CEO Tampan Dan Istri Rahasia

CEO Tampan Dan Istri Rahasia
Membuat kehebohan


__ADS_3

“Jadi kalian memang sudah mengetahuinya yah ?”


Rico mengangkat bahu dengan santai. Kali ini dirinya dan Tian telah berada di ruangan Tian setelah meeting usai. “Hhmm.. begitulah..”


“Kenapa tidak memberitahukan aku ?” tanya Tian lagi, membuat Rico sontak mendelik.


“Egh.. bukannya aku yang harus menanyakan kalimat itu ? kenapa tidak memberitahukan aku ? kamu anggap apa aku selama ini..?” cibiran Rico membuat Tian terdiam. “Menikah diam-diam.. tidak memberitahu bahwa Arini sebenarnya istrimu.. dan menyembunyikan hubungan kalian selama ini.. ck ck ck.. ciihh.. kalau mengingat hal itu, aku merasa seperti tidak ada artinya..” sindir Rico lagi-lagi.


Tian terdiam mendengar dumelan Rico. Didalam lubuk hatinya ia juga merasa bersalah telah merahasiakan perihal pernikahannya kepada Rico sampai selama ini.


“By the way, mereka bertemu di mall xx tanpa sengaja. Jadi jangan pernah mencurigai kalau istriku adalah tersangka yang melarikan istrimu yah..” diamnya Tian malah membuat Rico memiliki kesempatan untuk melakukan pembelaan kepada istrinya.


Tian membuang nafasnya berat. “Aku sudah tau..” ujarnya kemudian.


Rico menatap Tian yang terlihat gelisah galau merana itu dalam-dalam. “Kalian kenapa ? bertengkar..?”


Tian menganguk kecil. “Aku sudah membuatnya marah..” kilahnya.


“Ternyata masih ada hal yang bisa membuat kalian bertengkar ? Aku pikir kalian itu pasangan tanpa cela yang hanya tau bermesraan diam-diam.. ternyata bisa bertengkar juga ? memangnya apa sih yang kamu lakukan ? bermain wanita lagi dan ketahuan..?”


Tian melotot kesal kearah Rico. “Sudah bosan hidup yah ?!”


Rico tertawa sambil mengusap tengkuknya beberapa kali. “Habisnya yang aku lihat, saat ini Arini sepertinya sedang benar-benar ingin membuat perhitungan denganmu.. he he he..” terkekeh dengan wajah misterius yang membuat Tian curiga.


“Rico.. jangan main-main. Apa maksudmu sebenarnya.. ?”


“Tenanglah.. sebentar lagi kamu juga akan tau..” ucap Rico menahan tawa, sambil memain-mainkan ponsel yang ada ditangannya. Ada alasan mengapa Rico mengatakan hal-hal yang aneh seperti itu, karena Lila baru saja memberitahukan sesuatu yang hebat yang dilakukan istri tercinta sahabatnya itu.


“Pak Tian..” Rudi terlihat masuk keruangan dengan tergesa-gesa.


“Kejutanmu datang, bro.. here we go..” bisik Rico.


Tian melotot geram kearah Rico yang malah tertawa terpingkal-pingkal begitu melihat kedatangan Rudi.


“Bagaimana, Rud ? apa ada informasi lagi tentang Arini ?” nada suara Tian terdengar sekali tidak sabar.


Rudi menganguk. “Iya, pak.. bu Arini baru saja melakukan transaksi pembayaran..”


“Transaksi pembayaran ? memangnya dia membeli apa ?” tanya Tian kemudian dengan nada penasaran.


Rudi menarik nafas perlahan, ragu-ragu ia menatap bos nya yang menunggu penjelasannya. “Anu.. pak Tian.. bu Arini baru saja melakukan transaksi pembayaran.. satu unit mobil listrik..”


Sesaat Tian memang terkejut mendengarnya, alisnya bahkan sempat bertaut beberapa saat sebelum  beberapa saat kemudian dia malah tersenyum nyaris tertawa. “Tesla ?” tanyanya memastikan seraya menatap Rudi.


“Iya pak.. model 3..” sahut Rudi memperjelas.


Tian mengangguk-anggukkan kepalanya sambil tersenyum. “Seleranya bagus juga..” desisnya. Kemudian ia menatap Rudi lagi. “Apa dia belum ada tanda-tanda untuk kembali kerumah..?”


“Kelihatannya bu Arini masih betah ngobrol dengan bu Lila, pak..”


Mengangguk-angguk lagi sambil berfikir sejenak.. “Rud, suruh Sudir menunggu di lobby, saya mau balik kerumah sekarang..” ujarnya lagi kemudian memutuskan, setelah berfikir beberapa saat.


“Tidak.. menjemput bu Arini dulu, pak ?”


“Biar mang Asep..”

__ADS_1


“Mau sampai kapan ?” pungkas Rico tiba-tiba memutuskan ucapan Tian.


“Apa maksudmu..?” Tian menatap Rico serta merta yang malah duduk dengan santai, seperti tadi.. masih memain-mainkan ponsel ditangan.


Rico yang tadinya hanya menonton interaksi Tian dan Rudi kali ini menggelengkan kepala berkali-kali. “Aku hanya bertanya mau sampai kapan kamu menghindar dan menutupi status Arini sebenarnya..?”


“Bicara yang benar, Co. Apa maksudmu sebenarnya ? mau mengejekku karena tidak bisa melakukan apa-apa untuk menjelaskan siapa Arini ? kalau memang maksudmu mau mengejek.. sebaiknya kamu pergi saja sana.. jemput istrimu..!” usir Tian sambil ngedumel panjang lebar.


“Haihh.. siapa yang mau mengejek..? saat ini aku justru sedang memberimu jalan keluar.. dasar bodoh…!”


“Kamu..!”


“Sudah diam saja, dan dengarkan saranku ini baik-baik.”


Tian memang terdiam, tapi sepasang matanya masih menatap Rico dengan rasa kesal tak terkira.


“Pergilah ke mall xx dan jemput Arini disana.”


“Kamu sudah gila ya ? kamu ingin seisi dunia ini mengetahuinya ?”


“Bukannya sudah waktunya ??”


“Kamu ini..!”


“Tian, kamu dan Arini tidak akan mampu menghadapi Saraswati Djenar. Jadi biarkan saja seisi dunia ini yang menghadapinya..!”


Tian terdiam sejenak, mencoba mencerna kalimat Rico dengan baik sebelum akhirnya menyadari dengan benar betapa brilliantnya ide Rico kali ini. Tian langsung tersenyum sumringah seraya menatap Rico, namun Rico malah mencibir.


“Ciihh.. sudah.. sudah.. tidak perlu berterima kasih. Aku tau kalau kamu ingin mengatakan bahwa aku jenius kan..? istriku juga bahkan tidak kalah jenius saat memberikan trik yang menghasilkan satu unit tesla model 3 untuk istrimu. Iya kan..?” kali ini Rico benar-benar berdiri tegak sambil menepuk dadanya dengan bangga.


“Baiklah.. aku akui kalian memang pasangan jenius.”


Melihat itu Tian langsung melotot. “Cihh.. bisa-bisanya sudah memikirkan imbalan. Selesai kan dulu misimu, baru kamu bisa minta apa saja !” sengit Tian dengan semangat membara.


“Urusan apa lagi ?”


“Kamu dan Rudi.. aturlah sedemikian rupa bagaimana caranya membuat agar seisi dunia yang kamu maksudkan tadi untuk menghadapi Saraswati Djenar. Mengerti ?”


“Itu perkara mudah bosssku…” ujar Rico sambil menjentikkan jari dengan remeh. “Serahkan semua urusan popularitas kepada ahlinya.. “ Rico menepuk dadanya lagi berkali-kali dengan gayanya yang songong seperti biasa.


---


Tidak seperti biasanya, Tian yang selalu terlihat formil, sore itu saat menginjakkan kaki di lobby mall xx penampilannya terlihat sangat casual saat terpantau sekian banyak kamera pencari berita.



Dengan mengenakan kaos polos berwarna hitam lengan panjang tak lupa kacamata hitam yang nangkring dengan manis dihidungnya yang mancung, Tian melangkah acuh dengan Rudi yang selalu setia disampingnya serta barisan pengawal khusus dengan stelan hitam yang resmi.


Tian sama sekali tidak mempedulikan sekian banyak wartawan yang menyapanya, mengajukan pertanyaan, meneriaki namanya.. ia malah melenggang dengan langkah yang lebar sambil mengawasi ponselnya yang terus melakukan komunikasi dengan Rico.


Tian melangkah menuju salah satu kedai kopi, tempat dimana Arini dan Lila tidak bisa kemana-mana lagi karena sebelumnya Rico sudah tiba terlebih dahulu disana untuk menangkap basah kedua wanita yang sangat meresahkan itu agar tidak bisa melarikan diri.


“Rico, jangan becanda.. Tian tidak mungkin kesini kan ?” Lila masih bertanya tak ingin percaya, sementara Arini justru tidak bisa lagi berucap sepatah kata.


Bukannya membalas pertanyaan Lila, Rico malah menatap Arini dengan sungguh-sungguh. “Arini, sebaiknya sebentar kamu bersikap koperatif. Jangan membantah dan ikuti Tian saja, karena banyak wartawan yang akan menguliti setiap pergerakan kalian

__ADS_1


nantinya.”


Kemudian ganti menatap Lila yang masih menatapnya protes.


"Dan kamu sayangku.. tolong jangan berulah..” ujarnya memperingati dengan serius.


Lila ingin membantah tapi Rico keburu menempelkan jari ke bibirnya.


“Sst.. mereka datang..”


Arini nyaris pingsan saat melihat kearah yang ditunjuk Rico dengan isyarat dagunya, karena ia benar-benar melihat Tian berjalan dengan gagah kearahnya, tak terpengaruh sedikitpun dengan kekacauan yang timbul dikiri kanannya hingga membuat para pengawal bekerja ekstra.


“Ayo pulang..” Tian melemparkan senyum saat berada tepat dihadapan Arini yang masih termanggu, menatap Tian dengan takjub. Lelaki itu mengulurkan tangannya dan seperti terhipnotis ia langsung menyambut tangan Tian yang mengajaknya berdiri dari duduknya.


Rudi menyerahkan sweater hodie berwarna ungu kearah Tian, yang begitu diterima, Tian langsung memasangkannya ditubuh Arini sampai memakaikan tutup kepalanya.


Kilatan blitz terus menyambar seperti tidak rela kehilangan moment berharga yang diakibatkan interaksi manis tersebut.


“Co, kami duluan..” pamit Tian menatap pasangan jenius itu dengan senyum.


“Siyapp boskuu..” ucap Rico dengan semangat empat lima sambil mengangkat dua jempolnya


sekaligus.


Arini menatap Lila. “La.. aku duluan yah..”


“Baiklah, Rin.. hati-hati dan..” Lila mengisyaratkan dengan tangannya agar Arini memberi kabar dengan menelponnya, yang disambut Arini dengan angukan.


Kemudian situasi selanjutnya sudah bisa ditebak..


Mendadak sore itu mall xx menjadi sangat ramai, ramainya malah melebihi keramaian saat sedang diadakan event sale besar-besaran.


Para pemburu berita bergerombol seperti sekumpulan lebah ganas.. dan para pengunjung lainnya yang tidak tau menahu serentak bertanya-tanya antara satu dengan yang lain tentang ada apa gerangan dengan kehebohan yang sedang terjadi.


Tian terus menggenggam jemari Arini dengan kuat, membawanya keluar dari kehebohan itu tanpa kata. Kilatan sinar blits terus menerpa dari segala penjuru, dan hodie ungu Arini bahkan tidak bisa melindungi wajah Arini seutuhnya yang terus berjalan mengikuti punggung tegak Tian sambil menunduk.



‘Sebastian Putra Djenar muncul tiba-tiba di mall xx untuk menjemput istrinya..’


‘Ternyata Ceo Indotama Group sudah berstatus menikah sejak lama..’


‘Karyawan yang selama ini diisukan menjalin hubungan gelap dengan Ceo Indotama group itu ternyata adalah sekretaris pribadi sekaligus istri sah sang Ceo..’


Dan masih banyak lagi segelintir berita yang menyebar luas tak terkendali, yang inti dari semua pemberitaan tersebut berpusat pada satu poros yang tak lain adalah Sebastian Putra Djenar, Ceo Indotama Group, yang kehidupan pribadi nya selalu saja sedap untuk dikupas..


.


.


.


.


Bersambung…

__ADS_1


LIKE, COMMENT, AND VOTE.. Jangan lupa yah.. 🤗


Lophyuu my readers.. more and more.. 😘


__ADS_2