
Selin dan Bara saling beradu tatap dengan tatapan yang tajam dan menimbulkan kilatan kilat yang siap menyambar siapapun yang menghalangi mereka. Bara terkekeh mengejek ke arah Selin, Bara sudah yakin jika dialah yang akan menang. Selin memutar bola matanya malas, walaupun dia sudah yakin tidak akan kalah tapi Selin tidak ingin menyerah begitu saja.
Bara mendekatkan telinga ke arah Selin. "Siap-siap kalah, kalo mau mundur mending dari sekarang." Bisik Bara penuh provokasi.
Selin tersenyum penuh arti. "Liat aja nanti, jangan nangis kalo kalah." Jawabnya dengan tangan sibuk menggulung kemejanya sampai siku.
"Nggak akan!" Jawan Bara dengan raut menyebalkan.
Selin memutar bola matanya malas. "Baguslah, rasanya menyebalkan melihat pria tua menangis di hadapan ku. Sangat menyedihkan."
Juna dan Jeno yang sudah berhasil menggambar garis finis berlarian ke arah Bara dan Selin yang sedang beradu cekcok dari tadi, jika di ibaratkan mereka mirip kembang api di tahun baru yang tidak pernah berhenti meledak-ledak.
"Bunda ayo udah siap!" Ajak Juna yang langsung diangguki Selin. Dengan perlahan Selin berjongkok dan Juna mulai naik ke gendongannya. "Bunda semangat ya, Abang nggak mau kalah dari Jeno." Bisik Juna yang menjadi penyemangat bagi Selin.
"Abang tenang aja kita pasti menang," Ucap Selin penuh keyakinan.
Di sisi lain Jeno sedang mengalungkan tangannya ke leher Bara yang kokoh. "Om jangan kasih kendor ya, Eno nggak mau kalah." Bisik Jeno yang berhasil membuat Bara terkekeh.
"Percaya aja sama Om Eno, Bunda kalian nggak mungkin bisa ngalahin Om." Awalnya Bara ingin mengalah untuk Selin, tapi sepertinya dia memang harus berjuang untuk menang karena ada orang yang harus dia banggakan dan tidak untuk di kecewakan.
"Udah siap?" Tanya Juna memastikan.
Selin dan Bara mengangguk kompak sebagai jawaban.
"Oke. Kita hitung ya, Satu!!!...... Dua!!!...... Tiga!!!!..." Teriak Juna dengan nada tinggi.
Selin langsung pontang panting berlari sangat kencang dengan Juna di gendonganya yang terus-terusan memberinya semangat. Namun, sayang sekali kecepatan Selin tidak bisa menandingi Bara yang bertubuh atletis dan memiliki kaki yang jenjang. Selin baru setengah jalan sedangkan Bara tinggal selangkah lagi ke garis finis.
Jeno dan Bara langsung kegirangan saat sudah memenangkan pertandingan lari ini. "Hore!! Kita menang!!" Pekik mereka sambil berpelukan.
Selin memilih berjalan santai dengan tatapan sendu ke arah Jeno yang sedang di peluk erat oleh Bara, entah kenapa Selin membacanya sebagai pelukan perpisahan. "Aduh, Abang maafin Bunda." Gumam Selin pada Juna di gendongannya.
Juna tersenyum hangat kemudian meletakkan kepalanya di celuk kepala Selin "Nggak papa Nda santai aja, Abang bangga ko sama Bunda." Ucap Juna dan langsung melayangkan ciuman di pipi Selin.
Tuk! Selin menghentikan langkahnya. Dia menoleh ke arah Juna penuh kebahagiaan kemudian berjongkok untuk menurunkan Juna dengan hati-hati. "Bunda sayang sama Abang," Ucap Selin dengan pandangan berkaca-kaca ke arah Juna. Mereka saling berpelukan dengan penuh kehangatan.
"Ndaaaa!!! Ko Eno nggak di ajak sih!" teriak Jeno penuh kekesalan.
Selin terkekeh kemudian melerai pelukannya dengan Juna dan menunggu Jeno menghampiri mereka.
Bara berjalan dengan santai, rambut nya berterbangan diterpa angin pantai yang cukup kencang. Senyuman terbit di wajahnya kemudian cepat-cepat mengambil kamera untuk mengabadikan momen di hadapannya.
__ADS_1
Cekrek!
Cekrek!
Bara memperhatikan foto yang sudah berhasil di ambil olehnya, yang memperlihatkan seorang ibu yang luar biasa dikelilingi kasih sayang yang begitu besar oleh anak-anaknya. Tuk! Tuk! Tuk! Bara berjalan dengan perlahan untuk bergabung dengan mereka.
"Yang kalah diceburin lo!" Ucap Bara yang berhasil membuat Juna dan Selin saling bertatapan pasrah.
"Eh!! Eh! Eh!!" Selin terpekik kaget saat Bara membopongnya begitu saja seperti karung beras.
"Eh, eh, turunin gimana kalo aku jatuh!" Selin meronta-ronta di gendongan Bara dengan sepenuh tenaga, tapi sayang dia kalah kuat dan Bara malah semakin mempercepat larinya.
"Jeno jangan kenceng! Kenceng nanti jatuh!" Ucap Juna tidak kalah heboh saat sang adik menggendongnya dengan ugal-ugalan. Persis seperti Bara, Jeno tidak mendengarkan rengekan orang lain, dia hanya fokus dengan tujuannya dan lari secepat mungkin ke pantai.
Bara dan Jeno saling bertatapan kemudian melemparkan Juna dan Selin ke air. Byur!!!
"Hahahahaha," Jeno dan Bara tertawa terbahak-bahak penuh kebahagiaan.
"Awas ya kamu!" Ucap Selin dengan kilatan amarah mengejar-ngejar Bara. Bara terkekeh dan berusaha menghindari Selin, tapi sepertinya larinya kalah cepat karena saat ini Selin sudah berhasil menariknya dan mendorongnya ke air.
Crat! Crat! Crat!
Senyuman tidak luntur dari wajah mereka, walaupun air laut dingin tapi tidak bisa merubah hati mereka yang menghangat. Mereka tertawa begitu lepas dengan baju yang sudah berubah basah kuyup.
"Rasain ini Bara!"
"Awas kamu Selin!"
"Abang!!"
"Ndaa!!"
"Hahahahaha!"
*******
Ternyata tanpa Selin tahu Bara sudah memesan penginapan, jadi malam ini mereka menginap tanpa khawatir pulang karena hari sudah malam.
"Mereka udah tidur?" Tanya Bara saat Selin muncul di loby.
"Iya, kayaknya mereka kecapean." Jawab Selin santai sambil melangkah ke meja yang berisi minuman yang bermacam-macam. Selin mengambil satu gelas jus jeruk lalu berjalan ke luar.
__ADS_1
"Mau kemana?" Tanya Bara tidak tenang membiarkan Selin berkeliaran seorang diri.
"Mau nyari udara segar," Jawab Selin singkat kemudian menegak minuman ditangannya hingga tandas.
"Aku ikut." Jawab Bara tegas.
Bara memperhatikan langkah Selin yang menurutnya terlihat aneh, dia sempoyongan ke kanan dan ke kiri hampir ambruk. Di tambah senyuman-senyuman yang keluar yang terbit dari wajahnya.
"Sel kamu minum apa?" Tanya Bara membantu Selin berjalan.
Selin hanya terkekeh dengan pandangan lurus ke arah Bara. "Nggak tahu, hahahaha."
Kedua bola mata Bara menatap Selin tajam kemudian mengambil gelas di tangannya. Saat Bara mencium gelas itu bau alkohol menyeruak di indra penciumannya. "Kamu minum alkohol?!"
Selin mengangkat bahunya acuh. "Nggak, itu tadi jus jeruk."
Bara menghela nafasnya panjang, pantas saja Selin bersikap aneh sepertinya dia sedang mabuk. Bagi orang yang tidak pernah meminum alkohol, satu gelas saja pasti akan membuatnya kehilangan kesadaran.
"Ayo duduk, kamu mabuk!" Bara mendudukkan Selin dengan perlahan.
"Aku nggak mabuk!" Protes Selin tidak terima.
Bara hanya menggeleng-gelengkan kepalanya kemudian menyelimuti Selin dengan kemeja yang di pakainya. Selin menatap Bara yang saat ini duduk di sampingnya, Pluk! Bara tersentak saat Selin tiba-tiba meletakkan kepalanya di pangkuannya.
"Aku mengantuk Bar," Ucapnya sambil memeluk perut Bara erat.
Bara tersenyum lembut dengan tatapan lurus ke arah Selin tepat di pahanya, tangannya terulur untuk menyentuh helaian rambut Selin yang begitu lembut. "Yaudah kalo ngantuk tidur aja," Jawab Bara sambil mengelus-elus kepala Selin menyalurkan ketenangan.
Helaan nafas terdengar keluar dari mulut Bara, dia menatap sendu ke arah Selin. "Aku besok pergi, jaga diri baik-baik ya." Ucap Bara lirih yang ternyata masih terdengar oleh Selin.
"Hmmm, kamu juga hati-hati di sana." Ucap Selin dengan kedua mata yang terpejam.
"Kira-kira kamu rindu aku nggak?" Tanya Bara serius.
Selin melerai pelukannya kemudian menatap lurus Bara yang saat ini sedang menatapnya. Selin bangkit dari tidurnya kemudian melingkarkan tangannya ke leher Bara. Beberapa menit Bara dan Selin saling bertatapan dalam hening.
Bara membeku saat Selin semakin memajukan wajahnya, Perlahan mata Bara terpejam saat merasakan bibir Selin menyentuh bibirnya yang terasa begitu singkat. "Aku selalu merindukan mu," Ucap Selin dengan kesadaran yang sudah hilang. Selin terpejam begitu saja di pundak Bara, menyisakan Bara yang saat ini membeku dengan perasaan sesak di dadanya. "Jika seperti ini, aku semakin sulit untuk meninggalkan mu." Bisik Bara kemudian memeluk Selin erat.
******
Happy New Year Readers ku tercinta. Semoga di tahun ini makin banyak kebaikan-kebaikan yang datang di kehidupan kita. Peluk jauh dari Author untuk kalian semua.
__ADS_1
Boleh ketik resolusi kalian di tahun ini di kolom komentar ya, Author bahagia banget loh baca-baca komentar kalian. Love you All!!