Cinta Dan Luka (Bara Dan Selin)

Cinta Dan Luka (Bara Dan Selin)
Bab 73 : Kehebohan Trio ubur-ubur


__ADS_3

Bara menggunakan kaos pemberian Raka lalu keluar untuk menggendong Selin penuh kehati-hatian kemudian masuk ke dalam rumah. Ternyata kehadirannya langsung di sambut oleh si kembar dan pembantu rumah yang baru.


"Oom Ndaa Kenapa?" Tanya Jeno sambil mengekor di belakang Bara, sedangkan Juna dengan sigap membantu membuka pintu yang akan dimasuki oleh Bara.


"Dia salah minum.." Jawab Bara hangat.


Jeno mengangguk paham sambil terus mengekor di belakang Bara, saat pintu kamar Selin sudah di buka oleh Juna. Dengan perlahan Bara menidurkan Selin di atas kasur dengan penuh kehati-hatian.


"Haaaahh.." Bara meregangkan otot-ototnya yang menegak kemudian duduk di tepi kasur.


"Bunda berat ya Om?" Tanya Juna yang berhasil membuat Bara terkekeh.


"Lumayan.." Ucapnya sambil mengelus belakang kepala Juna lembut. "Bunda pingsan?" Tanya Juna kembali.


"Nggak.. Dia cuma tidur.."


Jeno menautkan alisnya lucu penuh kekhawatiran. "Terus wajahnya masih ada makeup nya.. Kata Nda kalo tidur pakek make up nanti bakal jerawatan wajah kusam sama penuaan dini."


"Ahahha.. Dasar anak pintar." Ucapnya gemas, di dekat si kembar selalu berhasil membuat Bara tertawa lepas penuh kebahagiaan.


Bara melingkarkan kedua tangannya di depan penuh percaya diri. "Coba tolong carikan kapas atau tisu basah.. Kita bersihkan sama-sama wajah Bunda."


"Oke.." Jeno langsung turun dari kasur kemudian mencari barang-barang itu di meja hias Selin dan tak lama dari itu Juna menyusul Jeno yang sekarang sudah kembali menghampiri Selinm


"Omm bersihinnya pake apa? Ini make up Bunda banyak banget." Keluh Juna kebingungan.


"Emmm.. Yang mana ya.." Bara bangkit dari duduknya untuk menghampiri Juna dan ikut berpikir keras.


Saat menoleh ke arah Jeno, Juna langsung kaget karena adiknya itu sudah mulai membersihkan wajah Selin dengan air yang tidak tahu apa. "Eh Eno kamu udah mulai aja.. Kamu pakai apa?"


"Nggak tau.. Eno asal ambil." Jawabnya acuh tak acuh.


"Coba baca itu tulisannya apa?"


"Sirih.. Feminim hegine.."


"Eno!!!" Pekik Bara dan Juna secara bersamaan.


Jeno membulatkan kedua matanya tanpa rasa berdosa. "Kenapa?" Tanyanya kebingungan.


Juna menghela nafasnya pasrah. "Jangan pakek ini ya nanti Bunda marah."


Jeno mengangguk paham. "Yah terus pakek apa dong?"


Bara memutar otaknya yang seketika tidak berfungsi. "Mmmm.. Tunggu. Om mau nanya dulu ke internet." Ucap Bara yang langsung di anggukki oleh si kembar.

__ADS_1


"Coba cari yang tulisannya toner. Ada nggak?" Ucap Bara kemudian.


Juna mengedarkan pandangannya diantara botol-botol yang berjajar rapih. "Ada!!" Pekiknya penuh kebahagiaan seperti menemukan harta karun.


Bara tersenyum hangat. "Nah pekek itu.."


Jeno menatap Bara dengan kedua mata yang membulat sempurna. "Kalo salah gimana?"


"Nggak papa.. Kalo salah kita salahin google aja."


*****


Saat ini trio ubur-ubur itu sedang mengelilingi kepala Selin dengan penuh perhatian. Mereka saling bekerja sama untuk membersihkan make up dari wajah Selin. Sedangkan si empu hanya tertidur pulas tanpa terusik sedikit pun.


"Om ini bulu mata anti badai copotinnya gimana?" Tanya Juna penuh kebingungan.


"Sini sama Om aja.." Bara langsung mengambil alih pekerjaan Juna.


Setelah selesai Bara memperhatikan Jeno yang sedang sibuk membersihkan wajah Selin. "Eno itu belum bersih, nah sebelah sini nya."


"Eh.. Bunda itu pake softlens gimana bukanya?" Celetuk Juna yang berhasil membuat mereka berpikir keras.


"Ya ampuun.." Bara memijat pelipisnya pelan merasa heran, kenapa wanita bisa seribet ini.


Bara menghela nafasnya pelan kemudian menegakkan punggungnya. "Jeno tolong ambilin cup softlens nya." Jeno langsung turun dari kasur.


"Ya bagus kalo dia bangun.. Tapi mustahil.. Bunda kalian itu kalo tidur udah kaya simulasi meninggal.." Ucap Bara sambil terkekeh.


"Ahahaha.. Bener banget."


Setelah Jeno kembali, Bara menatap kedua anak-anak gemas itu secara bergantian. "Oke kita bagi-bagi tugas.."


"Eno buka mata Bunda, Abang pegang cup nya dan Om Yang ngambil lensa nya. Gimana setuju?" Tanya Bara.


"Setuju!!"


"Huuuuhh.. Yo mulai.."


Meraka saling beradu tatap kemudian mengangguk penuh keyakinan.


"Satu!"


"Dua!"


"Tiga!"

__ADS_1


******


Bara terusik dari tidur nyenyaknya saat suara Juna dan Jeno terdengar seperti sedang melakukan sesuatu. Perlahan matanya terbuka dan terlihat malam sudah berganti menjadi pagi hari.


"Hoaaaaam.. Kalian udah bangun?" Tanya Bara langsung bangun dari tidurnya dan terlihat Juna dan Jeno sedang sibuk memasukan buku ke dalam ransel mereka masing-masing.


"Iya.. Kita mau siap-siap ke sekolah." Ucap mereka tanpa menoleh pada Bara.


Bara mengangguk paham kemudian bangkit untuk menghampiri mereka. "Biasanya yang bantu kalian siap-siap siapa?"


"Bunda."


"Oh yaudah sekarang Om aja. Jangan bangunin Bunda kalian biarin dia istirahat." Ucap Bara yang langsung diangguki si kembar walaupun dengan sorot wajah yang kurang percaya jika Bara bisa menyiapkan semua keperluan mereka.


*****


Bara berdiri di depan wastafel dengan handuk yang sudah siap di bahunya.


"Ayo sini bersihin wajahnya dulu." Ucapnya pada Juna dan Jeno yang sedang berbaris.


Juna dan Jeno bergantian menghampiri Bara untuk diberikan sikat gigi, mencuci wajah, dan di elap dengan telaten oleh Bara. Memang hal ini terkesan lebay karena mereka bisa melakukan hal itu tanpa bantuan Bara. Tapi mau gimana lagi karena Bara yang request untuk melayani si kembar seperti anak kecil pada umumnya.


"Awas sabun nya ke baju." Ucap Bara penuh peringatan saat Jeno sedang menyikat giginya.


"Juna pelan-pelan. Airnya ke luar itu." Teriak Bara saat Juna sedang mandi dan airnya terciprat sampai keluar.


"Jeno hati-hati, nanti kepeleset." Teriak Bara saat Jeno berlarian keluar dari kamar mandi.


Ya begitulah dengan segala kehebohan yang melebihi emak-emak tetangga, akhirnya mereka bisa menyelesaikan ritual mandi mereka yang dibumbui oleh teriakan-teriakan Bara.


Saat ini Bara sedang menautkan alisnya dengan pandangan ke arah baju yang sudah tergantung rapi. "Seragamnya yang mana?"


"Yang ini," Ucap Juna yang langsung diambilkan oleh Bara.


Bara terkekeh memperhatikan pemandangan hangat du depannya, tidak terasa ada buliran keringat yang membasahi dahinya. Dengan penuh rasa bangga tangan Bara terulur untuk mengusap keringat itu, ternyata mengurus dua anak sekaligus bukanlah hal yang mudah. Bara sampai-sampai tidak bisa membayangkan bagaimana susahnya Selin mengurus dan membimbing mereka seorang diri.


"Kalian mau sarapan pakek apa?" Tanya Bara saat si kembar sudah hampir selesai.


"Sama apa aja Om, biasanya kita suka bawa bekel juga." Ucap Juna yang berhasil membuat Bara merasa tertantang.


"Okay.. Chef Bara siap meluncur!" Ucap Bara dengan tangan yang terkepal di depan dada penuh semangat.


"Dengan nyawa dan tenaga yang tersisa aku akan berusaha menjadi sosok Ayah ideal bagi mereka!!" Ucap Bara di dalam hati penuh semangat.


*****

__ADS_1


Hallo Readers... Gimana ibadah puasanya lancar?


Btw menurut kalian makanan yang wajib waktu buka itu apa ya? 🤣🤣🤣


__ADS_2