Cinta Dan Luka (Bara Dan Selin)

Cinta Dan Luka (Bara Dan Selin)
Bab 66 : Foto Keluarga


__ADS_3

Saat Bara dan Selin baru datang suara teriakan sudah menyambut mereka dengan penuh kebahagiaan. "Om Bala!!!" Teriak Jeno dan langsung berlarian ke arah Bara.


Bara tersenyum penuh kebahagiaan lalu mensejajarkan tubuhnya dengan Jeno tentunya dengan tangan yang terbuka untuk menyambut Jeno dengan pelukan. Sudah tidak bisa dipungkiri lagi jika Jeno adalah anak Selin, karena mereka sama-sama menyukai pelukan dan menganggap pelukan adalah wujud dari rasa sayang seseorang. "Hai Boy," Tubuh Bara sedikit terhuyung ke belakang saat Jeno dan Juna berhamburan memeluknya.


Melihat pemandangan di hadapannya Selin hanya menggelengkan kepalanya, sepertinya kasta tertinggi yang dulu di tempati oleh Selin sudah bergeser dan di tempati oleh Bara. Tapi walaupun seperti itu Selin tidak merasa keberatan dan malah terharu melihat Bara yang sangat menyayangi kedua anaknya. Namun, sayangnya pria bodoh itu masih belum menyadari jika si kembar adalah anaknya. Padahal jika dilihat sekilas saja mereka sangat mirip dari segala aspek.


"Ndaa!!" Selin tersentam dari lamunan nya saat Juna memeluk kakinya, Selin sedikit terkekeh kemudian mencubit kedua pipi anaknya dengan gemas. "Ya ampun ternyata anak Bunda ganteng-ganteng banget!"


"Ayo cepetan ganti kostum," Ucap Anet saat dirasa acara peluk-pelukan keluarga kecil ini sudah dirasa cukup.


Selin menatap Bara penuh perintah dengan tampang tidak berdosa seolah-olah menjadi model adalah kewajiban Bara. "Sana! Kasian Anet katanya kamu udah janji mau ngejamin modelnya."


Bara mengangguk pasrah dan beranjak ke ruangan ganti, namun langkahnya terhenti saatendengar celetukan Anet. "Sama lo juga Selin," Ucap Anet yang berhasil membuat Selin terhenyak tidak percaya.


"Loh ko sama aku sih?" Tanya nya meminta kepastiaan. Dia mana biss bergaya di depan kamera, dan sudah di pastikan jika dia ada disana itu hanya akan merusak frame kedua anaknya saja.


Anet tidak kaget saat melihat raut penolakan Selin toh dia tahu jika Selin pasti akan menolak dengan alasan tidak percaya diri. "Kan temanya happy family. Udahlah cepetan." Anet menarik tangan Selin agar segera ke ruang ganti.


"Ehh," Pekik Selin kaget dengan langkah yang sedikit tergusur oleh Anet.


Bara melipat kedua tangannya dengan bangga, dirinya menjadi tambah bersemangat saat mengetahui jika Selin akan bergabung dengan trio tampan untuk menjadi model. "Yes!" Gumam Bara penuh kebahagiaan kemudian bergegas ke ruangan ganti.


Dari kejauhan Juna dan Jeno saling bertatapan penuh arti kemudian bertos ria. "Yeay! Rencana kita berhasil!" Ucap mereka penuh kebanggan karena sudah berhasil mendatangkan kedua orang tuanya.


[Beberapa Jam Yang Lalu]


Juna yang sudah selsai pemotretan menghampiri adik semata wayahnya yang sedang berpikir keras dengan gawai di tangannya.


"Udah belum?" Tanya Juna kemudian duduk di samping adiknya lalu mengambil snack di pangkuan Jeno.

__ADS_1


Jeno menghela nafas panjang sudah kehabisan ide. Dia kebingungan harus mengirim pesan apa untuk mencegah model pemotretan nanti sore tidak datang. Namun, sayang sekali otak cemerlang nya sedang todak bisa diajak bekerja sama. "Abang Eno bingung mau ngirim pesan apa?" Ucapnya dengan wajah yang ditekuk kecewa.


Juna menggeleng-gelengkan kepalanya heran, dia kira sejak tadi Jeno sudah berhasil menyelesaikan tugas mulianya itu. "Kamu ini, Abang kira dari tadi udah beres. Kalo mentok nggak ada inspirasi itu jangan diam aja. Bilang sama Abang," Ucap Juna penuh nasehat kemudian mengambil ponsel di tangan Jeno.


Jeno terkekeh kemudian bersandar di bahu Juna dengan tatapan penasaran ke layar ponsel. Dia penasaran Abangnya yang ganteng ini akan mengirimkan pesan apa. "Hehehe. Siap. Bang bantuin Eno, mentok nih."


"Kira-kira rencana kita berhasil nggak ya?" Ucap Jeno dengan tatapan menerawang. Juna menoleh ke arah adiknya yang terlihat putus asa. "Percaya aja sama Abang." Juna tersenyum penuh arti dan tentunya dengan penuh percaya diri.


********


Selin termatung dihadapan kaca memandang wajahnya sendiri, rambut yang terurai indah dan ikal di ujung, dres putih selutut entah kenapa begitu pas di tubuhnya. Seolah-olah dres ini memang di ciptakan untuknya. Selin mengedip-ngedipkan matanya merasa tidak percaya jika yang tertampil di cermin adalah dirinya.


"Waw beautiful," Pekik Anet merasa takjud dengan kecantikan natural Selin.


Selin membuang pandangannya dan berjalan dengan perasaan yang sedikit salting. "Jangan lebay deh."


Selin mengedikan bahunya acuh dia tidak akan termakan hasutan Anet yang belum menyerah. "Nggak mau, cukup ya lo hasut anak gue. Gue mah ogah."


"Ckk. Liat aja nanti lo bakal ketagihan."


"Terserah."


"Yaudah ayo cepetan."


Selin mengangguk kemudian melanjutkan langkahnya untuk masuk ke dalam ruangan pemotretan.


Tuk! Tuk! Tuk!


Bara yang sedang membenarkan jam di tangan perlahan mengangkat pandangannya ke sumber suara. Dia termenung melihat Selin yang berjalan anggun ke arahnya, walaupun Selin sedikit malu-malu tapi hal itu tidak sedikitpun melunturkan kecantikan yang memancar di wajahnya.

__ADS_1


Bara seakan terhipnotis dengan Selin yang bak seorang putri raja, gaun putih di tubuhnya menaikan level keanggunan dan kecantikannya berlipat-lipat ganda. Biasanya dia selalu melihat Selin yang natural yang memakai baju sederhana atau baju kantor.


"Tutup dong mulutnya, takut ada gajah yang masuk." Celetuk Anet yang berhasil mengembalikan kesadaran Bara.


Bara menghela nafasnya kesal karena wanita itu merusak momennya yang sangat berharga. Momen dimana dia merasakan sura musik merdu bersautan di telinganya, momen dimana semua dinding di galery berubah menjadi dekorasi pernikahan, momen diamana dia melihat seorang pengantin perempuan sedang berjalan ke arahnya.


Bara mengabaikan Anet dan berjalan ke arah Selin dengan senyuman hangat menghiasi wajahnya. "Ayo," Ajak Bara dengan tangan yang terulur ke arah Selin.


Selin ikut tersenyum lalu dengan sedikit malu-malu dia meneriman uluran tangan Bara dan berjalan bersama ke tempat pemoteretan.


"Ndaaaa!!!" Panggil Juna dan Jeno yang sedang berlarian penuh kebahagiaan pada Selin.


Selin terkekeh melihat raut kedua anaknya yang begitu bahagia. Sebenarnya sudah sangat lama kedua anaknya ingin mengajak Selin berfoto bersama dan menjadi model, tapi sayangnya harapan mereka baru bisa terrealisasi sekarang tentunya dengan kehadiran Bara sebagai pelengkap yang begitu sempurna.


"Ayo semuanya, siap ya. Satu, dua, tiga!!" Ucap seorang fotografer bersiap memotret keluarga bahagia di hadapannya.


Cekrek!


...~Juna pangeran Tampan~...


Kak dan Om yang cantik jelita. Untuk pemotretan hari ini di cancel duli ya. Juna sama Jeno mau foto keluarga dulu. See youu Mbak cantiiip.


^^^Okay tampan, good luck! ^^^


******


Happy Reading!


Jangan lupa klik tombol Vote, Komentar dan Share. Sambil nunggu cerita ini Up, Baca juga Tunangan Misterius Karya author yang lainnya :)

__ADS_1


__ADS_2