
Dokter Adi mengeringkan seluruh tubuhnya dengan menggunakan handuk, setelah tubuhnya kering ia melingkarkan handuk itu di pinggangnya dan keluar dari kamar mandi pribadinya yang berada di dalam kamar. Dokter Adi membuka lemari besar tempat pakaiannya berada dan mulai mencari pakaian yang akan digunakannya. Ia menimbang-nimbang pakaian mana yang akan dikenakannya untuk mengunjungi mantan kekasihnya yang berada di dalam penjara. Sebenarnya ia merasa sedikit canggung karena sudah lama tidak mengunjungi mantan kekasihnya itu.
"Hmm... yang mana ya? Biasanya Lia yang selalu menyiapkannya untukku!" gumam dokter Adi. Setelah sekian lama akhirnya ia memutuskan pakaian apa yang akan digunakannya. Ia melepaskan handuk dari pinggangnya dan mulai mengenakan pakaian dalamnya, tapi ketika ia akan selesai mengenakan pakaian dalamnya, tiba-tiba saja...
"Aaaaaaa!!!!" Terdengar suara jeritan Lia yang sangat keras, tanpa di sadarinya ternyata Lia masuk ke dalam kamar mereka dan melihatnya sedang hanya menggunakan pakaian dalam. Lia terlihat sangat shock bahkan ia menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.
"Hei! Hei! Hei!" seru dokter Adi sambil dengan cepat kembali melingkarkan handuknya di pinggang.
"Kenapa kamu berganti pakaian di kamarku?" protes Lia.
"Ini kamarku juga, Lia! Semua barang-barangku ada di sini!" tukas dokter Adi.
"Kamu yang masuj secara tiba-tiba, tanpa pemberitahuan terlebih dahulu!" lanjutnya. Dokter Adi berjalan mendekati Lia.
"Jangan mendekat!" seru Lia sambil terus menutup kedua matanya, tapi dokter Adi tidak menggubris ucapan istrinya itu.
"Kenapa kamu malu seperti ini? Kita bahkan pernah sama-sama melihat tubuh kita tanpa tertutup sehelai benang pun!" ucap dokter Adi dengan nada bicara yang menggoda. Seketika wajah Lia memerah.
"Aku sudah tidak ingat itu!" tukas Lia.
__ADS_1
"Kalau begitu, ayo kita buat kamu mengingatnya kembali!" bisik dokter Adi. Jantung Lia berdebar dengan sangat kencang dan perlahan dokter Adi mulai menempelkan tubuhnya pada tubuh Lia dan hendak memeluk Lia.
"TIDAAAK!!!" jerit Lia sambil mendorong tubuh dokter Adi dengan kuat agar menjauhi tubuhnya. Dokter Adi tertawa terbahak-bahak, ia merasa sangat puas karena berhasil menggoda wanita cantik yang ada di hadapannya itu.
"Sudah sana kamu gantian mandi!" ucap dokter Adi pelan sambil menepuk kepala Lia. Lia menganggukkan kepalanya dengan cepat dan bergegas masuk ke kamar mandi.
Lia menutup pintu kamar mandi itu dengan rapat dan menguncinya. Sejenak ia menyandarkan punggungnya pada pintu, nafasnya tampak tersengal-sengal. Lia memegangi dadanya karena jantungnya masih saja berdebar dengan sangat kencang, di dalam pikirannya masih terlintas bayangan tubuh suaminya yang hanya menggunakan pakaian dalam itu.
...
Lia melangkah dengan cepat menuju mobil begitu ia selesai mengunci pintu utama rumahnya karena dokter Adi sudah menunggunya sedari tadi di dalam mobil.
"Maaf menunggu lama!" ucapnya pelan begitu ia duduk di dalam mobil.
"Sudah siap?" tanya dokter Adi. Lia menganggukkan kepalanya.
"Tidak ada yang tertinggal?" tanya dokter Adi lagi. Lia menggelengkan kepalanya. Sejenak dokter Adi memperhatikan Lia dan sesaat kemudian ia mendekatkan tubuhnya ke arah Lia. Seketika jantung Lia kembali berdebar dengan sangat kencang.
"A.. apa yang kamu lakukan?" tanyanya gugup, ia memperhatikan apa yang akan dilakukan dokter Adi padanya. Di dalam pikirannya, ia sudah menerka-nerka kalau dokter Adi akan melakukan sesuatu yang tidak-tidak padanya bahkan ia menahan tubuh dokter Adi dengan kedua tangannya berada di dada dokter Adi untuk menjaga jarak di antara mereka, tapi...
__ADS_1
Perlahan tangan dokter Adi menarik seat belt yang tergantung di sampingnya dan melingkarkannya di tubuh Lia dengan lembut lalu memasukkan pengaitnya pada pengunci seat belt itu.
"Sampai seperti itu takutnya kamu padaku." gerutu dokter Adi pelan.
"Aku tidak akan memaksa untuk melakukannya kalau kamu memang tidak mau melakukannya, meskipun kamu adalah istriku yang sah!" lanjut dokter Adi. Lia hanya terdiam, jantungnya masih terus berdebar dengan sangat kencang. Suasana di dalam mobil seketika menjadi sangat hening ketika dokter Adi pun ikut terdiam. Dokter Adi mulai menjalankan mobilnya perlahan menuju tempat di mana suster Rina berada.
...
"Ke.. kenapa kita ke sini?" tanya Lia bingung ketika dokter Adi memarkirkan mobilnya di pelataran parkir sebuah lapas perempuan.
"Kamu mau menemui Rina, kan?" tanya dokter Adi. Lia terdiam, ia memang ingin menemui satu-satunya orang yang bisa diingatnya tapi ia bingung mengapa dokter Adi malah membawanya ke sebuah lapas.
"Kamu tunggu sebentar di sini, aku akan masuk ke dalam dan mendaftarkan diri untuk melakukan kunjungan!" terang dokter Adi sambil melepaskan seat belt-nya.
"Tunggu dulu! A.. aku masih belum mengerti maksudmu!" tahan Lia.
"Kita akan menemui suster Rina, kan?! Tapi kenapa kita menemuinya di sini?" tanya Lia. Ia benar-benar terlihat bingung. Dokter Adi tersenyum lembut pada istrinya itu.
"Nanti kamu akan mengetahui semuanya kenapa kita ke sini." jawabnya lembut. Lia terdiam dan akhirnya membiarkan suaminya itu keluar dari mobil.
__ADS_1
Dokter Adi mengisi formulir untuk pendaftaran kunjungan, ia membuat 2 kali kunjungan untuk dirinya sendiri dan juga untuk Lia. Setelah menyerahkan formulir itu kembali kepada petugas lapas, ia duduk di salah satu kursi untuk menunggu gilirannya dan akhirnya 20 menit kemudian tiba gilirannya untuk masuk ke dalam ruang kunjungan untuk bertemu dengan mantan kekasihnya, suster Rina.
...