
"Kamu sudah lihat sendiri kan?!" ucap suster Rina tiba-tiba.
"Bahkan hubungan kami sangat dekat!" lanjutnya. Lia tersentak mendengar ucapan suster Rina itu.
"Kamu mau tahu bagaimana kami bisa saling mengenal dulu?" tanya suster Rina. Lia menatap suster Rina dengan tajam.
"Lalu kenapa kalau kalian memang dekat?" tukas Lia tiba-tiba.
"Seindah apa pun hubungan kalian dulu, tetap saja semuanya itu sudah berlalu dan yang menjadi masa depan Adi itu aku!" lanjutnya.
"Bagaimana pun kamu berusaha untuk merebutnya, Adi tetap milikku!" tambah Lia.
"Lagipula Adi pun cinta mati padaku!" tukas Lia. Suster Rina terdiam, ia menatap kedua mata Lia dengan seksama.
"Kamu tidak akan bisa merebutnya dariku!" ucap Lia pelan sambil meneruskan pekerjaannya.
"Kamu yakin kalau Adi tidak akan kembali berpaling kepadaku kalau aku menggodanya?" tanya suster Rina. Lia tersentak.
"Apa kamu yakin Adi tidak akan berpaling kalau aku menggodanya?" Suster Rina memperjelas pertanyaannya. Lia terdiam, jantungnya berdebar kencang.
"Apa kamu yakin cinta Adi padamu tidak akan berubah?" tanya suster Rina lagi.
__ADS_1
"Kami menjalin hubungan belasan tahun saja bisa berubah dalam sekejap hanya karena kamu menggodanya..." tukas suster Rina.
"Adi bilang aku tidak menggodanya!" bantah Lia.
"Dia hanya berusaha agar kamu tidak terus merasa bersalah!" terang suster Rina. Jantung Lia bertambah kuat debarannya hingga membuat dadanya terasa sesak.
"Cinta seseorang bisa saja berubah!" ucap suster Rina pelan.
"Banyak pria yang sudah menikah tapi berpaling dari istrinya padahal pernikahan mereka baik-baik saja!" lanjutnya.
"Apalagi pria dengan kondisi pernikahan seperti kalian!" tambah suster Rina.
"Sungguh?" tanya suster Rina.
"Sepertinya kamu tidak pernah memperlakukan Adi seperti seorang suami!" ucap suster Rina.
"Jangan sok tahu!" seru Lia.
"Apa kamu masih melakukan hubungan seperti suami istri normal lainnya dengan Adi?" sindir suster Rina.
"Oh iya, bukankah kamu sendiri yang bilang kalau kamu tidak memiliki perasaan untuknya?" tukas suster Rina. Ucapan suster Rina itu kembali membuat Lia terdiam.
__ADS_1
"Kalau kamu sudah tidak menginginkannya lagi, kenapa tidak kamu lepaskan saja dia dan biarkan kami kembali seperti dulu." tawar suster Rina.
"Kamu kan tahu, bahkan keluarganya saja menyayangi anakku!" tambahnya.
"Apa kamu sudah tidak punya rasa malu?" seru Lia tiba-tiba, ia terlihat sangat kesal.
"Kamu berniat menggoda suami orang?" ucapnya.
"Aku tidak berniat menggoda suami orang, tapi pria yang sudah tidak dihargai dan dibuang oleh istrinya!" tukas suster Rina.
"Lagipula apa salahnya? Aku hanya mengambil apa yang menjadi milikku dulu!" tambahnya. Lia semakin kesal mendengar ucapan suster Rina itu, ia menghela nafasnya dengan kasar.
"Coba saja kalau kamu memang merasa bisa!" seru Lia sambil melemparkan spon cuci piring yang sedari tadi ada di tangannya ke wastafel.
"Adi tidak akan berpaling kepadamu! Aku tidak akan membiarkannya!" tambahnya. Sejenak ia menatap suster Rina dengan tatapan tajam tapi sesaat kemudian ia beranjak dari tempatnya dan keluar dari dapur dengan cepat.
"Hei, kamu kenapa sayang?" tanya dokter Adi yang kebetulan berpapasan dengan Lia setelah keluar dari dapur. Lia tidak menggubris suaminya itu dan meninggalkannya begitu saja, tapi langkahnya terhenti ketika ia menyadari kalau dokter Adi tidak mengejarnya untuk menanyakan kenapa ia terlihat kesal seperti itu. Ketika membalikkan badannya, Lia mendapati dokter Adi sedang berjalan menuju dapur untuk menemui suster Rina, Lia berjalan cepat dan meraih tangan suaminya itu, seketika langkah kaki dokter Adi terhenti, tepat sebelum masuk ke dapur.
"Lia!" seru dokter Adi yang terlihat sangat terkejut. Lia menarik tangan suaminya itu dan membawanya menuju kamar mereka.
...
__ADS_1