
"Lalu..." ucap Lia pelan.
"Apa kalian mengenal suster Rina?" tanya Lia tiba-tiba. Dimas dan Rio tersentak mendengar pertanyaan Lia itu. Lia memperhatikan sikap kedua perawat itu.
"Eem.. apa ada perawat di sini yang bernama suster Rina?" Lia mengulangi pertanyaannya. Dimas dan Rio saling bertukar pandang satu sama lain, mereka terlihat kikuk.
"Ada!" jawab Dimas akhirnya. Mendengar jawabn Dimas itu jantung Lia berdebar dengan sangat kencang hingga membuat dadanya terasa sesak.
"Suster Rina itu mantan asisten dokter Adi." terang Dimas.
"Asisten?" gumam Lia. Seketika Lia teringat dengan foto dokter Adi dan suster Rina yang pernah ia temukan di laci meja kerja suaminya itu, di benaknya pun kembali terbayang semua perkataan yang pernah diucapkan suster Rina ketika ia menjenguknya di penjara waktu itu.
"Mereka saling mengenal sejak masih sekolah, lalu di tempat kerja suster Rina menjadi asistennya dan mereka memiliki hubungan spesial?" batin Lia dalam hati.
"Suster Rina membantu pekerjaan dokter Adi dalam menangani pasien-pasien." terang Rio.
"Karena dokter Adi menangani pasien-pasien berat, makanya asistennya adalah orang yang sama, tidak berubah-ubah." lanjutnya.
"Karena suster Rina sudah mengundurkan diri dari sini maka sekarang Indah-lah yang menggantikannya." sambung Dimas.
__ADS_1
"Kenapa suster Rina mengundurkan diri dari sini?" tanya Lia penasaran.
"Ee..." Dimas melirik ke arah Rio.
"Kami tidak tahu, kabarnya ada urusan keluarga makanya dia harus berhenti bekerja dari sini." terang Rio.
"Sudah berapa lama suster Rina bekerja di sini?" tanya Lia lagi.
"Dia sudah lama sekali bekerja di sini! Mungkin sekitar hampir 8 tahun!" jawab Dimas.
"Aneh sekali, dia sudah bekerja selama itu tapi mengapa tiba-tiba saja mengundurkan diri hanya karena urusan keluarga?" ucap Lia pelan. Dimas dan Rio kembali terlihat kikuk karena ucapan Lia.
"Setelah tidak bekerja di tempat ini lagi, apa suster Rina bekerja di tempat lain?" tanya Lia. Dimas dan Rio tersentak.
"Setelah suster Rina mengundurkan diri dari tempat ini, kami tidak berhubungan sama sekali dengannya." sambung Dimas.
" Iya benar! Kami dan suster Rina sudah tidak pernah berkomunikasi lagi!" timpal Rio.
"Apa hubungannya dengan perawat-perawat di sini tidak baik sampai tidak ada yang menghubunginya lagi ataupun dihubunginya untuk sekedar melepas rindu?" cecar Lia. Dimas dan Rio bertambah kikuk mendengar ucapan Lia itu.
__ADS_1
"Bukan begitu, Lia! Kami..." Dimas terlihat bingung menjelaskan pada Lia.
"Sudahlah, mengapa kita jadi membicarakan suster Rina terus? Lebih baik kita membicarakan hal-hal baik lainnya yang ada di sini!" tukas Rio, ia berusaha mengalihkan pokok pembicaraan di antara mereka.
"Mereka seperti berusaha menyembunyikan semua tentang suster Rina dariku!" batin Lia.
"Apa mereka sebenarnya tahu kalau suster Rina berada di penjara?" tanya Lia dalam hati.
"Apa mereka tahu alasan mengapa suster Rina harus berada di penjara?" lanjutnya.
"Apa suster Rina tidak mengundurkan diri dari rumah sakit ini karena urusan keluarga?" terka Lia dalam hati.
"Apa suster Rina tidak bekerja lagi di tempat ini karena harus masuk penjara?" Lia mulai menduga-duga.
"Kalau suster Rina berhenti dari tempat ini karena harus masuk penjara, berarti aku mendapat perawatan dari suster Rina di tempat ini... di rumah sakit ini!" ucap Lia dalam hati.
"Berarti aku benar-benar pernah menjadi pasien di tempat ini?!" lanjutnya. Dada Lia mulai kembali terasa sesak.
"Tidak mungkin!" bantah Lia dalam hatinya.
__ADS_1
"Lalu, apa alasan suster Rina masuk penjara ada hubungannya denganku?" terkanya.
...