Cinta Dokter (Dokter Cinta Season 2)

Cinta Dokter (Dokter Cinta Season 2)
#Delapan Puluh Satu


__ADS_3

"Din, sepertinya ponsel mama tertinggal di kamar!" ucap suster Rina sambil mencari keberadaan ponselnya di dalam tas.


"Mama ini!" gerutu Dina.


"Coba tolong kamu ambilkan di kamar!" perintah suster Rina.


"Maklumi saja, Din, mamamu kan sudah tua." canda dokter Adi.


"Iya, om!" sahut Dina. Dina turun dari mobil dokter Adi dan bergegas menuju kamar tempatnya menginap selama di rumah dokter Adi untuk mengambil ponsel milik ibu kandungnya itu. Kini di dalam mobil hanya tinggal dokter Adi dan suster Rina.


"Hari ini kamu terlihat ceria sekali!" ungkap suster Rina. Dokter Adi tersentak, ia menoleh ke arah suster Rina yang berada di belakangnya itu.


"Kamu orang kesekian yang mengatakan hal itu." ucap dokter Adi.


"Apa terlihat sejelas itu?" tanyanya. Suster Rina tertawa kecil.


"Terlihat sangat jelas!" jawabnya.


"Belakangan ini wajahmu terlihat sangat suram dan tidak menarik, tapi sepanjang hari ini wajah surammu itu terlihat sangat cerah dan ceria." ungkap suster Rina.


"Oh ya?!" Dokter Adi tertawa kecil.


"Apa kamu sudah berhasil mengembalikan ingatan Lia?" tanya suster Rina. Dokter Adi menghela nafasnya perlahan sambil menggelengkan kepalanya.


"Atau kamu berhasil menaklukkan Lia?" terka suster Rina. Dokter Adi tersipu.

__ADS_1


"Mungkin bisa dibilang menakhlukan tapi tidak begitu juga!" ungkap dokter Adi.


"Maksudmu?" Suster Rina terlihat bingung. Dokter Adi kembali tertawa kecil.


"Pasti kamu mendapatkan sesuatu yang spesial dari Lia!" terka suster Rina.


"Aku dan mamamu mendengar teriakkan Lia tadi pagi." tambahnya. Mendengar ucapan mantan kekasihnya itu, dokter Adi terbahak-bahak.


"Setelah sekian lama, akhirnya!" ungkapnya.


"Sudah kuduga!" seru suster Rina. Dokter Adi menghela nafasnya perlahan.


"Kamu benar, Rin!" ucap dokter Adi pelan.


"Daripada fokus mengembalikan ingatannya yang tidak tahu kapan bisa kembali, lebih baik membangun ingatan baru yang jauh lebih baik dari masa lalu." lanjutnya.


"Senang mendengarnya!" ungkapnya.


"Kuharap Lia bisa hidup dengan lebih bahagia." lanjut suster Rina. Suaranya terdengar sedikit bergetar.


"Aku sudah melakukan hal yang sangat buruk kepadanya, tapi dia memberikan kasih sayang yang luar biasa untukku dan anakku. Kuharap aku bisa membalas semua kebaikkannya itu!" tambahnya.


"Kamu juga harus memulai hidup baru yang lebih bahagia, Rin!" saran dokter Adi.


"Ya!" sahut suster Rina.

__ADS_1


"Bukalah hatimu lagi, menikahlah dengan pria yang mencintaimu dan yang kamu cintai, serta yang mencintai Dina!" ucap dokter Adi pelan. Suster Rina menggelengkan kepalanya.


"Fokusku sekarang hanya untuk Dina!" tukasnya.


"Aku akan sangat bahagia kalau bisa mengantarkannya meraih cita-cita." lanjut suster Rina.


"Tapi kamu juga perlu untuk mencari kebahagiaanmu sendiri, Rin!" ucap dokter Adi.


"Kamu sudah terlalu banyak menderita di masa mudamu." lanjutnya.


"Justru karena aku sudah menyia-nyiakan masa mudaku, aku tidak ingin Dina melakukan hal yang sama dan menyesali hal yang sama denganku itu." tukas suster Rina.


"Aku sudah banyak membuat anak itu menderita karena keegoisanku, Di!" lanjutnya.


"Aku hanya ingin membuatnya hidup dalam kebahagiaan mulai dari sekarang." tambah suster Rina. Dokter Adi menganggukkan kepalanya.


"Kuharap kalian bisa hidup dengan bahagia bersama sekarang!" ucapnya pelan.


"Ah, Lia datang!" seru suster Rina yang melihat Lia keluar dari gerbang rumahnya dan berjalan menuju mobil dengan tergesa-gesa. Dengan cepat suster Rina menarik tubuh dokter Adi agar menghadap ke arahnya.


"Hei, kamu mau apa?" tanya dokter Adi yang terkejut dengan sikap mantan kekasihnya itu.


"Biasa!" jawab suster Rina sambil tersenyum penuh makna dan berpura-pura merapikan pakaian dokter Adi.


"Apa yang kalian lakukan?" seru Lia marah begitu membuka pintu mobil dan melihat suami dan mantan kekasih dari suaminya itu sedang melakukan kontak fisik. Dengan cepat Lia menarik tangan suster Rina dari pakaian yang dikenakan dokter Adi dan mencengkramnya kuat.

__ADS_1


...


__ADS_2