Cinta Dokter (Dokter Cinta Season 2)

Cinta Dokter (Dokter Cinta Season 2)
#Enam Puluh Delapan


__ADS_3

Lia memoleskan lipstik berwarna merah ke bibir mungilnya, tidak lupa ia juga memoles kulit wajahnya dengan make up tipis yang tampak natural, ia merapikan rambutnya dengan sisir dan mengenakan dress cantik berwarna merah yang senada dengan warna lipstiknya. Lia tampil sangat cantik dan berbeda pagi itu. Ia keluar dari kamarnya dan menunggu kedatangan suaminya dengan duduk di salah satu kursi yang ada di ruang tamu.


"Kak Lia!" seru Bima yang terkejut melihat penampilan Lia pagi itu. Lia tersentak mendengar seruan Bima.


"Kamu mengejutkanku!" protes Lia.


"Kakak yang lebih mengejutkanku!" tukas Bima.


"Ada apa dengan kakak sampai menggunakan make up seperti ini?" tanya Bima heran.


"Apa make up-ku jelek?" ucap Lia balik bertanya. Bima menggelengkan kepalanya.


"Tidak!" jawab Bima.


"Apa make up-ku terlalu berlebihan?" tanya Lia lagi. Bima lagi-lagi menggelengkan kepalanya.


"Kak Lia tidak pernah jelek!" aku Bima.


"Hanya saja, seumur hidupku, ini pertama kalinya aku melihat kakak memakai make up seperti ini!" terangnya.


"Apa kakak ada kencan lagi dengan kak Adi?" tanya Bima. Lia menggeleng pelan.


"Kali ini bukan kencan, tapi sebuah pertarungan!" jawab Lia pelan.


"Hah?!" Bima tersentak, ia tidak mengerti dengan ucapan kakaknya itu.

__ADS_1


"Ini pertarungan demi masa depan pernikahanku!" tambah Lia.


"Aku tidak mengerti dengan ucapan kakak!" tukas Bima. Lia menatap Bima dengan tatapan serius.


"Hanya wanita dewasa yang bisa mengerti!" ucap Lia. Bima terdiam, ia masih belum bisa mengerti ucapan kakaknya itu.


Tak lama kemudian dokter Adi datang dengan mobilnya untuk menjemput Lia.


"Hai kak!" sapa Bima. Ia keluar dari rumah lebih dulu dari Lia.


"Kamu belum berangkat, Bim?" tanya dokter Adi.


"Iya, ini mau berangkat kak!" jawab Bima. Bima mendekati dokter Adi.


"Ada apa dengan kak Lia?" tanya Bima dengan suara berbisik. Kening dokter Adi berkerut.


"Dia berdandan sangat cantik!" ungkap Bima.


"Apa kalian akan berkencan seharian lagi?" tanyanya.


"Bicara saja yang keras, jangan berbisik-bisik seperti itu!" seru Lia dari kejauhan. Bima dan dokter Adi tersentak.


"Ah, aku berangkat kerja dulu kak!" ucap Bima sambil menepuk pundak dokter Adi.


"Kak Lia, aku pergi dulu!" pamitnya pada Lia.

__ADS_1


Dokter Adi terpukau melihat penampilan Lia yang sangat berbeda dari biasanya itu, ia tampak sangat cantik dan cerah. Lia masuk ke dalam mobil dan seperti biasa, dokter Adi memasangkan seat belt ke tubuh Lia.


"Kamu cantik sekali hari ini!" puji dokter Adi.


"Kenapa kamu bicara seperti itu?" tanya Lia.


"Kamu mau bilang kalau aku biasanya tidak cantik?" tukasnya.


"Bukan begitu! Kamu selalu cantik bagiku, tapi pagi ini berbeda sekali!" terang dokter Adi.


"Tidak ada salahnya kan kalau sekali-sekali aku tampil berbeda?!" ucap Lia. Dokter Adi menganggukkan kepalanya dengan kuat sambil tersenyum manis pada istrinya itu.


"Hari ini aku akan bertarung mati-matian!" gumam Lia pelan.


"Hah?! Apa yang kamu katakan?" tanya dokter Adi, ia tidak mendengar apa yang istrinya katakan itu.


"Aku akan buktikan kalau aku bisa menang melawan mantan kekasihmu itu!" tegas Lia. Dokter Adi tersentak.


"Jadi kamu melakukan ini semua karena Rina?" ucap dokter Adi tak percaya.


"Ini semua demi masa depan pernikahan kita!" ucap Lia. Dokter Adi tertawa kecil melihat tingkah istrinya yang ternyata sedang dipenuhi rasa cemburu.


"Lipstikmu itu membuat aku ingin menikmati bibirmu!" goda dokter Adi. Mendengar ucapan suaminya itu, Lia spontan memberikan tatapan tajam pada dokter Adi.


"Bolehkah aku mencicipnya?" tanya dokter Adi.

__ADS_1


...


__ADS_2