisi dunia ini untuknya.. seperti Daddy.."


Mendengar penghargaan Meta untuknya yang begitu tinggi itu, sepasang mata Rico telah berkaca-kaca.

__ADS_1


"Bagaimana..? Daddy setuju kan dengan semua yang aku katakan..?"


Rico menarik nafasnya perlahan sebelum kepalanya terlihat mengangguk.


"Rei dan si cantik ini akan menjadi diriku dan Daddy, agar kelak mereka berdua juga bisa merasakan kebahagiaan seperti yang kita rasakan saat ini. Mencintai dengan sepenuh hati.. dan dicintai dengan sepenuh jiwa.." ujar Meta lirih, tanpa sadar rasa haru akan bayangan masa depan Rei dan jabang bayi yang masih begitu jauh itu seolah telah berada dihadapan mata. Membuat Meta tak kuasa membendung bulir bening yang jatuh berlomba-lomba dipipinya yang halus.


Rico mengusap kedua pipi Meta yang telah dipenuhi air mata.


"Ini adalah air mata kebahagiaan.." lirih Meta. "Karena aku tidak sabar menanti hari esok.. menjadi seorang wanita yang dipenuhi kebahagian karena bisa memiliki kalian bertiga didalam hidupku.."


Rico merengkuh bahu Meta dengan lembut, rasanya ingin membawa Meta masuk kedalam sanubarinya yang terdalam.


Sejujurnya, gambaran kebahagiaan yang ada didalam angan Meta adalah gambaran sempurna kebahagiaan yang selama ini bergelayut dalam harapan dan doa Rico setiap saat.


Setiap masa lalu, pasti memiliki kisahnya sendiri..


Dan masa lalu, adalah goresan tinta kehidupan yang tidak pernah bisa dihapus maupun diulang..


Namun masa lalu, juga merupakan tempat pembelajaran yang tepat.. untuk merancang garisan masa depan yang sesungguhnya..


.


.


.


Maaf lama.. 🙏


Seriusan.. akhir-akhir ini author lagi krisis mood, 😔


Kerjaan juga pada numpuk.. 😓


Like and Support yah.. 🤗


Thx and Lophyouuuu all.. 😘

__ADS_1


__ADS_2