Cinta Dokter (Dokter Cinta Season 2)

Cinta Dokter (Dokter Cinta Season 2)
#Tujuh Puluh Satu


__ADS_3

"Cemburu? Apa yang perlu kucemburui? Aku saja tidak mencintaimu!" tukas Lia.


"Aku hanya merasa berada di tempat yang salah!" tambahnya.


"Cepat serahkan kuncinya padaku!" desak Lia.


"Aku mau pulang ke rumah orang tuaku!" terangnya.


"Tidak!" tolak dokter Adi.


"Kamu tidak boleh pergi dari rumah ini kalau aku tidak mengijinkannya!" tegas dokter Adi.


"Kenapa?" tanya Lia.


"Karena aku masih suamimu!" jawab dokter Adi.


"Apa kamu sudah memperlakukan aku sebagai istrimu dengan pantas?" tukas Lia.


"Apa aku memperlakukanmu dengan tidak pantas sebagai seorang istri?" ucap dokter Adi balik bertanya.


"Apa pantas seorang suami pantas membahas masa lalu dengan mantan kekasihnya di hadapan istrinya?" tanya Lia.


"Kalian sekeluarga sama saja, tidak menghargai aku sama sekali!" lanjutnya.

__ADS_1


"Tidak menghargaimu?" gumam dokter Adi.


"Ada aku di sini tapi kalian sibuk membicarakan masa lalu!" protes Lia. Lia terlihat sangat emosional. Dokter Adi menatap Lia sejenak, kemudian ia menghela nafasnya.


"Aku salah berada di tempat ini!" tambah Lia.


"Sekarang apa maumu?" tanya dokter Adi.


"Aku mau pulang!" jawab Lia.


"Di sini rumahmu! Kalau kamu bilang mau pulang, berarti ya di sini!" seru dokter Adi tegas.


"Aku mau pulang ke rumah orang tuaku!" sentak Lia.


"Lalu kamu?" tanya dokter Adi. Lia terdiam, ia tidak mengerti dengan maksud dari pertanyaan suaminya itu.


"Apa kamu akan menikah dengan pria yang sedang menarik perhatianmu itu?" terka dokter Adi.


"Apa kamu juga akan menikah dengan Felix, pujaan hatimu yang baru?" Dokter Adi memperjelas pertanyaannya. Lia tersentak. Sejenak mereka hanya saling menatap tanpa berkata apa-apa.


"Kamu terus-terusan menyalahkanku karena tidak menghargaimu sebagai seorang istri, tapi sudahkah kamu menghargaiku sebagai seorang suami?" tanya dokter Adi.


"Apa selama ini kamu sudah memperlakukanku seperti seorang suami?" tambahnya. Lia tidak mengeluarkan sepatah kata pun.

__ADS_1


"Seharusnya aku yang memprotesmu!" ucap dokter Adi.


"Aku berusaha sabar menghadapimu selama ini, tapi kamu terus-terusan seperti ini dan sekarang kamu malah tertarik pada pria lain!" ungkap dokter Adi, ia tersenyum getir pada istrinya itu.


"Aku tidak tertarik pada pria lain!" bantah Lia, ia terlihat kikuk.


"Tidak tertarik? Sungguh? Lalu kenapa kamu membandingkanku dengannya?" tanya dokter Adi.


"A.. aku..."


"Sekarang terserah padamu!" potong dokter Adi.


"Kalau kamu ingin pulang ke rumah orang tuamu, silahkan saja! Aku tidak akan melarangmu lagi!" ucapnya.


"Kamu mau tertarik pada pria lain pun aku tidak peduli!" lanjut dokter Adi.


"Tapi kamu harus ingat Lia, aku tidak akan pernah melepaskanmu!" tegas dokter Adi.


"Selamanya kamu adalah milikku dan aku tidak akan membiarkan siapa pun merebutmu dariku!" lanjutnya.


"Aku akan mempertahankan pernikahan ini bagaimana pun caranya!" tambah dokter Adi. Sejenak ia menatap kedua mata Lia dengan seksama, sesaat kemudian ia beranjak dari tempatnya dan keluar dari kamar dengan perasaan kesal.


Lia yang sedari tadi terdiam seperti patung itu, tiba-tiba saja terduduk di lantai, kakinya seperti tidak kuat lagi menopang tubuhnya. Tubuhnya bergetar. Ia merasa sangat takut dengan sikap suaminya barusan, untuk pertama kalinya ia mendapat perlakuan seperti itu dari dokter Adi. Perlahan air matanya mengalir membasahi pipinya.

__ADS_1


...


__ADS_2