
Pov tiga belas jam yang lalu..
“Kak.. kak Rico sebentar..” Shela turun dari tangga dengan tergesa ketika melihat Rico yang juga terburu-buru saat harus meneguk secangkir kopi yang disiapkan bik Sumi.
Hari ini adalah hari yang sangat penting bagi Rico karena akhirnya indotama times square akan diresmikan dan itu merupakan puncak dari segala kerja kerasnya selama ini atas kepercayaan dalam rangka menangani mega proyek yang ditawarkan Tian padanya
Rico menatap Shela yang menghalangi langkahnya dengan sedikit ngos-ngosan. Penampilan Shela nampak terlihat sudah begitu segar di pagi ini. Celana jeans ketat dipadu blouse model wrap berwarna salem, lengkap dengan tas sling bag hitam, ditangan kanannya Shela juga menggenggam duffel bag yang tidak terlalu besar. Menyadari penampilan Shela tersebut tersebut cukup ampuh membuat alis Rico bertaut.
‘Shela hendak pergi kemana ? bukankah rencana mengirim Shela dan teman-temannya ke pulau Dewi masih sementara diproses oleh Dani ?’
“Kak.. aku mau bicara..”
“Ada apa sih, Shela.. tidak lihat kalau sekarang aku sedang terburu-buru..?” Rico berucap seraya melirik jam tangan rolex yang melingkar dipergelangan tangannya.
“Aku juga sedang terburu-buru, kak.. makanya sebelum itu aku mau meminta ijin terlebih dahulu..”
“Meminta ijin ? memangnya kamu mau kemana ?”
“Begini kak.. temanku Erin berulang tahun, dan dia membuat party kecil-kecilan di villa milik orang tuanya. Rencananya kita akan kesana pagi ini dan menginap semalam. Aku boleh pergi kan, kak..?”
“Tentu saja boleh, apalagi kamu sudah siap begini..” pungkas Rico cepat.
“Aku akan kembali besok sore..”
“Nevermind..” pungkas Rico lagi. “Nikmati waktumu dengan teman-temanmu..”
“Kak..”
“Hhmm…”
“Benar tidak apa-apa..?”
“Tidak.. tidak apa-apa.. pergi saja, lagian seharian ini aku juga akan sibuk sampai malam.” Rico tersenyum lebar, namun dalam hati bukan main leganya.
Dua hari ini Rico telah dibuat pusing perihal mencari cara bagaimana meloloskan dirinya dan Rei dari Shela meskipun hanya sebentar, untuk itulah Rico sangat tidak menyangka bahwa kesempatan itu malah datang dengan sendirinya.
‘Pergilah.. pergi saja yang jauh.. dan lama.. itu akan lebih baik..’
Gumam Rico dalam hati sambil tersenyum sumringah.
“Terima kasih, kak..” Shela yang terlihat girang sontak bergerak mendekat berniat hendak memeluk Rico untuk meluapkan rasa senangnya, namun yang ada Rico dengan lihai menghindar.
“Jangan, nanti jas-ku kusut..” ucap Rico memberi alasan yang cukup membuat Shela cemberut karena Rico telah mengambil jarak aman darinya.
“Baiklah.. aku pergi dulu, kak.. ada taxi online yang sudah menungguku didepan gerbang.” ujar Shela dengan ceria mekipun tadi sempat kecewa dengan penolakan Rico yang lagi-lagi selalu menjaga jarak dengannya.
__ADS_1
Dan Rico pun menarik nafas lega begitu Shela berlalu dari hadapannya.
XXXXX
“Pak Rico..”
Rico terhenyak dari lamunannya begitu mendapati suara lembut Meta yang menyapa gendang telinganya, terlebih saat menyadari sosok Meta yang kini telah berdiri tegak dihadapannya.
Serentak pandangan Rico beralih keatas ranjang, dimana Rei berada ditengah, terlihat pulas memeluk guling dengan begitu nyaman.
“Sudah tidur ?” tanya Rico dengan nada rendah, yang disambut anggukan kecil Meta.
Meta menghempaskan tubuhnya keatas sofa yang berada tepat dihadapan Rico, menatap lelaki itu dengan saksama.
“Aku akan mencari cara agar Rei bisa menemui lagi..”
Mendengar itu Meta terhenyak. Ia merasa sangat kaget saat menyadari kenyataan bahwa kehadiran Rei ternyata hanya sementara. Ia telah salah menyimpulkan karena mengira jika Rico tidak akan kembali membawa pulang Rei. Menyadari hal itu bathinnya mendadak seperti diremas kuat.
“Besok aku harus membawa Rei kembali, sebelum Shela datang. Ibuku tidak boleh tau jika aku telah nekad membawa Rei untuk menemuimu.”
Dalam hati Meta tertawa sinis mendengar penuturan tersebut.
Jadi seperti itu ya ?
Ternyata Rico mengambil kesempatan untuk membawa Rei menemuinya disaat Shela, calon istrinya yang cantik itu sedang tidak berada didalam rumah. Luar biasa. Kenyataan tentang semua itu cukup menampar Meta dengan keras, membuat Meta benar-benar menemukan kesadarannya bahwa sejak awal ia tidak pernah memiliki tempat yang layak dihati lelaki itu.
‘Aku tidak mau melakukan sesuatu yang cuma-cuma..’
‘Kebaikanku tidak ada yang gratis..’
‘Tenang saja.. kita memang akan bercerai..’
Beberapa kalimat menyakitkan itu kembali berputar dibenak Meta, membuat hatinya selalu waspada bahwa sepertinya ia harus membayar mahal atas semua kebahagiaannya barusan.
“Apa yang kamu pikirkan ?” tanya Rico mendapati wajah Meta yang tanpa ekspresi sejak awal pembicaraan.
“Aku sedang memikirkan siapa yang seharusnya memberikan imbalan atas semua kebahagiaan yang mahal ini..”
Rico cukup tersentak mendengar kalimat tersebut langsung membuang pandangannya kesamping. Ia hampir saja meloloskan tawa sinis jika tidak mengingat tidur Rei yang akan terganggu karenanya.
‘Sial.. bersusah payah menunjukkan hal yang semanis ini namun seperti tidak ada harganya..’
Rico membathin jengkel campur gundah. Ia mengusap wajahnya sesaat, menahan gregetan saat dihadapkan pada sikap dingin yang terpancar dari Meta yang duduk membeku dihadapannya.
“Jangan khawatir.. aku telah terbiasa membayar. Jadi biarkan aku yang memberikan imbalan..” ujar Rico getir, seolah pasrah mengikuti arah permainan Meta yang entah akan membawa mereka kemana. “Katakan saja. Berapa harganya kebahagiaan Rei agar bisa menemuimu lagi ?” ucap Rico dengan nada dingin.
__ADS_1
Fine.. siapa yang akan menganggap bahwa seorang Rico Chandra Wijaya adalah lelaki dengan harga diri yang tinggi ?
Omong kosong !
Kali ini Rico merasa benar-benar muak. Pengorbanan seperti apa lagi yang harus ia berikan ? karena yang ada Meta selalu saja berhitung untung rugi dengannya tanpa mengenal lelah !
“Aku akan menabung keinginanku dulu. Nanti akan aku katakan setelah aku selesai memikirkan hal terbaik apa yang bisa aku minta darimu dipenghujung waktuku sebelum menjadi mantan istrimu.”
Usai berucap demikian Meta berdiri dari duduknya begitu saja, mendekati ranjang.. kemudian menaikinya dengan perlahan. Tanpa menoleh lagi, Meta telah merebahkan tubuhnya begitu saja disisi Rei yang tertidur lelap dengan perasaan yang hampa, kosong melompong.
Meta tidak tau apa yang telah ia lakukan ini benar atau tidak. Entahlah.. yang Meta tau setiap kali Rico memberinya sebuah harapan.. sudah jelas harapan itu adalah palsu belaka.
Sementara itu..
Rico yang telah merasa begitu marah dengan sikap Meta akhirnya memutuskan berdiri dari duduknya dan berjalan mendekati ranjang. Tanpa berfikir dua kali Rico naik keatas ranjang, merebahkan tubuhnya begitu saja tepat dibelakang punggung Meta yang tersentak dengan kehadiran Rico yang tiba-tiba.
“P-pak Rico..”
Meta baru teradar ia tidak bisa memberontak begitu saja jika tidak ingin Rei terbangun. Alhasil Meta bahkan tidak bisa berbuat apa-apa meskipun saat ini sudah jelas-jelas Rico telah melingkari tubuhnya dengan lengan yang kokoh, memeluknya dengan begitu intim.
“Masukkan saja semua perlakuanku ini sekalian pada daftar tabungan keinginanmu nanti..” bisik Rico semakin mengetatkan pelukannya. Memilih menelan semua kalimat wanita yang entah hatinya terbuat dari apa sehingga selalu saja membentengi dirinya sedemikian rupa.
“Baiklah.. tapi pak Rico juga harus yakin bahwa tidak akan pernah menyesal telah berani membuka peluang untukku menjadi serakah..” ejek Meta lagi sambil berbisik, pasrah menyadari dirinya yang kini bahkan telah kesulitan untuk bergerak.
Rico tertawa tanpa suara. “Pergunakan peluangmu dengan baik.. jangan sampai kamu merugi..” balas Rico lagi.
Detik berikutnya Meta memekik tertahan begitu Rico telah membenamkan kepala ke ceruk lehernya, dan seperti seorang vampire lelaki itu telah menggigit kulit lehernya sejenak sebelum akhirnya menghisapnya dengan kuat, membuat mata Meta melotot tak percaya dengan sebuah hal baru lagi yang dilakukan Rico padanya.
Sedikit sakit.. sedikit perih.. namun lagi-lagi.. pasti bermuara pada kenikmatan yang mendebarkan.
“Catat juga itu..” bisik Rico pelan usai menginvasi leher Meta begitu saja, sebelum akhirnya memeluk tubuh Meta lagi.. kali ini dengan lembut..
.
.
.
Bersambung..
Favoritekan novel ini,
like dan comment setiap bab-nya, dan
berikan hadiah serta vote yang banyak yah.. 🙏
__ADS_1
Thx and Lophyuu all.. 😘