Cinta Dokter (Dokter Cinta Season 2)

Cinta Dokter (Dokter Cinta Season 2)
#Enam Puluh Sembilan


__ADS_3

"Lia! Kamu cantik sekali hari ini!" puji bu Elisa.


"Mama bisa saja!" ucap Lia.


"Tidak biasanya kamu berdandan seperti ini!" tukas bu Elisa.


"Ya ma, aku lagi ingin berdandan!" jawab Lia. Dokter Adi tertawa kecil mendengar jawaban Lia itu.


Akhirnya mereka tiba di kantor polisi tempat suster Rina berada saat ini. Dokter Adi, Lia, bu Elisa, dan Dina datang untuk menjemput suster Rina siang ini.


"Kalian tidak ikut masuk?" tanya bu Elisa.


"Tidak, ma! Kami tunggu di mobil saja! Mama dan Dina saja yang menjemputnya!" jawab dokter Adi.


"Baiklah kalau begitu, mama dan Dina masuk dulu ya!" pamit bu Elisa.


"Ya ma!" jawab dokter Adi dan Lia bersamaan. Tak lama kemudian bu Elisa dan Dina keluar dari mobil dan masuk ke kantor polisi.


"Kenapa kamu tidak ikut menjemput pujaan hatimu itu?" sindir Lia.


"Pujaan hatiku?" tanya dokter Adi.


"Pujaan hatiku ada di sini! Di mobil ini!" terang dokter Adi. Ia menggoda Lia dengan mendekatkan wajahnya ke wajah Lia.


"Cih!" umpat Lia sambil memalingkan wajahnya dari dokter Adi.

__ADS_1


"Kamu hari ini akan tinggal di rumah kita, kan?!" tanya dokter Adi.


"Tidak! Aku akan pulang ke rumah bapak-ibu!" jawab Lia ketus.


"Tapi mama akan menginap di rumah kita, sayang! Bagaimana kalau mama tahu kita tinggal terpisah seperti ini?" tukas dokter Adi.


"Biar saja mama tahu, kan memang keadaan kita yang sebenarnya memang begitu!" jawab Lia.


"Tapi..."


"Aku tidak mau pulang ke rumah!" tegas Lia. Dokter Adi menghela nafasnya perlahan.


"Sayang sekali, tapi malam ini mama ingin mengadakan makan bersama sebagai penyambutan Rina yang sudah keluar dari lapas!" ungkap dokter Adi. Lia tersentak mendengar ucapan suaminya itu, spontan ia memalingkan wajahnya ke arah dokter Adi.


"Spesial sekali dia sampai mama mengadakan acara penyambutan untuknya!" protes Lia.


"Hah?!"


"Ya, kamu dulu yang membuatnya spesial." ulang dokter Adi.


"Kalau ingatanmu tidak hilang, kamu juga pasti akan memperlakukannya dengan spesial!" tambahnya.


"Oh ya?!"


"Memangnya dia berjasa untukku?" tanya Lia.

__ADS_1


"Kalau begitu kenapa dia bisa berada di penjara?" tambahnya.


"Aku sudah bilang kan kalau kamu itu orang yang sangat luar biasa, kamu bisa memaafkan orang yang bahkan berbuat jahat padamu!" ucap dokter Adi.


"Apa dulu aku sangat bodoh?" tukas Lia. Dokter Adi menatap Lia dengan seksama.


"Kamu tidak bodoh, tapi kamu sangat tulus! Kamu memandang segalanya dari sudut pandang yang berbeda, itulah yang membuat semua orang kagum padamu!" terang dokter Adi. Lia terdiam.


"Jadi, bagaimana? Kalau kamu memang bersikeras tidak ingin menginap di rumah, setidaknya kamu ikut acara makan bersama itu agar mama tidak terlalu curiga!" pinta dokter Adi. Lia tidak merespon permintaan suaminya itu, ia masih merasa bimbang akan memenuhi permintaan dokter Adi atau tidak.


"Kumohon!" bujuk dokter Adi, ia meraih tangan Lia dan menggenggamnya erat tapi Lia masih saja terdiam.


"Rina dan Dina juga akan menginap di rumah!" ucap dokter Adi tiba-tiba. Ucapannya itu membuat Lia sangat terkejut.


"Menginap di rumahmu?" ucap Lia dengan ekspresi terkejutnya.


"Rumah kita!" koreksi dokter Adi. Lia menatap dokter Adi dengan mata melotot.


"Iya, Rina dan Dina akan menginap di rumah kita, sayang!" terang dokter Adi.


"Apa kamu tidak akan tidur di rumah malam ini?" tanya dokter Adi.


"Apa kamu akan membiarkan aku..."


"Aku akan pulang ke rumah hari ini!" potong Lia. Keputusan Lia itu membuat dokter Adi tersenyum lebar.

__ADS_1


...


__ADS_2