Cinta Dan Luka (Bara Dan Selin)

Cinta Dan Luka (Bara Dan Selin)
Bab 67 : Kenangan Pahit Masa Lalu


__ADS_3

Brak!


Bara mengangkat pandangannya saat pintu kantornya terbuka dengan paksa. Terlihat Kania berjalan masuk ke dalam ruangan Bara dengan tatapan tidak bersahabat.


"Ini apa?!" Ucap Kania tanpa basa basi kemudian meletakan beberapa foto di meja Bara.


Bara melirik beberapa foto yang tergeletak di meja yang menampilkan dirinya sedang potoshoot kemarin. "Kenapa tidak mengetuk pintu?" Tanya Bara santai kemudian melanjutkan pekerjaannya.


Kania mengepal tangannya penuh amarah saat Bara dengan terang-terangan mengabaikan nya. "Jawab aku ini apa?!" Teriak Kania dengan nada yang semakin tinggi.


Bara menghela nafasnya berat sepertinya Kania memang tidak bisa diabaikan. Bara bersandar ke sandaran kursi kemudian mengangkat salah satu kakinya dengan tatapan lurus ke arah Kania.


"Kenapa masih tanya, kamu pasti liat kan itu foto saya sama Selin saat potoshoot kemarin."


Kania membuang pandangannya sejenak, dia tidak mengerti kenapa Bara bisa sesantai itu membahas tetang Selin. "Kenapa Kakak nggak pernah mendengarkan aku, aku mohon jangan deket-deket sama Selin." Ucap Kania penuh penekanan.


"Kan, kamu kenapa sih jangan berlebihan. Jangan ikut campur urusanku, kamu bukan siapa-siapa." Ucap Bara yang semakin menyulut emosi Kania.


"Kakak bilang aku bukan siapa-siapa?!. Kita udah bersahabat sejak kecil Kak!. Aku selalu menyukai Kakak dari dulu!, tapi kenapa Kakak nggak pernah menganggap aku ada!" Teriak Kania dengan penuh kepedihan.


"Aku nggak bakalan ngurusin kehidupan kakak kalo nggak ada Selin di sana!. Aku nggak ikhlas liat Kakak sama dia! Kenapa harus dia?! Emang nggak ada lagi wanita yang lebih baik dari dia gitu?!" Kania tidak habis pikir mantra apa yang digunakan oleh Selin untuk menggoda semua orang, kenapa wanita itu selalu berhasil menggoda siapapun yang dia mau. Padahal jika dibandingkan Kania yakin wajahnya lebih cantik dari Selin. Tapi kenapa Bara malah memilih Selin dari pada dirinya.


Bara memejamkan kedua matanya sejenak, bagaimanapun Kania sudah ia anggap sebagai adiknya sendiri dia tidak ingin bersikap kasar kepada Kania dan wanita manapun."Kania, Ini di kantor jangan bahas urusan pribadi. Silahkan keluar." Usir Bara dengan suara yang lembut.


Bukannya pergi Kania malah semakin menaikan nada bicaranya dengan pandangan yang sudah berubah berkaca-kaca. "Kenapa harus Selin why!!!"


Bara menghela nafas panjang sepertinya niatannya untuk tidak meladeni Kania tidak akan berjalan dengan lancar. "Kenapa kamu sangat membenci Selin? Memangnya Selin sudah melakukan apa kepada mu?"

__ADS_1


"Dia sudah mencuri pangeran idamanku sejak kecil! Seseorang yang aku pikirkan setiap hari!"


Bara termenung melihat Kania yang benar-benar marah. Perlahan kepala Bara terasa pening dengan perasaan bingung harus apa.


"Kak sudah berapa kali aku bilang dia bukan wanita baik-baik. Dia berselingkuh di belakang Kakak, dan anak-anak itu adalah hasil hubungan haramnya dengan pria lain!"


"Kania!" Teriak Bara dengan rahang yang mengeras. Itu adalah luka lama dan Bara tidak ingin mengungkitnya lagi. Beberapa tahun lalu saat Bara masih menikah dengan Selin, Kania sangat gencar memberikan bukti perselingkuhan Selin dengan Farel, mulai dari foto, lokasi mereka bertemu bahkan beberapa video yang menampilkan Selin dengan Farel.


Tentunya hal itu tidak Bara percayai, karena dia tahu Farel adalah teman dekat Selin di bangku kuliah. Tapi tibalah pada suatu hari, saat Bara tidak sengaja melihat Selin sedang menangis di pelukan Farel di sebuah kafe. Rasanya hatinya langsung tersayat begitu dalam dengan kepercayaan yang semakin luntur.


Dia tidak habis pikir bagaimana bisa Selin menangis di pelukan pria lain padahal dia sudah bersuami. Ditambah yang membuat Bara sakit hati lagi adalah Selin tidak pernah bercerita tentang keluh kesahnya kepadanya dan malah ke orang lain.


Dan tibalah pada puncaknya saat Bara harus melihat Selin menangis penuh kepedihan seorang diri, Bara tidak bisa lagi memaksa Selin harus tinggal di sisinya lagi jika membuatnya sangat menderita, apalagi Selin sudah menemukan seseorang yang bisa membuatnya tersenyum dan mengeluarkan isi hatinya. Bara tidak tega jika harus marah dan menyalahkan Selin, tapi sepertinya memang Rumah Tangga mereka tidak bisa terselamatkan. Dan dengan berat hati akhirnya Bara memutuskan untuk membuat sebuh drama yang akhirnya mengakhiri hubungan mereka di masa lalu.


Plak!


"Sudah berapa kali aku mengingatkan Kakak kalo Selin berselingkuh dengan Farel!"


Bara memejamkan matanya sejenak dengan tangan yang terkepal, saat ini hatinya dipenuhi rasa sesak dan penuh amarah persis seperti beberapa taun yang lalu saat dia melihat dengan kepalanya sendiri jika Selin berselingkuh dibelakangnya.


"Kenapa kamu sangat bodoh! Kamu juga liat kedua anak itu memanggil Farel Daddy. Dan bukankah foto-foto itu sudah menunjukan jika Selin berselingkuh dengan Farel! Bahkan aku memfoto tespek miliknya saat dia sudah hidup satu bulan jauh darimu!"


"Kania stop!" Bentak Bara dengan rahang yang mengeras, dia sudah tidak sanggup lagi untuk membayangkan semua yang Kania katakan karena semua hal itu membuatnya kembali sakit dan seakan-akan membuka kenangan lama yang begitu menyesakkan.


Kania tersenyum samar penuh kebanggaan karena sepertinya Bara mulai terprovokasi olehnya. "Aku yakin Kakak mempercayai perkataan ku."


Bara membuah pandangannya ke arah lain dengan tatapan menerawang. "Aku tidak peduli masa lalunya karena ataupun tidak sempurna."

__ADS_1


Kania tertawa sumbang. "Disaat Kakak menderita karena perpisahan itu Selin malah menikmati hidup bebasnya dam hidup bersama wanita lain. Tolong sadarlah!"


Prang!


Bara berdiri kemudian melempar pas bunga ke mejanya sendiri.


Tes!


Tes!


Tes!


Darah segar mulai bercucuran dari pelipis dan tangannya akibat terkena goresan kaca yang terpantul. Stok kesabarannya sudah habis dia sudah tidak kuat mendengar Kania terus berbicara membahas masa lalu.


Kania tersentak dengan tubuh yang sedikit bergetar tangannya perlahan terangkat untuk menutup mulutnya karena tidak percaya jika Bara akan semarah ini.


"Jangan usik hubunganku dengan Selin itu tidak ada hubungannya dengan mu. Bagaimanapun masa lalu Selin aku tidak masalah, karena aku pun tidak sempurna." Ucap Bara dengan tatapan tajam yang berhasil membuat Kania bergidik ngeri.


"Hiks..hiks.." Kania terisak kemudian cepat-cepat berlari meninggalkan ruangan Bara yang terasa menakutkan.


*****


Nah loh, sekarang kalian tahu kan kenapa Bara nggak pernah berpikir jika Juna dan Jeno adalah anaknya.


Happy Reading!


Jangan lupa klik tombol Vote, Komentar dan Share. Sambil nunggu cerita ini Up, Baca juga Tunangan Misterius Karya author yang lainnya :)

__ADS_1


__ADS_2