Cinta Dokter (Dokter Cinta Season 2)

Cinta Dokter (Dokter Cinta Season 2)
#Enam Puluh Tujuh


__ADS_3

"Halo!" ucap Lia.


"Hai sayang!" sapa dokter Adi.


"Kamu sedang apa?" tanyanya.


"Tidak biasanya kamu meneleponku dan menanyakan kabarku seperti ini!" tukas Lia. Dokter Adi menghela nafasnya.


"Aku sedang galau!" ungkap dokter Adi.


"Galau? Galau kenapa?" tanya Lia bingung.


"Aku sedang merasa separuh hidupku hilang!" jawab dokter Adi.


"Kenapa kamu bertingkah seperti ABG?" ejek Lia.


"Aku bersungguh-sungguh, sayang!" ungkap dokter Adi.


"Oke! Oke! Apa yang membuat separuh hidupmu itu hilang?" tanya Lia.


"Kamu!" jawab dokter Adi. Lia mengerutkan keningnya, ia merasa bingung dengan ucapan suaminya itu.


"Aku tidak mengerti maksudmu!" ucapnya.


"Kamu. Kamu yang membuat separuh hidupku hilang, Lia!" terang dokter Adi.


"Kenapa aku?" tanya Lia, ia bertambah bingung.


"Aku kan tidak melakukan apa-apa!" tukasnya.


"Kamu menghianati cinta kita, Lia!" ucap dokter Adi.

__ADS_1


"Menghianati apa? Aku saja tidak mencintaimu!" tukas Lia.


"Astaga Lia! Semudah itu kamu bilang tidak mencintai suamimu yang sudah mendampingimu selama ini!" protes dokter Adi. Lia tertawa kecil.


"Aku kan tidak ingat kamu mendampingi aku dengan baik atau tidak!" tukas Lia.


"Aku merasa benar-benar hancur!" ungkap dokter Adi.


"Kamu berlebihan sekali!" seru Lia. Meskipun terus mengejek dokter Adi tapi Lia bisa tertawa berbincang dengan suaminya malam ini.


"Aku bersungguh-sungguh, Lia!" ucap dokter Adi.


"Jangan tinggalkan aku!" pintanya.


"Memangnya aku akan pergi ke mana?" ucap Lia.


"Kamu tidak pergi tapi hatimu yang pergi!" terang dokter Adi.


"Hatiku?" Lia terlihat bingung.


"Kamu tidak boleh jatuh cinta pada pria lain!" lanjutnya.


"Kenapa tidak boleh?" protes Lia.


"Kamu masih istriku yang sah, Lia!" seru dokter Adi.


"Tapi kan aku belum yakin kalau kamu memang suamiku!" tukas Lia.


"Astaga Lia!" ucap dokter Adi kecewa. Lia menutupi mulutnya dengan tangan agar suara tawanya tidak terdengar suaminya itu.


"Kalau kamu tidak bisa meyakinkanku kalau kita sudah menikah atau membuatku jatuh cinta lagi padamu, mungkin aku akan jatuh cinta pada orang lain!" goda Lia.

__ADS_1


"Tidak boleh! Selamanya kamu adalah istriku dan milikku seutuhnya!" tegas dokter Adi.


"Kamu benar-benar membuatku galau, Lia!" aku dokter Adi.


"Kenapa harus galau? Kamu kan bisa kembali pada pujaan hatimu yang di penjara itu!" canda Lia. Dokter Adi terdiam sejenak.


"Dia kan sebentar lagi keluar dari penjara!" lanjut Lia.


"Ah! Kamu benar juga!" seru dokter Adi. Seruan dokter Adi itu membuat Lia tersentak dan jantungnya berdebar tak karuan.


"Minggu depan aku sudah bisa melihatnya kembali!" lanjut dokter Adi. Ekspresi wajah Lia mulai berubah, ia yang semula tampak ceria karena bisa menggoda suaminya itu perlahan timbul perasaan cemburu di hatinya.


"Aku bisa berjalan-jalan dan menghabiskan waktu seharian bersamanya!" tambah dokter Adi. Lia menghela nafasnya dengan kasar.


"Kamu tidak mau ikut aku mengantar mama dan Dina menjemputnya kan?!" tanya dokter Adi.


"Kata siapa?" tukas Lia.


"Aku ikut kok!" tegasnya.


"Aku mau lihat seberapa hebatnya mantan kekasihmu itu kalau sudah keluar dari penjara!" ejek Lia.


"Kamu yakin?" tanya dokter Adi.


"Iya!" seru Lia.


"Kamu tidak takut kalau nanti kamu kalah cantik dan kalah hebat dengannya?" goda dokter Adi.


"Tidak mungkin! Sudah jelas sekali kalau aku yang paling cantik!" ucap Lia tak terima.


"Semua orang di rumah sakit juga mengakui kan kalau aku paling cantik di sana!" seru Lia angkuh. Dokter Adi tertawa kecil.

__ADS_1


"Kamu tidak bisa mengajak Felix juga saat menjemput suster Rina itu?" tanya Lia. Pertanyaan Lia itu spontan membuat api cemburu dokter Adi meluap-luap.


...


__ADS_2