Cinta Dan Luka (Bara Dan Selin)

Cinta Dan Luka (Bara Dan Selin)
Bab 13 : Setiap Hari adalah Pembelajaran


__ADS_3

Setelah membersihkan tubuhnya yang bisa di bilang menyedihkan, saat ini Selin sedang berdiri di depan pintu kamar anak kembarnya dengan tangan yang memegang nampan di tangannya. Hembusan nafas kasar tidak henti-hentinya keluar dari mulut Selin.


Tangannya menggantung tertahan untuk meraih handle pintu kamar si kembar. "Mmmm," Selin kehabisan kata-kata untuk mulai memanggil si kembar, dia sangat malu pasti perkataannya tadi menyakiti hati si kembar.


Selin memejamkan matanya dan menghirup nafas sedalam-dalamnya untuk mengumpulkan keberaniannya. "Ju.." Ucapnya tertahan.


Ceklek! Tanpa Selin sentuh pintu terbuka dengan sendirinya.


"Masuk Bun," Ucap Juna dari dalam kamar nya.


Selin berjalan perlahan ke dalam kamar anaknya. Terlihat di pojokan Jeno sedang memeluk boneka doraemon dengan kedua bola mata yang sembap, sedangkan Juna duduk dengan tenang seperti biasanya.


Melihat raut kedua anaknya yang begitu menyedihkan entah kenapa membuat Selin ingin kembali menangis, cepat-cepat dia menaruh nampan di atas meja kemudian duduk di tepi ranjang. "Abang, Jeno.... Bunda.."


Greb. Sebelum Selin menyelesaikan ucapannya, terlebih dahulu Juna dan Jeno memeluknya erat. Sontak air mata yang sejak tadi Selin tahan keluar tanpa bisa di cegah.


"Maafin kita Nda... Hiks.. Hiks.." Ucap Jeno dengan air mata membasahi wajahnya.


"Kalian nggak salah nak, hiks.. Hiks.. Yang salah Bunda.. Maafin Ndaa yaa.." Selin membalas pelukan keduanya tidak kalah erat.


Menjadi seorang Ibu adalah hal baru bagi Selin, dia masih meraba-raba dan jauh dari kata berpengalaman. Setiap pergantian hari saat itu Selin harus belajar menjadi seorang Ibu, dia selalu berusaha memberikan yang terbaik tapi dia juga hanya manusia biasa yang pastinya akan melakukan kesalahan.


"Hiks.. Hiks.. Maafin Nda... Ndaa sayang kalian.. Hiks.. Hiks.. Hiks.."


Selin dan Jeno terisak sedangkan Juna hanya menarik nafasnya panjang dengan tampang datar seperti biasa. Tidak banyak yang mereka ucapkan mereka hanya sibuk saling berpelukan satu sama lain. Malam itu terasa cukup panjang untuk mereka, karena untuk pertama kalinya Selin bercerita tentang masa lalunya. Tentang hubungan pernikahannya dengan Bara yang akhirnya berujung perceraian.


Setelah Juna dan Jeno mendengar semua masa lalu Ibunya yang begitu menyesakkan, rasa sayang mereka kepada Selin semakin bertambah, rasa kagum mereka kepada Selin semakin meningkat. Di dunia ini banyak sekali pahlawan yang begitu luar biasa tapi bagi mereka Selin adalah satu-satunya pahlawan terbaik di kehidupan mereka.


Selin bersandar ke dinding dengan kedua mata yang terpejam dengan kedua anaknya yang terlelap tidur di kedua pahanya. Mereka tidak tahu sejak kapan mereka pergi ke alam mimpi, tapi yang mereka tahu adalah masa lalu yang selama ini Selin tutupi.


"Bunda akan berusaha memberikan dunia yang sama kepada kalian, Bunda nggak akan memperdulikan perkataan orang lain, fokus Bunda akan tertuju hanya pada kalian."

__ADS_1


******


"Sel lo dipanggil sama atasan," Ucap Syakila yang berhasil memberhentikan pekerjaan Selin.


"Aku?" Tanya Selin keheranan.


"Iya sana cepetan!"


Selin mengangguk kemudian bergegas untuk masuk ke dalam ruangan atasannya.


"Selamat pagi Pak." Ucap Selin sopan saat dipersilahkan masuk.


"Oh iya Selin ya, silahkan duduk." Selin mengangguk paham kemudian duduk di kursi yang disediakan.


"Saya ada tugas untuk kamu." Ucap atasannya.


Selin menekuk alisnya penasaran. "Tugas khusus apa ya pak?"


Selin hanya diam membisu dengan pikiran yang sibuk mencerna perkataan atasannya.


"Tapi ini adalah sebuah rahasia, orang di luar sana tidak boleh ada yang tahu. Kamu mau nolak juga boleh saya tidak keberatan. Gimana?"


Selin menghela nafasnya santai, "Saya pribadi mau-mau saja Pak, tapi saya punya dua orang anak di rumah. Boleh tidak saya minta ijin kepada mereka sekarang?"


"Boleh, ayo hubungi mereka. Keputusanmu harus ada sekarang. Silahkan keluar setelah ada jawabannya cepat kembali ke sini."


"Mm, baik Pak. Saya permisi."


*******


Setelah Karyawan lain pulang Selin masih duduk santai menunggu tugas rahasia dari atasannya itu, sebenarnya dia penasaran tugas apa yang akan di dapatkannya. Semoga saja masih mampu untuk dia kerjakan.

__ADS_1


"Sel ayo sini," Ajak atasannya yang sekarang sudah Selin ketahui namanya yaitu Raka.


Selin mengangguk dan bergegas untuk mengikuti Raka yang sedang berjalan ke dalam suatu ruangan. Ceklek! Raka membuka pintu dan mempersilahkan Selin masuk. Selin membeku saat melihat tiga karyawan lain yang menjadi tim baru nya, tapi yang membuat Selin tertegun adalah keberadaan Bara yang ada di sana.


Selin mematung di tempat dengan tatapan yang saling berpandangan dengan Bara. Ternyata bukan hanya Selin yang kaget, Bara pun merasakan hal yang sama. Dia tidak menyangka jika Selin akan bergabung ke dalam tim investigasi.


"Ayo masuk," Ucap Raka yang berhasil membuyarkan lamunan Selin.


Selin berjalan perlahan dan duduk lesehan bergabung dengan yang lain. Selin tersenyum kecut mengingat kebiasaan Bara yang belum berubah sampai sekarang, yaitu kebiasaan uniknya yang lebih nyaman mengerjakan sesuatu di lantai bukannya di atas kursi dan di depan meja seperti orang lain.


"Baiklah karena semuanya sudah bergabung, saya akan menjelaskan kenapa kalian berada disini. Kalian disini bukan untuk bermalas-malasan tapi untuk mencari tahu kebenaran akan sesuatu, setelah saya memeriksa laporan keuangan disini saya menemukan penggelapan-penggelapan dana yang sepertinya sudah dilakukan sangat lama oleh pelakunya. Jadi tugas kalian adalah membantu saya untuk memeriksa laporan yang ada di hadapan kalian, dan menemukan pelaku yang sebenarnya. Kalian paham?" Ucap Bara dengan karisma yang begitu memancar dari tubuhnya.


"Paham Pak," Ucap mereka serempak.


"Mari kita mulai," Ajak Bara dan mulai mengambil berkas di hadapannya.


Sebenarnya Bara hanya membuka buka berkas itu asal karena pandangannya tidak beralih dari arah Selin. Ada rasa syukur sekaligus khawatir melihat Selin bergabung di sini, di satu sisi dia bahagia karena bisa melihat Selin lebih sering tapi di sisi yang lain dia jadi kesusahan untuk melupakan Selin yang pastinya sudah mempunyai kehidupan baru yang tidak bisa ia masuki.


Bara menghela nafasnya berat lalu bangun untuk pergi agar para karyawannya lebih nyaman. Saat Bara sudah keluar ruangan kelima karyawan itu menghela nafas lega dan bersorak gembira. Mereka langsung mencari posisi senyaman mungkin.


"Cari posisi senyaman mungkin, setiap orang kebagian 5 berkas kalo sudah selesai kalian bisa pulang." Ucap Raka yang langsung pahami oleh semua orang.


Selin hanyut dalam kesibukannya mencari hal-hal janggal yang ada di dalam laporannya. Mungkin tugas Selin cukup berat di banding yang lain karena dia harus memeriksa laporan keuangan yang tentunya tidak mudah. Karena terlalu sibuk dengan pekerjaannya dia sampai-sampai tidak menyadari jika rekan nya yang lain sudah satu persatu meninggalkan ruangan itu.


Bara yang sejak tadi menunggu di luar kembali masuk ke dalam ruangan dia mengira semua karyawan sudah selesai melakukan tugasnya dan pulang. Tapi saat dia membuka pintu langkahnya terhenti saat melihat Selin yang sedang asik tertidur di atas tumpukan berkas yang tadi diperiksanya.


Barra duduk di samping Selin dengan pandangan lurus ke arah Selin yang sedang asik tertidur. Kedua tangan Bara di lipat dengan kepala bersandar di dinding, perlahan kedua matanya terpejam dengan senyuman tipis menghiasi wajahnya. Setelah sekian lama akhirnya Bara bisa tertidur lelap tanpa pikiran berat yang bersarang di kepalanya.


*******


Jangan cuma baca aja, tap love dan komentar juga ya 🥰

__ADS_1


__ADS_2