Cinta Dokter (Dokter Cinta Season 2)

Cinta Dokter (Dokter Cinta Season 2)
#Tiga Puluh


__ADS_3

"Suster Rina sudah menceritakan semuanya tentang kalian!" ucap Lia tiba-tiba. Dokter Adi tersentak.


"Menceritakan semuanya? Apa yang diceritakannya?" tanya dokter Adi penasaran.


"SEMUANYA!" seru Lia marah.


"Aku mencoba mencari sesuatu di dalam rumah ini untuk membuktikan kalau ucapan dan ceritanya itu tidak benar..." terang Lia di sela-sela tangisnya.


"Tapi ternyata semuanya benar!" sesalnya. Lia menutupi wajahnya dengan kedua tangannya. Dokter Adi terdiam, ia tidak tahu harus berbuat apa pada istrinya itu, ia tidak mengerti apa yang suster Rina ceritakan hingga membuat Lia sampai seperti ini padahal dahulu saja Lia bisa menerima semuanya meskipun ia baru sembuh dari traumanya.


"Bagaimana kalau dia tahu kalau aku pernah meninggalkannya dengan sangat keji?" tanya dokter Adi dalam hatinya.


"Dia akan lebih marah dari ini!" batinnya.


"Aku akan coba berbicara dengan Rina besok." ucap dokter Adi pelan.


"Untuk apa?" tanya Lia. Ia kembali menatap suaminya itu dengan tatapan tajam.


"Untuk mengatur cerita yang akan kalian ceritakan padaku lagi?" tuduh Lia.


"Astaga, Lia!" Dokter Adi terkejut mendengar tuduhan Lia itu.


"Tidak ada yang perlu kuatur dengannya, Lia!" ucap dokter Adi.


"Aku tidak pernah mengarang cerita untuk membohongimu!" lanjutnya.


"Apa yang kuceritakan padamu adalah yang sebenarnya!" tegas dokter Adi. Lia terdiam, ia hanya terus menatap suaminya dengan tatapan tajam, begitu juga dengan dokter Adi, sejenak ia hanya menatap kedua mata istrinya itu dengan tatapan tegas.


"Awalnya, aku tidak terlalu mengkhawatirkan ingatanmu yang hilang itu, tidak masalah kalau semuanya kembali secara perlahan..." ucap dokter Adi pelan.


"Tapi malam ini, aku benar-benar berharap kalau ingatanmu segera kembali!" tambahnya.


...


"Keadaanmu sudah sangat membaik, mulai hari ini saya akan mengurangi dosis obatmu." ucap dokter Adi pada Ardo.


"Kalau kondisimu terus membaik seperti ini, kamu bisa segera keluar dari rumah sakit." lanjutnya. Ardo menganggukkan kepalanya pelan.


"Baiklah, kalau begitu sekarang kamu istirahat!" tambah dokter Adi. Ia beranjak dari tempat duduknya dan hendak keluar dari kamar Ardo.

__ADS_1


"Dok!" Sesaat sebelum dokter Adi meninggalkannya, Ardo memanggilnya kembali. Dokter Adi dengan cepat membalikkan tubuhnya kembali menghadap pasien kekarnya itu.


"Ada apa?" tanya dokter Adi pelan. Ardo menghela nafasnya pelan.


"Maafkan semua sikap saya waktu itu." ucap Ardo pelan.


"Terima kasih karena dokter sudah mau bersabar dengan saya sampai hari ini!" lanjutnya. Dokter Adi tersenyum lembut pada pasiennya itu.


"Saya berharap masalah dokter akan segera berakhir dan dokter bisa berbahagia seumur hidup!" tambah Ardo.


"Terima kasih untuk doa yang sangat baik itu!" seru dokter Adi.


"Saya juga berharap setelah keluar dari rumah sakit ini kamu bisa kembali menjalani kehidupanmu dengan sangat bahagia bersama keluargamu!" lanjutnya.


Dokter Adi kembali mengunci pintu kamar Ardo dan menyerahkan berkas pemeriksaan Ardo pada suster Indah.


"Dok!" panggil suster Indah pelan.


"Hmm.." sahut dokter Adi.


"Apa ingatan Lia belum membaik?" tanya suster Indah. Dokter Adi menghela nafasnya perlahan.


"Bertambah rumit? Maksud dokter?" tanya suster Indah bingung.


"Lia menuduhku memiliki hubungan khusus dengan Rina dan berpikir kalau Dina, anak Rina itu adalah anakku!" terang dokter Adi.


"Hah?!" Suster Indah terlihat sangat terkejut.


"Kalau perihal hubungan khusus, dokter dan Rina kan memang pernah memiliki hubungan khusus tapi kalau tentang anak Rina itu... dari mana Lia memiliki pemikiran itu?" ucap suster Indah bingung.


"Hey! Hubungan khusus itu sudah lama berlalu!" protes dokter Adi.


"Tapi kan memang pernah ada, dok!" ledek suster Indah. Dokter Adi menatap suster Indah dengan tajam, suster Indah tertawa kecil.


"Aku penasaran, darimana Lia tahu tentang hubungan khusus dokter dan Rina!" ucap suster Indah. Dokter Adi kembali menghela nafasnya.


"Awalnya dia bilang karena melihat foto kami bersama..." ungkap dokter Adi.


"Dokter menyimpan foto bersama Rina?" tanya suster Indah tak percaya.

__ADS_1


"Tidak! Bukan foto kami berdua, tapi foto kita semua! Foto bersama dokter dan perawat di rumah sakit ini!" terang dokter Adi.


"Aneh!" tukas suster Indah.


"Nah! Aneh bukan?!" seru dokter Adi.


"Bagaimana mungkin dia bisa melihatnya hanya dari foto itu?!" tambahnya.


"Apa mungkin cinta dokter dan Rina begitu tampak di foto itu?" ledek suster Indah. Spontan dokter Adi memukul lengan suster Indah setelah mendengar ucapannya itu. Suster Indah kembali tertawa kecil karena berhasil menggoda dokter Adi.


"Lalu bagaimana, dok? Apa dokter mengakui pada Lia kalau dokter pernah memiliki hubungan khusus dengan Rina?" tanya suster Indah. Dokter Adi menganggukkan kepalanya pelan dan suster Indah tampak sangat terkejut mengetahui jawaban dokter Adi itu.


"Luar biasa, dok!" seru suster Indah.


"Apa aku salah? Apa aku seharus membohongi istriku saja?" tanya dokter Adi.


"Tidak juga sih, tapi mungkin dokter bisa menunda untuk menceritakannya." saran suster Indah.


"Kalau kamu tahu bagaimana sifat Lia sekarang, kamu akan mengerti kenapa aku terpaksa untuk menceritakan semuanya." tukas dokter Adi.


"Tidak ada yang bisa menahan keinginan Lia. Sekarang ini kalau Lia sudah memiliki keinginan, orang lain harus segera memenuhi keinginannya!" terang dokter Adi. Suster Indah terdiam sambil menatap dokter Adi, ia menyadari kalau dokter Adi tidak sedang berbohong.


"Bagaimana reaksi Lia setelah mengetahui semuanya?" tanya suster Indah.


"Sudah pasti dia marah besar dan akhirnya dia memberi tahuku kalau sebelumnya Rina sudah menceritakan semua itu kepadanya." jawab dokter Adi.


"Hah?!" Suster Indah terkejut.


"Memangnya Lia sudah pernah bertemu dengan Rina, dok?" tanyanya. Dokter Adi menganggukkan kepalanya.


"Karena hanya Rina yang tersisa di ingatannya, jadi dia terus merengek untuk bisa dipertemukan dengan Rina dan beberapa waktu yang lalu aku membawanya untuk bertemu Rina." terang dokter Adi.


"Lalu, apa saja yang diceritakan Rina pada Lia?" tanya suster Indah lagi. Dokter Adi menggelengkan kepalanya.


"Aku tidak tahu, Lia tidak mau mengungkapkan apa saja yang sudah Rina ceritakan padanya." jawabnya.


"Apa Rina masih sejahat itu pada Lia?" gumam suster Indah.


"Entahlah! Aku berencana untuk menemui Rina lagi dalam waktu dekat ini!" ucap dokter Adi.

__ADS_1


...


__ADS_2