
"Kamu tidak tahu atau memang tidak ada orang lain yang kukenal yang menempati ruangan ini selain kamu?" cecar Lia. Dokter Adi terdiam, ia tidak merespon ucapan Lia itu, ia hanya terus memandangi Lia. Lia melangkah perlahan mendekati suaminya itu.
"Kamu pernah menginginkan aku untuk pergi dari kehidupanmu?" tanya Lia dengan suara berbisik.
"Bukan begitu, Lia! Kamu tidak tahu situasinya saat itu." tukas dokter Adi.
"Jadi benar kalau hal itu pernah terjadi?" seru Lia tak percaya. Dokter Adi terdiam, ia menyesal karena sudah terjebak pada ucapan Lia.
"Aku sangat membenci pria itu setelah aku memimpikan hal itu! Caranya menyingkirkanku dari hidupnya dengan kata-kata halusnya itu sangat menjijikkan untukku!" ungkap Lia. Dokter Adi menghela nafasnya.
"Jadi peristiwa itu benar-benar pernah terjadi di dalam hidupku?" ucap Lia tak percaya.
"Dan orang yang melakukan hal menyakitkan itu adalah orang yang mengaku sebagai suamiku saat ini?!" tambahnya.
"Kamu tidak mengerti situasinya saat itu, Lia!" Dokter Adi mencoba menjelaskannya pada Lia.
__ADS_1
"Dalam situasi apa pun, apa pantas aku mendapat perlakuan seperti itu?" tanya Lia.
"Begini Lia..."
"Kalau kamu menginginkan aku pergi dari hidupmu, mengapa sekarang kamu malah menjadi suamiku?" potong Lia.
"Harusnya kita benar-benar berpisah saat itu dan biarkan aku menemukan pria lain yang menginginkanku ada di hidupnya!" seru Lia, ia terlihat sangat marah.
"Kita memang benar-benar berpisah, Lia!" ungkap dokter Adi. Lia tersentak, ia terkejut dengan ucapan suaminya itu.
"Semuanya karena cinta kita, Lia! Kita sudah ditakdirkan untuk bersama!" jawab dokter Adi. Jawaban dokter Adi itu tidak membuat perasaan Lia melunak sedikitpun, ia malah menatap tajam ke arah suami yang tidak dikenalnya itu.
"Aku tidak yakin!" ucapnya pelan. Dokter Adi memandangi istrinya dengan seksama, ia merasa Lia sangat berbeda dan ia sangat tidak mengenal wanita yang berdiri di hadapannya saat ini. Sikap dan sifatnya sangat berbeda dari sebelum kecelakaan itu terjadi.
"Kalau sebesar itu perasaan di antara kita, mengapa sekarang tidak ada sedikitpun perasaan di hatiku untukmu?" ucap Lia. Kata-kata Lia itu sangat menyakitkan untuk dokter Adi.
__ADS_1
"Aku sudah pernah mengatakan hal ini padamu, kan?!" tukas Lia.
"Dari awal sampai saat ini, tidak sedikitpun ada perasaan untukmu yang tertinggal atau berhasil kuingat!" lanjutnya. Sekali lagi Lia mengeluarkan kata-kata yang sangat menyakitkan untuk dokter Adi. Dokter Adi hanya bisa diam dan menerima semua perkataan Lia itu.
"Aku tidak memiliki sedikitpun perasaan yang menyatakan kalau kamu adalah suamiku!" aku Lia. Dokter Adi menghela nafasnya.
"Baiklah kalau begitu, apa maumu sekarang?" tanya dokter Adi akhirnya.
"Apa kamu ingin kita berpisah?" lanjutnya. Lia terkejut mendengar ucapan suaminya itu, ia tidak menyangka kalau dokter Adi akan mengucapkan hal itu. Dokter Adi memandangi kedua mata cantik istrinya itu. Mata yang selalu menjadi favoritnya karena ketika tersenyum, selalu ada lengkungan indah kesukaannya di sana.
"Karena sampai saat ini kamu tidak juga mempercayai aku sebagai suamimu, apa kamu ingin kita tinggal terpisah?" tanya dokter Adi lagi. Lia terdiam, ia tidak tahu harus menjawab apa. Entah mengapa jantungnya berdebar lebih kencang dari sebelumnya dan perasaannya menjadi tak karuan.
"Mungkin akan lebih baik kalau sementara waktu kamu tinggal bersama keluargamu. Kamu bisa memulihkan ingatanmu melalui mereka." saran dokter Adi.
...
__ADS_1