Cinta Dan Luka (Bara Dan Selin)

Cinta Dan Luka (Bara Dan Selin)
Bab 58 : Sebuah Pesan yang menyebalkan


__ADS_3

"Sel, Ayo kita menikah." Ucap Farel yang berhasil membuat tubuh Selin membeku.


Selin termenung sejenak dengan tatapan terkunci pada kedua bola mata Farel yang menyiratkan keputusasaan. Tidak lama dari itu Selin mengangkat kedua tangannya yang bergetar dengan keringat dingin di sekujur tubuhnya. "Ada apa dengan ku," Ucap Selin lirih sambil memperhatikan kedua tangannya yang bergetar.


Farel tersentak saat melihat keadaan Selin yang berubah menjadi pucat pasi dan bergetar. Dia tidak menyangka ajakan menikah akan membuat Selin hancur seperti ini. "Ya tuhan maafkan aku," Ucap Farel penuh rasa bersalah kemudian memeluk Selin untuk memberikan ketenangan.


Selin mengangguk di pelukan Farel dengan tatapan menerawang ke arah luar, dia tidak menyangka respon tubuhnya akan sehebat ini saat diajak menikah oleh orang lain. Dia tidak menyadari ternyata selama ini dia memiliki trauma yang begitu menyakitkan dan begitu hebat. Selin sangka semuanya sudah baik-baik saja dan semuanya sudah kembali normal, namun sayangnya dia salah besar. Ternyata jauh dari itu, hati Selin masih tersakiti dengan trauma besar masih menghantuinya.


"Hik... Hik.. Ada apa dengan ku.." Gumam Selin penuh kepedihan kemudian membalas pelukan Farel.


Farel memejamkan matanya dengan perasaan bersalah yang menggerogoti hatinya. Harusnya dia tidak terpancing emosi hanya dengan melihat foto Bara bersama keluarga Selin, tapi dia tidak tetap bisa memungkiri hatinya yang begitu ketakutan kehilangan Selin. Dan membuat akal sehatnya hilang seketika dan tanpa pertimbangan mengajak Selin seenaknya seperti tadi.


"Maafkan aku," Bisik Farel penuh penyesalan.


******


Selin menatap sendu ke arah Farel yang saat ini sedang tertidur pulas di sopa. Dia merasa tidak tega melihat wajah kelelahan Farel yang begitu ketara. Harusnya pria itu pulang ke rumahnya yang begitu nyaman bukannya malah tersasar di rumah Selin yang menyedihkan ini, harusnya dulu Selin tidak pernah berteman dengan Farel, andai dulu mereka tidak bertemu mungkin saja kehidupan Farel lebih membahagiakan dari sekarang dan tidak terjerumus ke dalam kisah cintanya bersama Bara.


"Andai saja kita tidak bertemu, mungkin saja sekarang kamu sudah menikah dengan wanita baik-baik dan tidak pernah jatuh cinta kepada wanita seperti ku." Gumam Selin sambil bersandar ke rak Televisinya.


Selin merogoh bajunya untuk mengambil ponsel dan menghubungi kedua anaknya yang belum pulang padahal hari sudah semakin sore. Senyuman terbit di wajahnya saat melihat beberapa pesan sudah masuk ke dalam ponselnya, ternyata sebelum Selin hubungi kedua anaknya ternyata mereka sudah mengirimi pesan yang begitu banyak kepada Selin.


Selin tertawa terbahak-bahak saat membaca pesan dari kedua anaknya, saat melihat jam di ujung ponselnya yang memberitahunya jika hari sudah semakin sore. Dengan terpaksa Selin menyudahi acara kirim mengirim pesannya dan meletakan ponselnya di meja.


Ting!


Sebuah notifikasi menghentikan niat Selin untuk berjalan ke dapur, kedua alisnya bertaut penuh keheranan saat melihat nomor asing tertampil di layar ponselnya. Dengan rasa penasaran yang begitu memuncak, Selin mengambil ponselnya dan membuka pesan dari orang yang tidak dikenal itu.


Deg!

__ADS_1


Selin membeku saat menyadari jika nomor asing yang menghubunginya adalah Bara, sosok pria yang sudah meluluh lantahkan dirinya selama satu bulan ini, sudah sebulan ini dia tidak mendapatkan pesan apapun dan sekarang dia mendapatkan pesan sebuah foto yang menampilkan tiket pesawat.


"Tunggu aku ya, besok aku pulang. Jangan lupa jemput ya." Kira-kira begitulah pesan yang dikirim oleh Bara kepada Selin.


"Dih! Berani-beraninya dia chat gue! Setelah satu bulan ini nggak ada kabar apapun!" Ucap Selin penuh kekesalan kemudian menekan tombol blokir ke nomor tersebut.


"Bodo amat!" Bentak Selin kemudian melempar ponselnya ke karpet lalu berjalan ke arah dapur untuk bersiap masak.


*****


Setelah selesai menidurkan dua jagoannya Selin cepat-cepat berlari ke kamarnya dengan perasaan yang tidak bisa dijelaskan. Terkadang ada perasaan kesal, excited, dan tidak sabar. Setelah membaca pesan dari Bara perasaannya berubah seperti rollercoaster. Terkadang jantungnya terasa berdetak begitu cepat karena tidak sabar, tapi disisi lain dia kesal dan ingin menghindari pria itu jika sudah pulang. Namun, tidak bisa dipungkiri jika hatinya sangat merindukan pria yang selalu seenaknya itu.


Bruk! Selin merebahkan tubuhnya di kasur sambil menatap langit-langit kamar. "Pake baju apa ya besok," Gumamnya dengan mata yang terpejam.


Tak lama dari itu Selin bangkit kemudian bergegas ke arah lemari kemudian menatap pakaian yang tergantung satu persatu. Helaan nafas panjang keluar dari mulutnya saat menyadari tidak ada baju yang menurutnya cocok untuk di pakai esok hari. Padahal lemarinya sudah sangat penuh di penuhi oleh pakaian. Ya maklum saja, namanya juga wanita.


Selin mengambil baju yang lain, kemudian menggeleng kecewa. "Hmm, terlalu norak!"


"Nggak cocok dipake ke bandara!"


"Terlalu formal!"


"Terlalu seksi!"


"Ish, ini terlalu bagus. Masa pake baju ini ke Bandara."


"Ya ampun kekecilan, ko gue gendutan ya."


"Huuuh, gak paham deh sama diri sendiri. Kenapa gue nggak punya baju yang bagus sih, kayaknya besok harus ke mall buat beli baju sama ke salon buat perawatan."

__ADS_1


Selin tersentak saat menyadari apa yang sedang dilakukanya. Perlahan tangannya turun dengan lemas dengan baju tergelatk diatas lantai, Selin menoleh ke arah kasurnya yang sudah berubah berantakan oleh baju yang dilemparnya sembarangan. "Ish, gue kenapa sih. Kenapa pusing-pusing mikirin baju buat ketemu sama pria licik itu, toh kan gue nggak mau datang." Ucapnya kesal kemudian memungut baju yang tergeletak di lantai.


"Basar wanita bodoh," Ucapnya sambil memukul-mukul kasur dengan pandangan yang berubah berkaca-kaca.


Sruuk! Selin kembali merebahkan tubuhnya ke kasur kemudian memejamkan kedua matanya dengan perasaan sesak.


"Buat apa Selin!. Ngapain lo sok sibuk cuma buat ketemu pria licik itu, kan lo nggak mau dateng." Gumam Selin kesal.


Perlahan kedua bola matanya terbuka. "Eh Selin, emangnya kalo besok lo happy-happy tujuannya buat dia? Nggak kan!. Itumah untuk memanjakan diri lo sendiri karena udah kuat sampai detik ini."


"Oke Fixs besok ke mall jalan-jalan, yah tapi nggak bisa bareng sama si kembar mereka harus sekolah. Tapi nggak papa deh toh kalo mereka ikut juga kasian harus nunggu di salon pasti mereka bosan." Selin mengangguk paham meyakini keputusannya sudah tepat, apalagi besok lebur kantor. "Udah tidur-tidur Selin." Perintahnya pada diri sendiri.


*****


Selin keluar dari salon dengan sumringah tangannya menenteng paper bag yang berisi beberapa baju miliknya dan si kembar, wajahnya cerah dan bahagia. Akhirnya dia bisa menikmati waktu untuk dirinya sendiri dan memanjakan tubuhnya. Langkah Selin terhenti saat melihat beberapa orang berkerumun di depan Televisi yang sedang menyiarkan berita. Karena merasa penasaran Selin ikut bergabung dan melihat berita apa yang membuat orang-orang berkerumun.


Deg!


"Pesawat ****** yang terbang dari amerika ke indonesia hilang kontak sejak beberapa jam yang lalu. Saat ini pesawat tersebut sudah terdeteksi kecelakaan dan jatuh ke laut ....... "


Kedua bola mata Selin membulat sempurna dengan tubuh yang hampir ambruk, ternyata berita yang menarik perhatian semua orang adalah kecelakaan pesawat. "Nggak mungkin! Nggak mungkin!" Gumam Selin kemudian mengambil ponselnya untuk mengecek foto tiket yang dikirim Bara.


Bruk! Tubuh Selin ambruk di atas lantai dengan air mata yang perlahan membasahi wajahnya, "Hiks.. Hiks.. Hiks.. Nggak mungkin..." Ucapnya dengan ponsel yang menampilkan sebuah tiket yang dikirim Bara kemarin sore.


******


Happy Reading Gais, maaf udah lama banget Author nggak update karena kesibukan di dunia nyata. Nggak ada angin nggak ada ujan, tiba-tiba Author jadi Presma :'( kebayangkan hetic nya gimana.


Doain author semoga amanah ya, dan tetep rajin update seperti biasanya. Jangan lupa Like, Vote dan komen ya. Asal kalian tahu, komentar kalian tuh bikin Author tambah semangat banget. Love you All!!!

__ADS_1


__ADS_2