Cinta Dan Luka (Bara Dan Selin)

Cinta Dan Luka (Bara Dan Selin)
Bab 10 : Berhentilah muncul dihadapan ku


__ADS_3

Perlahan mata selin terbuka saat mencium aroma parfum seseorang yang sepertinya sangat dikenalinya. Selin membeku di tempat saat menyadari saat ini Barra sedang menatapnya dengan jarak yang cukup dekat.


Pandangan Selin beralih ke arah Jas yang sudah menyelimuti punggungnya. "Apa yang kamu lakukan?" Ucap Selin dengan kekesalan yang semakin memuncak.


Barra menghela nafasnya panjang saat melihat raut Selin yang menyiratkan penuh kebencian. "Memangnya aku melakukan apa, aku hanya tidak tega melihat mu basah kuyup seperti ini."


Selin tertawa pelan lalu menatap nyalang ke arah Barra. "Memangnya kenapa kalo aku basah kuyup apa peduli mu?! Apa saat ini kamu sedang membanggakan dirimu di hadapanku? Memamerkan kemesraan mu dengan pasangan mu?!" Selin dibuat jengah dengan sikap Barea yang tidak tahu malu dan suka seenaknya.


Barra membeku di tempat tidak mengerti dengan apa yang Selin ucapkan. "Apa yang kamu bicarakan?" Jawab Barra lirih.


Selin memutar bola matanya malas, pandangannya sidah berubah berkaca-kaca. Dia sudah bingung harus bersikap seperti apa di hadapan Barra. Dia tidak mengerti kenapa Barra selalu menghampirinya dengan tampang tidak bersalah yang selalu berhasil membuat Selin murka.


"Apa kamu pikir aku masih sama seperti dulu, yang langsung tersipu malu dengan sikap buaya mu itu!. Aku sampai-sampai tidak bisa membedakan sebenarnya seperti apa dirimu itu!. Baru saja kamu menggandeng seseorang di bawah hujan, lalu sekarang berlari kepada ku. Sebenarnya apa yang sedang kamu lakukan? Aku kira kamu akan berubah menjadi lebih baik tapi ternyata dugaan ku salah, sikapmu malah menjadi jadi! Kamu anggap diri ku apa?!"


Barra hanya mematung dengan tatapan sendu ke arah Selin. Terkadang dia lupa dengan kepedihan yang telah diberikannya kepada Selin di masa lalu. Dia tahu menghampiri Selin adalah kesalahan besar dan tidak tahu malu. Tapi dia juga tidak bisa mencegah kakinya untuk terus menghampiri Selin, dan hatinya yang tidak bisa berhenti peduli.


Melihat Barra yang diam saja membuat Selin semakin kesal. "Dengarkan aku baik-baik, jangan muncul lagi di hadapan ku dengan tampang tidak bersalah mu itu. Jangan hiraukan aku bahkan ketika aku ada di ujung jurang sekali pun, aku tidak sudi melihat mu atau menerima bantuan mu!" Ucap Selin dengan telunjuk menekan bahu Barra dengan penuh kekesalan.


"Sel," Panggil Barra lirih dengan perasaan sesak di hatinya. Melihat Selin yang terluka seperti itu rasanya Barra ingin menariknya ke dalam pelukannya. Barra tidak menyangka jika kehadirannya malah akan membuat Selin begitu terluka seperti ini.


"Aku tidak paham dengan diri mu, bagaimana bisa kamu muncul dihadapan ku tanpa rasa malu sedikit pun. Apa kepedihan yang kamu berikan kepada ku di masa lalu bukan hal yang besar untuk mu? Aku ingatkan takutnya kau tidak tahu! Kejadian itu sangat mengguncang dunia ku dan menguras setengah kewarasan ku, jadi aku mohon hargailah perjuanganku yang berusaha mati-matian menghindari mu dan melupakan mu. Tolong jauhi aku dan lepaskan topeng palsu penuh kebaikan mu itu! Jika memang urat malu mu sudah putus, maka tolonglah rekat kan dulu sebentar saat dihadapan ku!" Selin sudah tidak peduli lagi dengan status Barra yang sekarang menjadi atasannya. Saat ini dia hanya ingin meluapkan segala kekesalannya kepada Barra.


Dengan cepat Selin membuka Jas Barra yang menyelimuti punggungnya, tangannya sudah terangkat untuk melemparkan itu ke arah Barra.


Ting!


Namun sebelum niatannya selesai, pintu lift lebih dulu terbuka dan menampilkan para karyawan yang sudah berbaris rapih.

__ADS_1


"Selamat Siang Pak," Sapa Para karyawan dengan sopan.


Selin menoleh ke arah pintu lift yang terbuka dengan karyawan yang sudah berbaris untuk masuk, tangannya meremas Jas di tangannya, niatannya untuk melemparkan itu ke arah Barra urung begitu saja. Dengan terpaksa Selin menunduk ke arah Barra dan melenggang keluar begitu saja dengan Jas Barra yang masih ada di genggamannya.


Barra membalas sapaan para karyawan dengan asal karena pikirannya masih melayang dan mengkhawatirkan Selin yang keluar dengan penuh amarah.


"Aku mungkin bisa belajar untuk berhenti mencintai mu, tapi aku tidak bisa untuk berhenti peduli padamu." Gumam Barra di dalam hati penuh kepedihan.


*****


"Sel, kamu dari mana ko tiba-tiba ngilang?" Ucapan Syakila membuyarkan lamunan Selin.


Dengan cepat Selin memasang tampang cerianya ke arah Syakila. "Aku tadi keluar niatnya mau beli kopi, tapi kamu liat sendiri aku malah kehujanan." Ucapnya dengan pandangan jatuh ke arah Jas Barra yang masih di genggamannya.


"Ya ampun kenapa jauh-jauh keluar sih, padahal di dapur ada. Eh btw ini Jas siapa?" Ucap Syakila penuh penasaran.


"Emmm," Selin menggaruk tengkuknya sedikit kebingungan karena tidak mungkin mengatakan jika Jas itu milik Barra. Bisa-bisa Syakila heboh dan beranggapan yang aneh-aneh.


"Shhtt," Selin cepat-cepat membekap mulut Syakila, dia tidak habis pikir bagaimana bisa Syakila mengetahui pemilik Jas itu.


Syakila menatap takjub ke arah Selin, "Sel gila ya lo hebat banget! Hari pertama kerja udah..."


"Stop! Jangan berpikir yang aneh-aneh ya. Ini cuma kebetulan ko, tadi pas di jalan aku papasan sama si bos. Mungkin dia kasihan sama aku karena udah mirip kucing kecebur got, akhirnya dia pinjemin ini deh sama aku. Jadi nggak usah berpikir yang aneh-aneh ya." Sela Selin takut Syakila akan semakin berkata terlalu melantur kesana kemari.


Melihat wajah Selin yang berubah menjadi pucat pasi membuat Syakila ingin tertawa terbahak-bahak. "Hahaha, wajah kamu panik banget. Santai aja kali aku cuma bercanda ko, toh mau ada sesuatu juga aku nggak masalah. Santai aja," Ucap Syakila tengil dengan tatapan sedikit menggoda.


Selin hanya mengangguk samar dengan pemikiran yang semakin berkecamuk di benaknya. "Hmmm," Gumamnya sebagai jawaban.

__ADS_1


Selin menatap Jas Barra dengan perasaan sedikit bersalah, dia sedikit menyesali perkataannya yang begitu ketus dan kasar pada Barra. Dia terlalu terbawa suasana dan akhirnya lost kontrol dengan dirinya sendiri.


"Ucapan ku tadi keterlaluan nggak ya?" Ucapnya di dalam hati bertanya pada diri sendiri.


*****


Selin berdiri di depan pintu loby menunggu angkutan online nya, dari kejauhan dia mendengar langkah kaki seseorang yang seperti berjalan ke arahnya. Selin menoleh penasaran untuk melihat orang tersebut, dan ternyata orang itu adalah Barra. Pandangan Selin jatuh pada paper bag di tangannya yang berisi Jas Barra, dia hendak memberikan Jas itu dan mengucapkan terimakasih.


Perlahan keberanian Selin luntur saat menyadari sikap Barra kepadanya sudah berubah menjadi begitu dingin dan mengabaikan kehadirannya. Set! Barra melewati Selin begitu saja seolah-olah Selin tidak berada di sana. Selin menghela nafasnya panjang, harusnya dia bahagia akhirnya Barra tidak lagi mengusik kehidupannya. Tapi entah kenapa melihat sikap Barra yang begitu dingin membuat hatinya sakit hati. Memang hati wanita begitu sulit di mengerti.


"Belum pulang?" Ucap seseorang yang tidak Selin kenali.


Selin mengangguk hormat pada orang yang sepertinya atasannya "Belum Pak," Jawabnya sopan.


Pria itu tersenyum misterius dan menatap Selin dengan terpesona. "Mari saya antar," Ucapnya santai yang berhasil membuat kedua bola mata Selin membulat sempurna.


"Tidak usah Pak, saya sedang menunggu jemputan Online saya." Tolak Selin halus, rasanya Selin ingin kabur terbirit-birit dari pria aneh itu.


"Kamu akuntan baru kan disini? Tenang saja saya tidak akan berbuat macam-macam. Huh, tapi saya juga tidak memaksa memang anak-anak jaman sekarang suka sekali menolak kebaikan orang lain," Ucapnya yang berhasil menohok Selin.


"Eh bukan seperti itu maksud saya Pak," Selin gelisah ditempat bingung harus melakukan apa.


"Sudahlah nggak usah nolak, ada yang perlu sampaikan pada kamu. Ayo!" Ajak Pria itu masih belum menyerah.


"Emmm," Selin menggaruk tengkuk merasa tidak nyaman.


"Saya tidak menerima penolakan!" Ucapnya dan langsung berjalan. Selin menghela nafasnya berat, mau tidak mau akhirnya Selin mengikuti pria itu.

__ADS_1


******


Jangan cuma baca aja ya, jangan lupa klik tombol like, vote dan komen sebanyak-banyaknya. :)


__ADS_2