Cinta Dokter (Dokter Cinta Season 2)

Cinta Dokter (Dokter Cinta Season 2)
#Empat Puluh Tujuh


__ADS_3

Dokter Adi masuk ke dalam sebuah kafe yang berada dekat dengan tempat kerja Lia sebelum ia mengundurkan diri karena mempersiapkan persalinannya. Dokter Adi memilih tempat duduk yang sama dengan saat ia pernah mengunjungi Lia saat itu, hatinya merasa seperti kembali ke saat-saat itu. Ia kembali mengenang perasaan bahagianya ketika ia bisa kembali bertemu dengan Lia setelah terpisah.


Tak lama kemudian, Bima datang menghampiri meja tempat dokter Adi berada itu, ternyata dokter Adi mengajak Bima untuk bertemu di kafe itu.


"Maaf, aku sedikit terlambat tadi jalanan macet sekali!" terang Bima begitu tiba di hadapan dokter Adi.


"Tidak apa-apa!" sahut dokter Adi sambil tersenyum lembut pada Bima.


"Aku yang seharusnya meminta maaf karena menyuruhmu untuk ke tempat sejauh ini." lanjut dokter Adi.


"Aku hanya sedikit mau mengenang di sini!" akunya. Bima duduk di kursi yang berhadapan dengan kakak iparnya itu, matanya terus memperhatikan wajah dokter Adi, ia seperti menangkap sesuatu yang tidak beres pada kakak iparnya itu.


"Sepertinya ada sesuatu yang tidak beres." celetuk Bima akhirnya. Dokter Adi tersenyum lembut.


"Semuanya baik-baik saja... semoga.." sahut dokter Adi tidak jelas.


"Apa terjadi sesuatu dengan kak Lia?" tanya Bima. Ia mulai terlihat sangat penasaran. Dokter Adi terdiam sejenak sambil memandangi pemandangan jalan yang ada di balik jendela.


"Lia baik-baik saja, hanya saja kami sudah memutuskan untuk berpisah!" ucap dokter Adi.


"HAH?!" Bima sangat terkejut mendengar ucapan dokter Adi barusan.


"Apa kalian sudah gila?!" serunya tak terima. Dokter Adi menghela nafasnya perlahan.


"Besok aku akan membawa Lia ke rumahmu." ucap dokter Adi pelan.


"Kalian serius dengan keputusan ini? Apa kamu sudah begitu saja menyerah dengan keadaan kak Lia?" tanya Bima, ia terlihat tidak terima dengan keputusan dokter Adi dan Lia itu.


"Aku membiarkan Lia tinggal bersama keluarganya bukan berarti aku menyerah dengannya!" jawab dokter Adi.

__ADS_1


"Aku hanya mencoba mengikuti saran seseorang." terangnya.


"Saran seseorang?" gumam Bima bingung. Dokter Adi menganggukkan kepalanya pelan.


"Siapa?" tanya Bima penasaran. Dokter Adi terdiam sejenak, ia menatap kedua mata Bima dengan seksama.


"Rina!" jawabnya.


...


#Flashback#


"Apa kamu yakin kalau ingatan Lia akan kembali?" ucap suster Rina pelan sesaat sebelum dokter Adi membuka pintu ruang kunjungan itu. Dokter Adi yang mendengar ucapan suster Rina itu, spontan menghentikan langkahnya.


"Kalau terlalu sulit untuk mengembalikan cinta yang lama, kenapa tidak kamu coba untuk memulai cinta yang baru?" tanya suster Rina. Dokter Adi tersentak, ia membalikan tubuhnya kembali menghadap suster Rina.


"Ma.. maksudmu?" tanya dokter Adi bingung. Perlahan dokter Adi kembali berjalan mendekati suster Rina.


"Aku tidak mengerti dengan ucapanmu!" seru dokter Adi.


"Kamu terlalu sibuk untuk berusaha mengembalikan ingatan Lia, padahal kamu tahu ingatan itu penuh dengan lukanya!" ucap suster Rina. Dokter Adi terdiam mendengar ucapan mantan kekasihnya itu.


"Aku sengaja memulai cerita dari kisah kita untuk melihat bagaimana perasaan Lia padamu karena dari awal bertemu dengannya, dia terus mengatakan kalau dia sama sekali tidak memiliki perasaan untukmu." ungkap suster Rina. Dokter Adi kembali duduk di kursi yang sebelumnya ia duduki.


"Dan tepat dugaanku, Lia marah dan tidak terima dengan semua ceritaku. Dia sangat cemburu dan itu berarti sebenarnya dia memiliki perasaan untukmu!" lanjutnya.


"Tapi yang kulihat, dia tidak mau mengakuinya!" tambah suster Rina.


"Sepertinya jam terbangmu sebagai psikiater harus ditambah!" sindir suster Rina, ia tertawa kecil untuk mengejek dokter Adi.

__ADS_1


"Kalau dia terus bersikeras tidak mau mengungkapkan perasaannya padamu, bukankah itu akan sangat sulit untuk memulihkan ingatannya?" tanya suster Rina.


"Orang yang ada di dekatnya hanya kamu dan Lia hanya bisa mendapat cerita darimu, sedangkan dia terus menolak perasaannya padamu, apa kamu yakin dia akan bisa mempercayai setiap ucapanmu?" lanjutnya. Dokter Adi menghela nafasnya perlahan.


"Menurutku, akan lebih mudah kalau kalian membangun kisah cinta kalian yang baru daripada harus memulihkan hubungan kalian yang lama dan sangat rumit itu, Di!" ungkap suster Rina.


"Baik adanya kalau Lia mengingat kenangan indah ketika kalian bersama, tapi bagaimana kalau kenangan-kenangan buruknya yang justru muncul?" tanya suster Rina lagi.


"Bagaimana kalau hal itu membuat traumanya kembali?" lanjutnya.


"Aku akan selalu mendampinginya, Rin!" tegas dokter Adi.


"Sekalipun aku harus berjuang lagi, aku akan terus mendampinginya!" tambahnya.


"Jadi kamu kuat melihat Lia terluka lagi?" tukas suster Rina.


"Bukan begitu!" bantah dokter Adi.


"Dia baru kehilangan bayinya, Di! Bagaimana kalau kenangan buruknya muncul? itu hanya akan menambah penderitaannya!" ucap suster Rina.


"Ta.. tapi aku ingin Lia mengingat kembali perjuangan kami!" tukas dokter Adi.


"Jangankan perjuangan kami, bahkan dia saja tidak bisa mengingat bagaimana bayinya!" lanjut dokter Adi.


"Tapi, Di..."


"Aku hanya ingin Lia kembali seperti dulu, Rin!" potong dokter Adi. Suster Rina menghela nafasnya perlahan.


"Semua keputusannya ada di tanganmu, Di! Aku yakin kamu akan melakukan yang terbaik untuk Lia!" ucap suster Rina pasrah.

__ADS_1


...


__ADS_2