Cinta Dokter (Dokter Cinta Season 2)

Cinta Dokter (Dokter Cinta Season 2)
#Empat Puluh Delapan


__ADS_3

"Apa semudah itu kamu mempercayai ucapannya lagi setelah apa yang dia perbuat pada kak Lia?" tanya Bima yang tak yakin dengan ucapan suster Rina. Dokter Adi menggelengkan kepalanya.


"Tidak! Aku tidak begitu saja mengikuti ucapannya!" jawab dokter Adi.


"Tapi, belakangan ini apa yang diucapkannya itu terjadi." terangnya.


"Maksudmu?" Bima terlihat bingung.


"Sepertinya ingatan Lia mulai kembali sedikit demi sedikit." ungkap dokter Adi.


"Dari mana kamu mengetahuinya?" tanya Bima.


"Beberapa hari yang lalu Lia bercerita padaku kalau dia bermimpi tentang beberapa orang yang memegangi tangan dan kakinya lalu seorang lagi seperti hendak menciumnya." terang dokter Adi. Bima tersentak mendengar cerita dokter Adi itu.


"Aku yakin mimpi itu adalah mimpinya tentang peristiwa buruknya dulu." ucap dokter Adi. Bima terdiam.


"Lia juga curiga kalau apa yang di mimpinya itu adalah bayangan dari masa lalunya, jadi dia memohon padaku untuk memberitahunya tentang semua masa lalunya." lanjut dokter Adi.


"Kamu memberitahukan semuanya?" tanya Bima. Dokter Adi menggelengkan kepalanya.


"Aku tidak tega untuk menceritakan hal itu padanya." aku dokter Adi.


"Lalu?" tanya Bima penasaran.

__ADS_1


"Aku membawanya ke rumah sakit! Kupikir mungkin dengan begitu dia bisa mengingat semuanya dengan sendirinya tanpa harus kuceritakan. Aku juga melarang rekan-rekan kerjaku di sana untuk menceritakan padanya agar dia bisa mengetahui semuanya secara perlahan, jadi tidak terlalu menyakitkan untuknya." terang dokter Adi.


"Lalu, apa dia bisa mengingatnya?" tanya Bima lagi. Sejenak dokter Adi hanya menatap Bima tapi kemudian ia mengalihkan pandangannya ke pemandangan yang ada di balik jendela dan menghela nafasnya perlahan.


"Dia malah mengingat hal lain yang membuatnya semakin membenciku!" ungkap dokter Adi.


"Hah? Aku tidak mengerti maksudmu!" ucap Bima. Dokter Adi kembali menatap Bima.


"Ketika dia masuk ke dalam kantorku, Lia malah mengingat peristiwa ketika aku berusaha untuk berpisah dengannya." terang dokter Adi. Bima tersentak.


"Dia mengingat setiap kata yang menyakitkan yang pernah kuucapkan agar dia mau menjauh dariku." lanjutnya.


"Tapi dia masih belum bisa mengingat apa alasanku sebenarnya bisa melakukan hal itu!" tambah dokter Adi.


"Jadi..."


"Lia selalu bilang kalau dia tidak memiliki perasaan apa pun padaku dan meragukan kalau kami memang benar-benar sepasang suami istri, sekarang dia mengetahui kenyataan kalau aku pernah berusaha mencampakkannya. Kebenciannya padaku sudah tidak terbendung lagi!" akunya. Dokter Adi tersenyum getir pada Bima. Bima menghela nafasnya dengan perlahan, ia merasa sangat prihatin dengan apa yang menimpa kakak iparnya itu.


"Ah!" Tiba-tiba Bima teringat sesuatu.


"Kalau kak Lia pernah bermimpi tentang peristiwa buruk itu, apa dia mengingatku juga? Aku.. aku kan salah satu dari penjahat itu!" tanya Bima cemas. Dokter Adi menggelengkan kepalanya.


"Kamu masih cukup beruntung, Bim!" ucap dokter Adi.

__ADS_1


"Lia bilang, wajah keempat pria yang memegangi kaki dan tangannya itu buram, dia tidak bisa mengenalinya. Dia hanya bisa melihat wajah 1 orang yang berusaha untuk melecehkannya itu." ungkap dokter Adi. Bima terdiam terpaku sejenak.


"Kalau kak Lia mengingat itu, kak Lia pasti akan sangat membenciku!" ucap Bima pelan. Dokter Adi menganggukkan kepalanya.


"Dosaku terlalu besar padanya!" aku Bima.


"Tapi setidaknya kamu masih bisa menunjukkan padanya saat ini kalau kamu adalah adik yang baik untuknya! Dan beruntungnya, meskipun Lia kehilangan ingatannya itu, dari dulu sampai sekarang dia tetap memiliki perasaan sayang padamu." tukas dokter Adi. Bima menatap dokter Adi dengan seksama.


"Lalu, apa yang akan kamu lakukan sekarang?" tanya Bima.


"Kalau kamu membiarkannya tinggal di rumah kami, bukankah itu akan membuat hubungan kalian semakin menjauh?" lanjutnya.


"Aku akan memulai semuanya dari awal!" jawab dokter Adi.


"Aku akan berusaha menunjukkan cintaku padanya hingga dia bisa mencintaiku lagi seperti dulu!" terangnya.


"Aku akan membantumu sekuat tenagaku, kak!" ucap Bima.


"Apa pun itu, aku akan mendukung dan membantumu untuk bisa kembali bersama kak Lia!" tambahnya. Dokter Adi tersenyum lembut mendengar ucapan Bima itu.


"Rasanya sudah lama sekali aku tidak peenah berada jauh dengan Lia dan sekarang kami harus benar-benar terpisah. Kumohon, jagai Lia selama dia berada jauh dariku!" pinta dokter Adi.


"Aku akan menjaga kak Lia dengan baik! Aku tidak akan membiarkan kak Lia berdekatan dengan pria lain!" seru Bima. Dokter Adi tertawa kecil mendengar ucapan Bima itu.

__ADS_1


"Lia hanya milikku! Selamanya dia adalah istriku!" tegas dokter Adi. Bima dan dokter Adi tertawa bersama.


...


__ADS_2